Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dan Contohnya

Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dan Contohnya

Tata Urutan Perudangan di Indonesia


Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dan Contohnya

Sebagai negara hukum, Indonesia memiliki berbagai kebijakan yang dituangkan menjadi produk hukum. Peraturan perundang-undangan pada umumnya merupakan peraturan tertulis yang mengandung norma hukum yang mengikat. Hirarki peraturan perundang-undangan saat ini diatur dalam Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. 


Dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 juga dijelaskan pembentukan Peraturan Perundang-undangan adalah pembuatan Peraturan Perundang-undangan yang mencakup tahapan perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan atau penetapan, dan pengundangan.


Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia

Berdasarkan pasal 7 UU Nomor 12 Tahun 2011, jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan Republik Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat
  3. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
  4. Peraturan Pemerintah (PP)
  5. Peraturan Presiden (Perpres)
  6. Peraturan Daerah Provinsi (Perda Provinsi)
  7. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota (Perda Kabupaten/Kota)


Penjelasan

Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang-undangan.


UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 

UUD 1945 adalah hukum dasar (konstitusi) yang tertulis yang merupakan peraturan negara tertinggi dalam tata urutan Peraturan Perundang-undangan nasional.


Ketetapan MPR 

Ketetapan MPR merupakan putusan MPR yang ditetapkan dalam sidang MPR, yang terdiri dari 2 (dua) macam yaitu: Ketetapan yaitu putusan MPR yang mengikat baik ke dalam atau keluar majelis, Keputusan yaitu putusan MPR yang mengikat ke dalam majelis saja.

Contoh Ketetapan MPR

  1. TAP MPR NO. IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004
  2. TAP MPR NO. VIII/MPR/2000 tentang Laporan Tahunan Lembaga Lembaga Tinggi Negara Pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Tahun 2000
  3. TAP MPR NO. VII/MPR/2000 tentang Peran Tentara Nasional Indonesia dan Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia
  4. TAP MPR NO. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia
  5. TAP MPR NO. V/MPR/2000 tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional
  6. TAP MPR NO. IV/MPR/2000 tentang Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah
  7. TAP MPR NO. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum Dan Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan


Undang-undang (UU)

Undang-Undang (UU) adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan Persetujuan bersama Presiden.

Contoh Undang-undang (UU)

  1. UU NO. 2 TAHUN 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan
  2. UU NO. 13 TAHUN 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
  3. UU NO. 11 TAHUN 2022 tentang Keolahragaan
  4. UU NO. 14 TAHUN 2019 tentang Pekerja Sosial
  5. UU NO. 17 TAHUN 2019 tentang Sumber Daya Air


Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, dengan ketentuan : Perppu diajukan ke DPR dalam persidangan berikut; DPR dapat menerima/menolak Perppu tanpa melakukan perubahan; Bila disetujui oleh DPR, Perrpu ditetapkan menjadi Undang-Undang; Bila ditolak oleh DPR, Perppu harus dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Contoh Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)

  1. PERPPU NO. 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang
  2. PERPPU NO. 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dan/Atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan
  3. PERPPU NO. 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan
  4. PERPPU NO. 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan


Peraturan Pemerintah (PP)

Peraturan Pemerintah (PP) adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan Undang-Undang sebagaimana mestinya.

Contoh Peraturan Pemerintah (PP)

  1. PP NO. 1 TAHUN 2022 tentang Register Nasional Dan Pelestarian Cagar Budaya
  2. PP NO. 17 TAHUN 2022 tentang Pendanaan Dan Pengelolaan Anggaran Dalam Rangka Persiapan, Pembangunan, Dan Pemindahan Ibu Kota Negara Serta Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara
  3. PP NO. 18 TAHUN 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan
  4. PP NO. 19 TAHUN 2022 tentang Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan
  5. PP NO. 20 TAHUN 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2014 Tentang Penjualan Barang Milik Negara/Daerah Berupa Kendaraan Perorangan Dinas


Peraturan Presiden (Perpres)

Peraturan Presiden (Perpres) adalah Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan perintah Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi atau dalam menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan.

Contoh Peraturan Presiden (Perpres)

  1. PERPRES NO. 62 TAHUN 2022 tentang Otorita Ibu Kota Nusantara
  2. PERPRES NO. 63 TAHUN 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara
  3. PERPRES NO. 64 TAHUN 2022 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Nusantara Tahun 2022-2042
  4. PERPRES NO. 65 TAHUN 2022 tentang Perolehan Tanah Dan Pengelolaan Pertanahan Di Ibu Kota Nusantara
  5. PERPRES NO. 66 TAHUN 2022 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Dan Lamongan


Peraturan Daerah (Perda) Provinsi

Peraturan Daerah (Perda) Provinsi adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dengan persetujuan Gubernur.

Contoh Peraturan Daerah (Perda) Provinsi

  1. Perda No 2 Tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender (Provinsi Jawa Tengah)
  2. Perda No 3 Tahun 2022 tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Provinsi Jawa Tengah)
  3. Perda No 4 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak (Provinsi Jawa Tengah)


Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten/Kota

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten/Kota adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dengan persetujuan Bupati/Walikota.

Contoh Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten/Kota

  1. PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2022 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL
  2. PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 9 TAHUN 2021 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS
  3. PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 6 TAHUN 2021 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2021-2026


Adapun peraturan yang satu memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan peraturan yang lain. Tata urutan ini perlu dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip atau asas umum yang berlaku dalam hukum. 

Adapun prinsip-prinsip dalam hierarki peraturan perundang-undangan yakni:

  1. Dasar peraturan perundang-undangan selalu peraturan perundang-undangan.
  2. Hanya peraturan perundang-undangan tertentu saja yang dapat dijadikan landasan yuridis.
  3. Peraturan perundang-undangan yang masih berlaku hanya dapat dihapus, dicabut, atau diubah oleh peraturan perundang-undangan yang sederajat atau lebih tinggi.
  4. Peraturan perundang-undangan yang baru mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang lama.
  5. Peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang lebih rendah.
  6. Peraturan perundang-undangan yang bersifat khusus mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang bersifat umum.
  7. Setiap jenis peraturan perundang-undangan memiliki materi yang berbeda


Cara Belajar Grammar Bahasa Inggris

Cara Belajar Grammar Bahasa Inggris

Cara Belajar Grammar

Cara Belajar Grammar Bahasa Inggris

Tata bahasa adalah dasar dari bahasa Inggris tertulis. Ini membantu Anda memahami bagaimana kalimat dibentuk dan seperti apa strukturnya. Aturan tata bahasa juga membantu Anda menghindari membuat kesalahan umum saat menulis dalam bahasa Inggris (yang bisa memalukan!). Namun, yang paling penting, tata bahasa membantu Anda berkomunikasi lebih jelas dengan orang lain. Jadi, penting untuk mempelajari tata bahasa yang baik jika Anda ingin dapat berbicara dan menulis dengan baik dalam bahasa Inggris!


Temukan metode pembelajaran yang cocok untuk Anda

Mempelajari bahasa adalah tentang menemukan metode pembelajaran yang cocok untuk Anda. Yang terbaik adalah mencoba beberapa metode dan melihat apa yang cocok, jadi berikut adalah beberapa saran:


  1. Bagi mereka yang menyukai ide bermain game, ada banyak game di luar sana yang dapat berfungsi sebagai alat untuk belajar tata bahasa. Misalnya, Duolingo adalah pilihan yang sangat baik jika Anda mencari sesuatu yang menyenangkan dan interaktif. Aplikasi ini akan mengajarkan Anda kosakata dan struktur kalimat dalam format yang menarik.
  2. Jika buku lebih Anda sukai (atau jika Anda ingin mengulur waktu), ada banyak buku tentang tata bahasa Inggris yang dapat membantu meningkatkan pemahaman Anda tentang cara kerjanya. Tempat yang baik untuk memulai mungkin dengan The Little Book Of Grammar oleh Michael Ellis; buku ini dirancang khusus untuk siswa yang membutuhkan bantuan untuk menguasai dasar-dasar tata bahasa Inggris. Buku ini juga sangat mudah dibaca!


Berlatih menulis dan mengeja

Menulis adalah cara yang bagus untuk mempelajari tata bahasa. Menulis juga merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan mengeja dan menulis, karena Anda dapat menggunakan kamus untuk memeriksa apakah yang Anda tulis masuk akal atau tidak.


Jika Anda khawatir membuat kesalahan, jangan terlalu khawatir! Setiap orang terkadang membuat kesalahan. Jika Anda membuat kesalahan saat menuliskan sesuatu dalam bahasa Inggris, perbaiki saja (atau minta bantuan orang lain). Jangan takut membuat kesalahan-mereka sebenarnya dapat membantu Anda belajar lebih banyak tentang cara kerja bahasa Inggris!


Jika ada topik yang menarik minat Anda dan terkait dengan kehidupan atau minat karier Anda, ini sangat penting. Misalnya, jika saya tertarik dengan topik olahraga atau topik yang berhubungan dengan alam seperti hewan atau tumbuhan (seperti monyet), maka saya mungkin memilih salah satu topik tersebut dan mulai meneliti beberapa informasi tentang topik itu menggunakan alat mesin pencari komputer saya seperti Google.


Minta seseorang untuk membaca dan mengoreksi tulisan Anda

  1. Mintalah seseorang untuk membaca tulisan Anda
  2. Mintalah mereka untuk mengoreksinya untuk Anda
  3. Jika mereka tidak dapat menemukan kesalahan, minta mereka untuk mencoba lagi. Anda akan belajar dari umpan balik mereka.


Berlatih, berlatih, berlatih

Kunci untuk mempelajari apa pun adalah latihan, latihan, latihan. Jika Anda mempraktikkan hal yang salah atau tidak cukup, tidak masalah seberapa banyak yang Anda ketahui-pengetahuan Anda tidak akan berguna atau dapat ditransfer. Karena itu, jangan lupa untuk bersenang-senang dan membuat kesalahan!


Sebagai seorang guru, saya telah melihat banyak siswa menjadi frustrasi ketika mereka menemukan diri mereka membuat kesalahan dan berjuang dengan sesuatu yang tampaknya sederhana pada pandangan pertama; tapi ingat: semua orang adalah pemula di beberapa titik dalam hidup mereka! Terkadang wajar untuk merasa seperti ini karena kita semua rentan terhadap kesalahan ketika kita mencoba sesuatu yang baru. Triknya di sini adalah untuk tidak membiarkan kesalahan-kesalahan itu mematahkan semangat kita untuk melanjutkan perjalanan kita menuju kefasihan dalam tata bahasa Inggris. Sama seperti keterampilan lain yang layak dimiliki (seperti bermain piano atau mengendarai sepeda), jika tidak ada tantangan yang terlibat, lalu mengapa ada orang yang mau repot-repot belajar?


Kuncinya adalah menemukan metode yang cocok untuk Anda dan tetap menggunakannya. Jika Anda tidak dapat menemukan metode yang berhasil, cobalah metode lain! Anda tidak akan tahu sampai Anda mencobanya, jadi jangan takut untuk bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda sebelum menentukan satu metode.


Cara Melatih Soft Skill

Cara Melatih Soft Skill

soft skill

Cara Melatih Soft Skill

Saat ini, cara kita bekerja sedang berubah. Pekerjaan kita menjadi lebih kolaboratif dan berbasis tim, serta tidak terlalu hierarkis. Kita harus mampu bekerja sama dengan baik dengan orang lain, yang berarti memiliki soft skill yang kuat. Tetapi apa sebenarnya soft skill itu? Dan bagaimana kita bisa meningkatkannya? Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang apa itu soft skill, mengapa soft skill penting bagi karier (dan kehidupan) Anda, dan beberapa cara untuk melatih diri Anda dalam bidang kompetensi profesional yang kritis tetapi sering diabaikan ini.


Apa saja contoh-contoh soft skill?


Soft skills adalah kualitas pribadi yang memungkinkan Anda berkomunikasi secara efektif dan bekerja dengan baik dengan orang lain. Keterampilan ini mencakup:

  1. Komunikasi (mendengarkan, berbicara, membaca)
  2. Resolusi konflik dan pemecahan masalah
  3. Keramaian (proaktif, menyelesaikan sesuatu)
  4. Kepemimpinan (mengambil alih ketika diperlukan; mendelegasikan tugas ketika diperlukan)


Bagaimana cara mengidentifikasi soft skill Anda sendiri


Langkah berikutnya untuk meningkatkan soft skill Anda adalah mengidentifikasi mana yang kurang, dan ini adalah sesuatu yang sulit dilakukan sendiri. Untungnya, ada beberapa tes online yang dapat membantu Anda mengungkap di mana Anda perlu perbaikan. Berikut ini beberapa contohnya:

  1. Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) memungkinkan pengguna untuk menentukan tipe kepribadian mereka berdasarkan empat dikotomi: ekstroversi vs introversi, penginderaan vs intuisi, berpikir vs perasaan, dan menilai vs mempersepsikan. Kuis ini memberikan informasi tentang bagaimana orang lebih suka menghabiskan waktu mereka dan memberikan wawasan tentang bagaimana mereka berpikir tentang masalah atau situasi dalam kehidupan secara keseluruhan.
  2. Alat Penilaian Soft Skills dari Society for Human Resource Management memungkinkan pengguna dengan berbagai tingkat pengalaman (dari karyawan tingkat pemula hingga eksekutif) memanfaatkan alat penilaian yang dibuat oleh para ahli dalam pelatihan dan pengembangan soft skills di dalam organisasi di seluruh dunia.* Penilaian 12 Dimensi Karakter mengajukan pertanyaan tentang segala sesuatu mulai dari kejujuran dan integritas hingga kerendahan hati, kesetiaan, dan kepercayaan-semua komponen penting ketika tiba saatnya untuk promosi di tempat kerja atau wawancara untuk pekerjaan baru!


Memiliki kemauan untuk belajar tetapi bersabar.


Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk melatih soft skill. Yang pertama adalah bersedia untuk belajar. Jika Anda tidak mau belajar, maka tidak akan terjadi apa-apa. Anda tidak bisa mengharapkan diri Anda atau orang lain dalam hal ini, untuk berubah jika Anda tidak cukup menginginkannya.


Hal kedua adalah kesabaran. Bersabarlah ketika mempelajari sesuatu yang baru karena dibutuhkan waktu dan dedikasi sebelum Anda sepenuhnya memahami sesuatu yang baru dan mulai menerapkannya dalam situasi kehidupan nyata. Jangan berharap diri Anda atau orang lain dalam hal ini, yang belum menguasai sesuatu, akan secara otomatis tahu bagaimana cara terbaik untuk mempraktikkan keterampilan yang baru mereka pelajari tanpa bantuan atau upaya coba-coba terlebih dahulu sendiri sebelum bertanya tentang apa yang salah ketika mereka gagal melakukan sesuatu dengan benar pada kali pertama (yang sering terjadi).


Hal ketiga adalah berpikiran terbuka saat mempelajari keterampilan baru; jangan menutup diri dari mendengar ide orang lain hanya karena mereka mungkin berbeda dari ide Anda kadang-kadang - terutama ketika bekerja bersama dalam proyek terkait di mana setiap orang harus menyetujui hal-hal tertentu agar mereka berhasil.


Jaga sikap positif...

Sikap positif adalah bagian penting dari soft skill. Dengan menjaga sikap positif, Anda dapat membantu diri Anda sendiri dan orang lain memiliki pengalaman yang lebih menyenangkan di tempat kerja. Dalam bagian ini, kita akan membahas tentang cara mempertahankan sikap positif dalam kehidupan dan di tempat kerja.


Pertama, penting untuk menyadari bahwa setiap orang terkadang mengalami hari-hari yang buruk-bahkan jika Anda melakukan yang terbaik, segala sesuatunya mungkin tidak berjalan persis seperti yang direncanakan atau diharapkan. Kuncinya adalah mampu mengidentifikasi kapan Anda mengalami salah satu dari hari-hari itu dan kemudian menemukan cara untuk kembali ke jalur yang benar sesegera mungkin (lebih lanjut tentang ini nanti).


Kedua, sama pentingnya bagi Anda tidak hanya secara internal tetapi juga secara eksternal: apa pun situasi atau tugas yang dihadapi, cobalah untuk tidak membiarkan perasaan negatif Anda menghalangi apa yang perlu dilakukan! Sebaliknya, fokuslah untuk menemukan solusi daripada memikirkan masalah; ingatlah bahwa setiap masalah memiliki banyak solusi. Ketiga, pastikan bahwa solusi apa pun yang dipilih adalah realistis sesuai dengan alasannya, karena ekspektasi yang tidak realistis hanya akan membawa Anda kembali ke jalan yang penuh dengan kekecewaan, lebih cepat daripada nanti, ketika kenyataan menghantam rumah cukup keras dua kali lipat."


...tapi fleksibel.

[Fleksibilitas itu] penting karena sejumlah alasan. Untuk satu hal, Anda harus mampu menyesuaikan diri dan gaya kerja Anda dengan situasi yang dihadapi. Anda bisa saja bekerja dengan seseorang yang berbeda dari Anda-mungkin mereka memiliki tujuan atau motivasi yang berbeda dari Anda. Atau, mungkin situasinya sendiri sama sekali baru dan tidak biasa, sehingga kemampuan Anda untuk menyesuaikan diri dengan situasi tersebut akan sangat penting dalam menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik.


Kembangkan empati dan kecerdasan emosional.

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Empati penting untuk soft skill karena membantu Anda berhubungan dengan orang lain, yang membuat mereka lebih nyaman bekerja dengan Anda.


Untuk mengembangkan empati Anda, berlatihlah untuk masuk ke dalam posisi orang lain. Misalnya, bayangkan apa yang akan membuat Anda merasa marah atau bahagia dalam situasi yang terjadi di tempat kerja, lalu tuliskan tentang bagaimana Anda akan menanganinya dari sudut pandang mereka.


Memecahkan masalah secara kreatif.

Ketika Anda menerima pertanyaan atau masalah, dengarkan baik-baik. Jangan menyela, dan pertimbangkan maksud orang tersebut. Ajukan pertanyaan klarifikasi jika perlu untuk memahami apa yang mereka minta. Kemudian, lakukan brainstorming solusi dan kritisi solusi-solusi tersebut untuk mempersempit pilihan Anda sebelum mengidentifikasi solusi yang terbaik. Terakhir, jelaskan secara rinci bagaimana Anda mendapatkan solusi ini dan mengapa solusi ini akan berhasil bagi klien atau rekan kerja Anda.


Ketahui cara mengajukan pertanyaan yang tepat.

Ketika Anda mempelajari keterampilan baru, bagian tersulit sering kali adalah mencari tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Hal ini bisa jadi benar terutama ketika Anda melatih diri Anda sendiri dalam soft skill-keterampilan seperti kolaborasi, mendengarkan, dan persuasi. Soft skill tidak selalu diajarkan di sekolah atau oleh atasan Anda; soft skill dipelajari melalui pengalaman. Tetapi jika Anda ingin menjadi lebih baik dalam hal ini dengan cepat (atau selamanya), ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menggunakan pengetahuan Anda tentang hard skill sebagai panduan untuk mempelajari soft skill.


Pertama: ajukan pertanyaan! Mengajukan pertanyaan yang tepat adalah bagian penting dari setiap hubungan atau interaksi dengan orang lain. Ini juga merupakan bagian penting dalam mempelajari cara berkolaborasi secara efektif, sehingga semua orang yang terlibat memahami situasi lebih baik daripada sebelum mereka mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu bersama-sama-yang berarti semua orang juga akan lebih menikmati bekerja sama!


Sangat mudah bagi orang yang belum saling mengenal dengan cukup baik, namun merasa bahwa mereka seharusnya sudah memiliki jawaban sebelum menanyakan hal lain; tetapi ingat: hanya karena sesuatu tampak jelas, bukan berarti memang demikian adanya! Jadi, pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan terbuka sebagai gantinya; ini akan membantu memastikan kedua belah pihak saling memahami satu sama lain dengan lebih baik tanpa membuat asumsi tentang apa yang orang lain sudah ketahui (atau pikir mereka tahu).


Tunjukkan kepemimpinan - bahkan jika Anda tidak bertanggung jawab.

Anda bisa menunjukkan kepemimpinan bahkan jika Anda tidak bertanggung jawab. Sangat mudah untuk merasa frustrasi ketika Anda melihat manajer Anda meminta umpan balik tentang suatu proyek, tetapi tidak memiliki wewenang untuk membuat perubahan. Namun, bukan tidak mungkin bagi Anda untuk memimpin proyek ini - dan proyek lainnya - dengan cara yang menguntungkan semua orang yang terlibat dalam jangka panjang.


Berikut ini beberapa saran tentang cara memimpin tanpa otoritas:

  1. Ajukan pertanyaan yang membuat orang berpikir tentang ide atau solusi baru daripada sekadar memberi mereka jawaban. Misalnya, alih-alih bertanya "Apakah kita benar-benar membutuhkan ide ini?", tanyakan sesuatu seperti "Apa yang kita perlukan untuk mencapai desain situs web kita?" atau "Bagaimana kita bisa memastikan strategi pemasaran kita efektif?". Anda akan mendorong keterampilan berpikir kritis orang lain dan membuat mereka terlibat dalam curah gagasan daripada hanya mengikuti perintah!
  2. Contohkan perilaku yang baik pada diri Anda sendiri dengan mempraktikkan apa yang Anda khotbahkan (yaitu, jangan mengkritik orang lain saat Anda sendiri melakukan sesuatu yang salah).



Soft skill tidak terjadi begitu saja - butuh kerja keras

Soft skill penting dalam pekerjaan apa pun, dan sulit untuk dipelajari. Anda bisa mempelajari soft skill melalui latihan, pengalaman dan pendidikan. Membaca juga merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan soft skill Anda.


Hal terpenting yang perlu Anda ingat dalam hal soft skill adalah bahwa soft skill adalah kerja keras! Jangan tertipu dengan berpikir bahwa ini adalah hal-hal yang terjadi dengan sendirinya - tidak! Tetapi jika Anda berusaha dan terus mencoba hal-hal baru, pada akhirnya Anda akan sampai di sana.


Soft skill adalah salah satu aset yang paling berharga bagi setiap pekerja, tetapi itu tidak terjadi begitu saja. Anda harus melatihnya dan berlatih secara teratur. Artikel ini memberikan beberapa tips tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan soft skill Anda dan memastikan bahwa Anda siap untuk apa pun yang akan terjadi selanjutnya dalam jalur karier Anda!

Tips Belajar untuk Ujian dengan Efektif

Tips Belajar untuk Ujian dengan Efektif

Tips Belajar

Tips Belajar untuk Ujian dengan Efektif

Dalam dunia yang serba cepat, waktu adalah sumber daya yang paling berharga. Jika Anda memiliki waktu yang terbatas untuk mempersiapkan ujian, maka Anda perlu memanfaatkannya sebaik mungkin. Belajarlah lebih awal dan sering sehingga Anda tidak membuang-buang waktu untuk menjejalkan diri pada menit-menit terakhir.


Belajarlah untuk mengatur waktu Anda

Di kelas, Anda dapat belajar cara mengatur waktu Anda dengan:

  1. Menggunakan kalender untuk menjadwalkan kegiatan belajar Anda.
  2. Menggunakan daftar tugas untuk merencanakan tugas-tugas yang perlu dilakukan.
  3. Memecah kegiatan belajar Anda menjadi tugas-tugas kecil, dan menetapkan tujuan untuk diri Anda sendiri (misalnya, Anda mungkin memutuskan bahwa Anda akan melakukan 10 halaman membaca per hari).
  4. Melakukan hal-hal yang paling penting terlebih dahulu (baik dari segi isi maupun tingkat kesulitannya), sehingga tidak ditinggalkan sampai menit-menit terakhir atau ketika tingkat energi rendah.


Mulailah belajar lebih awal karena tidak ada pengganti waktu.

  1. Untuk memulai, Anda perlu tahu bahwa tidak ada pengganti waktu. Ada beberapa cara untuk memanfaatkan prinsip ini:
  2. Sisihkan waktu setiap hari atau minggu untuk belajar. Anda tidak perlu menjejalkan diri pada malam sebelum ujian, dan lebih mudah untuk lebih fokus dengan upaya yang konsisten sepanjang semester daripada setelah istirahat panjang dari belajar.
  3. Jika Anda benar-benar kesulitan, cobalah memecah belajar Anda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil - jumlah informasi yang sama mungkin tidak akan memakan waktu lama jika dipecah menjadi dua atau tiga sesi daripada satu sesi maraton, tetapi ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk menghindari kejenuhan jika jadwal Anda tidak sefleksibel yang Anda inginkan.


Manajemen waktu adalah penting ketika Anda memiliki banyak pembelajaran yang harus dilakukan. Kami harap artikel ini bermanfaat bagi Anda. Sebagai penutup, berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat saat Anda mempersiapkan diri untuk ujian berikutnya:

  1. Buatlah jadwal. Jika Anda memiliki beberapa mata pelajaran untuk dipelajari, maka pastikan Anda memiliki jumlah waktu yang tepat untuk masing-masing mata pelajaran.
  2. Tuliskan tujuan Anda. Memiliki gagasan tentang di mana Anda ingin berada dengan studi Anda akan membantu Anda tetap termotivasi dan berada di jalur yang benar seiring berlalunya waktu!
  3. Prioritaskan tugas sesuai dengan kepentingan dan tanggal jatuh tempo. Misalnya, jika satu tugas bernilai 60% dari nilai dibandingkan dengan tugas lain yang hanya bernilai 30%, maka tidak ada alasan mengapa salah satu tugas harus diselesaikan sebelum yang lain karena tidak masuk akal dari sudut pandang akademis (kecuali mungkin itu adalah dua ujian yang berbeda). Sebaliknya, fokuslah untuk menyelesaikan semua tugas yang membutuhkan usaha lebih sedikit terlebih dahulu sehingga tidak ada stres yang tidak perlu yang ditimpakan pada diri Anda sendiri nanti di kemudian hari ketika segala sesuatu yang lain jatuh tempo sekaligus - terutama jika tenggat waktu ini merayap secara tak terduga seperti yang selalu mereka lakukan!  Hal yang sama berlaku jika sesuatu membutuhkan beberapa langkah sebelum diselesaikan; prioritaskan dengan tepat sehingga semuanya dapat diselesaikan tanpa menyebabkan terlalu banyak masalah di kemudian hari lagi....


Jika Anda ingin meningkatkan keterampilan belajar Anda, penting untuk diingat bahwa tidak ada pengganti waktu. Semakin banyak waktu yang Anda miliki, semakin besar kemungkinan Anda akan berhasil menyelesaikan studi Anda tepat waktu. Jika Anda berjuang dengan manajemen waktu atau hanya membutuhkan bantuan tambahan dalam belajar, kami sarankan untuk menghubungi salah satu pakar kami hari ini.

Kristalisasi Pendidikan Karakter untuk Menumbuhkan Sikap

Kristalisasi Pendidikan Karakter untuk Menumbuhkan Sikap

Pendidikan Karakter

Kristalisasi Pendidikan Karakter untuk Menumbuhkan Sikap

Pendidikan karakter adalah proses yang berorientasi pada tindakan untuk mengembangkan kualitas pribadi yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat luas. Kualitas-kualitas tersebut meliputi kejujuran, integritas, kesopanan dan lain-lain. Pentingnya pendidikan karakter dapat diukur dari fakta bahwa pendidikan karakter memainkan peran yang signifikan dalam membentuk sikap dan nilai anak-anak pada tahap yang mudah dipengaruhi.


Pendidikan karakter bertujuan untuk menanamkan sifat-sifat positif pada siswa sehingga menjadikan mereka seseorang yang layak yang akan berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik bagi diri mereka sendiri dan sesama makhluk hidup.


Pendidikan karakter bukan hanya tentang pembelajaran akademik. Pendidikan karakter mencakup prinsip-prinsip, nilai-nilai, etika dan keterampilan hidup. Pendidikan karakter mengajarkan anak-anak untuk membuat keputusan yang baik dengan membantu mereka memahami mana yang benar dan mana yang salah. Pendidikan karakter juga mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka dan konsekuensi dari tindakan tersebut. Pendidikan karakter mengajarkan anak-anak untuk bersikap baik dengan membantu mereka menjadi individu yang peduli dan menghargai perasaan orang lain. Pendidikan karakter mengajarkan anak-anak untuk bersikap hormat dengan mendorong mereka untuk menunjukkan kesopanan terhadap orang lain setiap saat. Pendidikan karakter mendorong kejujuran dengan mengajarkan kejujuran dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan sehingga para siswa tidak akan berbohong atau menipu untuk mendapatkan keuntungan materi atau pribadi.


Pendidikan karakter penting karena memberikan kerangka kerja kepada siswa untuk membuat keputusan yang baik sepanjang hidup mereka. Pendidikan karakter membantu siswa membuat keputusan yang baik sepanjang hidup merekPendidikan harus lebih dari sekadar akademis, dan pendidikan karakter menyediakan kerangka kerja non-akademis yang membantu mempersiapkan siswa untuk dunia nyata.


Pendidikan karakter penting karena memberikan kerangka kerja kepada siswa untuk membuat keputusan yang baik sepanjang hidup mereka. Pendidikan karakter membantu siswa membuat keputusan yang baik sepanjang hidup mereka. Pendidikan harus lebih dari sekadar akademis, dan pendidikan karakter menyediakan kerangka kerja non-akademis yang membantu mempersiapkan siswa untuk dunia nyata.


Pendidikan karakter dapat didefinisikan secara luas sebagai upaya untuk mengajar anak-anak dengan cara-cara yang akan membantu mereka berkembang secara beragam sebagai makhluk yang bermoral, berwarganegara, baik, sopan santun, berperilaku baik (dll.). Pendidikan karakter adalah istilah umum yang digunakan secara longgar untuk menggambarkan pengajaran anak-anak tentang nilai-nilai dan moral melalui cerita pribadi atau konten naratif. Program pendidikan karakter kemungkinan akan mencakup semacam sistem untuk mengukur atau melacak kemajuan siswa dalam mencapai tujuan tertentu.


Pendidikan karakter juga dapat melibatkan pengajaran kepada siswa bagaimana berperilaku dalam masyarakat dengan menekankan standar perilaku sosial daripada prestasi akademik sebagai tujuan utama sekolah. Banyak sekolah telah mengadopsi pendekatan ini sebagai cara untuk mengurangi penindasan dengan mempromosikan empati di antara siswa mereka. Salah satu penggunaan yang paling umum mengacu pada pendekatan yang menganjurkan pengajaran karakter 'baik' melalui pemodelan peran oleh guru dan penguatan positif.


Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara:

  1. Guru memiliki ekspektasi yang tinggi untuk semua siswa termasuk dirinya sendiri.
  2. Guru mencontohkan sendiri perilaku yang baik, dan memperkuatnya dengan pujian dan penghargaan (seperti hak istimewa).
  3. Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk membantu orang lain, seperti memastikan setiap orang mendapat kesempatan untuk pergi pertama atau terakhir selama kegiatan, dll.


Pendidikan karakter merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah mana pun. Ketika anak-anak diajarkan nilai-nilai yang benar di usia muda, mereka akan mampu membuat keputusan yang baik sepanjang hidup dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Sekolah yang menawarkan program semacam ini akan membantu siswa mengembangkan kualitas pribadi yang lebih baik daripada sekolah yang tidak memiliki instruksi semacam itu di kelas mereka.


Periode Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Periode Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Periode Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Periode Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Indonesia adalah negara demokrasi bisa dilihat dari alur sejarah politik di Indonesia, yaitu: Pemerintahan masa revolusi kemerdekaan Indonesia (1945-1949) Pemerintahan parlementer (1949-1959) Pemerintahan demokrasi terpimpin (1959-1965) Pemerintahan orde baru (1965-1998) Pemerintahan orde reformasi (1998-sekarang) Berikut ini pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada masa reformasi (1998-sekarang)

Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada periode 1945-1949

Pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan ini (1945 - 1949), pelaksanaan demokrasi baru terbatas pada berfungsinya pers yang mendukung revolusi kemerdekaan. Sedangkan elemen-elemen demokrasi yang lain belum sepenuhnya terwujud, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Hal ini dikarenakan pemerintah harus memusatkan seluruh energinya bersama-sama rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan negara, agar negara kesatuan tetap hidup. Meskipun tidak banyak catatan sejarah yang menyangkut perkembangan demokrasi pada periode ini, akan tetapi pada periode tersebut telah diletakkan hal mendasar bagi perkembangan demokrasi di Indonesia untuk masa selanjutnya.


  1. Pertama, pemberian hak-hak politik secara menyeluruh. Para pembentuk negara, sudah sejak semula, mempunyai komitmen yang sangat besar terhadap demokrasi, sehingga begitu kita menyatakan kemerdekaan dari pemerintah kolonial Belanda, semua warga negara yang sudah dianggap dewasa memiliki hak politik yang sama, tanpa ada diskriminasi yang bersumber dari ras, agama, suku dan kedaerahan. 
  2. Kedua, presiden yang secara konstitusional ada kemungkinan untuk menjadi seorang diktator, dibatasi kekuasaanya ketika Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk untuk menggantikan parlemen.
  3. Ketiga, dengan maklumat Wakil Presiden, maka dimungkinkan terbentuknya sejumlah partai politik yang kemudian menjadi peletak dasar bagi sistem kepartaian di Indonesia untuk masamasa selanjutnya dalam sejarah kehidupan politik kita. 


Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia periode 1949-1959

Periode kedua pemerintahan negara Indonesia merdeka berlangsung dalam rentang waktu antara tahun 1949 sampai 1959. Pada periode ini terjadi dua kali pergantian undang-undang dasar. Pertama, pergantian UUD 1945 dengan Konstitusi RIS pada rentang waktu 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agutus 1950. Dalam rentang waktu ini, bentuk Negara kita berubah dari kesatuan menjadi serikat, system pemerintahan juga berubah dari presidensil menjadi quasi parlementer.


Kedua, pergantian Konstitusi RIS dengan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 pada rentang waktu 17 Agutus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959. Periode pemerintahan ini bentuk negara kembali berubah menjadi negara kesatuan dan sistem pemerintahan menganut system parlementer. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada periode 1949 sampai dengan 1959, negara kita menganut demokrasi parlementer.


Masa demokrasi parlementer merupakan masa kejayaan demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen demokrasi dapat kita temukan perwujudannya dalam kehidupan politik di Indonesia.

  1. Pertama, lembaga perwakilan rakyat atau parlemen memainkan peranan yang sangat tinggi dalam proses politik yang berjalan.
  2. Kedua, akuntabilitas (pertanggungjawaban) pemegang jabatan dan politisi pada umumnya sangat tinggi.
  3. Ketiga, kehidupan kepartaian boleh dikatakan memperoleh peluang yang sebesar-besarnya untuk berkembang secara maksimal.
  4. Keempat, sekalipun Pemilihan Umum hanya dilaksanakan satu kali yaitu pada 1955, tetapi Pemilihan Umum tersebut benar-benar dilaksanakan dengan prinsip demokrasi
  5. Kelima, masyarakat pada umumnya dapat merasakan bahwa hak-hak dasar mereka tidak dikurangi sama sekali, sekalipun tidak semua warga negara dapat memanfatkannya dengan maksimal.
  6. Keenam, dalam masa pemerintahan parlementer, daerah-daerah memperoleh otonomi yang cukup bahkan otonomi yang seluas-luasnya dengan asas desentralisasi sebagai landasan untuk berpijak dalam mengatur hubungan kekuasaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Akan tetapi, kesuksesan tersebut tidak berumur panjang. Demokrasi parlementer hanya bertahan selama sembilan tahun seiring dengan dikeluarkannya dekrit oleh Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 yang membubarkan Konstituante dan kembali pada UUD 1945.


Presiden menganggap bahwa demokrasi parlementer tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat gotong royong, sehingga beliau menganggap bahwa sistem demokrasi ini telah gagal mengadopsi nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.


Penyebab kegagalan pada demokrasi parlementer:

  1. Pertama, munculnya usulan presiden yang dikenal dengan konsepsi presiden untuk membentuk pemerintahan yang bersifat gotong royong yang melibatkan semua kekuatan politik yang ada termasuk Partai Komunis Indonesia.
  2. Kedua, Dewan Konstituante mengalami jalan buntu untuk mencapai kesepakatan merumuskan ideologi nasional, karena tidak tercapainyatitik temu antara dua kubu politik, yaitu kelompok yang menginginkan Islam sebagai ideologi negara dan kelompok lain menginginkan Pancasila sebagai ideologi negara.
  3. Ketiga, dominanya politik aliran, sehingga membawa Konsekuensi terhadap pengelolaan konflik
  4. Keempat, basis sosial ekonomi yang masih lemah.


Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada Periode 1959-1965

Demokrasi terpimpin merupakan pembalikan total dari proses politik yang berjalan pada masa demokrasi parlementer. Apa yang disebut dengan demokrasi tidak lain merupakan perwujudan kehendak kehendak presiden dalam rangka menempatkan dirinya sebagai satu-satunya institusi yang paling berkuasa di Indonesia. Adapun karakteristik yang utama dari perpolitikan pada era demokrasi terpimpin adalah:

  1. Mengaburnya sistem kepartaian
  2. Dengan terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong  (DPR-GR), peranan lembaga legislatif dalam sisem politik  nasonal menjadi lemah.
  3. Hak dasar manusia menjadi sangat lemah. 
  4. Masa demokrasi terpimpin adalah masa puncak dari semangat anti kebebasan pers. Sejumlah surat kabar dan majalah diberangus oleh pemerintah seperti misalnya Harian Abadi dari Masyumi dan Harian Pedoman dari PSI.
  5. Sentralisasi kekuasaan yang semakin dominan dalam proses hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. 


Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Pada Periode 1965-1998  

Era baru dalam pemerintahan dimulai setelah melalui masa transisi yang singkat yaitu antara tahun 1966-1968, ketika Jenderal Soeharto dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Era yang kemudian dikenal sebagai Orde Baru.


dengan konsep Demokrasi Pancasila. Visi utama pemerintahan Orde Baru ini adalah untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.


Karakteristik demokrsi Pancasila ala orde baru yang berdasarkan pada indikator deokrasi:

  1. Rotasi kekuasaan eksekutif boleh dikatakan hampir tidak Pernah terjadi, kecuali pada jajaran yang lebih rendah.
  2. Rekruitmen politik bersifat tertutup. Rekruitmenpolitik merupakan proses pengisian jabatan politik di dalam penyelenggaraanpemerintah negara baik itu untuk lembaga eksekutif (pemerintah pusat maupun daerah), legislatif (MPR, DPR, dan DPRD) maupun lembaga yudikatif (Mahkamah Agung)
  3. Pemilihan Umum
  4. Pelaksanaan hak dasar warga negara


Pelaksanaan Demkrasi di Indonesia Pada peroiode 1998-Sekarang

Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru pada akhirnya membawa Indonesia kepada krisis multidimensi yang di awali dengan badai krisis moneter yang tidak kunjung reda. Krisis moneter tersebut membawa akibat pada terjadinya krisis politik, dimana tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah begitu kecil.


Demokasi yang diterapkan negara kita pada era reformasi ini adalah demokrasi pancasila, tentu saja dengan karakteisti yang berbeda dari orde baru: 

  1. Pemilu yang dilaksanakan jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya
  2. Rotasi kekuasan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa
  3. Pola rekrutmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka dimana setiap warga negara yan mampu dan memenuhi syarat dapat menduduki jabatan politik tersebut tanpa adanya diskriminasi 
  4. Sebagian besar hak dasar rakyat bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.  


Penerapan Demokrasi di Indonesia

Penerapan Demokrasi di Indonesia

Penerapan Demokrasi di Indonesia

Penerapan Demokrasi di Indonesia

Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila

Ahmad Sanusi dalam tulisannya yang berjudul Memberdayakan Masyarakat dalam Pelaksanaan 10 Pilar Demokrasi (2006: 193-205), mengutarakan 10 pilar demokrasi konstitusional Indonesia menurut Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu:

  1. Demokrasi yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, seluk beluk sistem serta perilaku dalam menyelenggarakan kenegaraan RI harus taat asas, konsisten, atau sesuai dengan nilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Demokrasi dengan kecerdasan. Artinya, mengatur dan menyelenggarakan demokrasi menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 itu bukan dengan kekuatan naluri, kekuatan otot, atau kekuatan massa semata-mata.
  3. Demokrasi yang berkedaulatan rakyat. Artinya, kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat 
  4. Demokrasi dengan rule of law. Artinya kekuasaan negara Repubik Indonesia itu harus mengandung, melindungi, serta mengembangkan kebenaran hukum bukan demokrasi ugal-ugalan, demokrasi dagelan, demokrasi manipulatif.
  5. Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan negara. Artinya, demokrasi menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bukan saja mengakui kekuasaan negara. Republik Indonesia yang tidak tak terbatas secara hukum, melainkan juga demokrasi itu dikuatkan dengan pemisahan kekuasaan negara dan diserahkan kepada badan-badan negara yang bertanggung jawab.
  6. Demokrasi dengan hak asasi manusia, Artinya, demokrasi menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengakui hak asasi manusia yang tujuannya bukan saja menghormati hak-hak asas tersebut, melainkan terlebih-lebih untuk meningkatkan martabat dan derajat manusia seutuhnya.
  7. Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka. Artinya, demokrasi menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menghendaki diberlakukannya sistem pengadilan yang merdeka (independen) yang memberi peluang seluas-luasnya kepada semua pihak yang berkepentingan untuk mencari dan menemukan hukum yang seadil-adilnya.
  8. Demokrasi dengan otonomi daerah. Artinya, otonomi daerah merupakan pembatasan terhadap kekuasaan negara, khususnya kekuasaan legislatif dan eksekutif di tingkat pusat, dan lebih khusus lagi pembatasan atas kekuasaan presiden
  9. Demokrasi dengan kemakmuran. Artinya, demokrasi itu bukan hanya soal kebebasan dan hak, bukan hanya soal kewajiban dan tanggung jawab, bukan pula hanya soal mengorganisir kedaulatan rakyat atau pembagian kekuasaan kenegaraan.
  10. Demokrasi yang berkeadilan sosial. Artinya, Demokrasi menurut Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menggariskan keadilan sosial di antara berbagai kelompok, golongan, dan lapisan masyarakat.

Demokrasi Pancasila mengandung beberapa nilai moral yang bersumber dari pancasila, yaitu :

  1. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia
  2. Keseimbangan antara hak dan kewajiban
  3. Pelaksanaan kebebasan yang dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, dan orang lain
  4. Mewujudkan rasa keadilan sosial
  5. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat
  6. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan


Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

Dalam sudut pandang normatif, demokrasi merupakan sesuatu yang secara ideal hendak dilakukan atau diselenggarakan oleh sebuah negara, seperti misalnya kita mengenal ungkapan “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”. Ungkapan normatif tersebut biasanya diterjemahkan dalam konstitusi pada masing-masing negara, misalnya dalam Undang-Undang Dasar 1945 bagi pemerintahan Republik Indonesia.

apakah suatu sistem pemerintahan adalah sistem yang demokratis atau tidak, dapat dilihat dari indikator-indikator yang dirumuskan oleh Affan Gaffar dalam bukunya yang berjudul Politik Indonesia; Transisi Menuju Demokrasi (2004:7-9) berikut ini:

  1. Akuntabilitas. Dalam demokrasi, setiap pemegang jabatan yang dipilih oleh rakyat harus dapat mempertanggung jawabkan kebijaksanaan yang hendak dan telah ditempuhnya.
  2. Rotasi Kekuasaan. Dalam demokrasi, peluang akan terjadinya rotasi kekuasaan harus ada dan dilakukan secara teratur dan damai
  3. Rekruitmen politik yang terbuka. Untuk memungkinkan terjadinya rotasi kekuasaan, diperlukan satu sistem rekruitmen politik yang terbuka. 
  4. Pemilihan Umum. Dalam suatu negara demokrasi, pemilu dilaksanakan secara teratur. Pemilu merupakan sarana untuk melaksanakan rotasi kekuasaan dan rekruitmen politik.
  5. Pemenuhan hak-hak dasar. Dalam suatu negara yang demokratis, setiap warga negara dapat menikmati hak-hak dasar mereka secara bebas, termasuk didalamnya hak untuk menyatakan pendapat, hak untuk berkumpul dan berserikat serta hak untuk menikmati pers yang bebas.


Dinamika Pelanggaran Hukum

Dinamika Pelanggaran Hukum

Dinamika Pelanggaran Hukum

Dinamika Pelanggaran Hukum

Berbagai Kasus Pelanggaran Hukum

Pelanggaran hukum disebut juga perbuatan melawan hukum, yaitu tindakan seseorang yang tidak sesuai atau bertentangan dengan aturan-aturan yang berlaku. Dengan kata lain, pelanggaran hukum merupakan pengingkaran terhadap kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh peraturan atau hukum yang berlaku. Pelanggaran hukum  merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum. Penyebab ketidakpatuhan terhadap hukum :

  1. Pelanggaran hukum oleh si pelanggar sudah dianggap sebagai kebiasaan.
  2. Hukum yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kehidupan.

Berikut contoh perilaku yang bertentangan dengan aturan :
Dalam lingkungan keluarga :

  1. mengabaikan perintah orang tua;
  2. mengganggu kakak atau adik yang sedang belajar;
  3. ibadah tidak tetap waktu;
  4. menonton tayangan yang tidak boleh ditonton oleh anak-anak;
  5. nonton tv sampai larut malam; dan
  6. bangun kesiangan.


Dalam lingkungan sekolah :

  1. menyontek ketika ulangan;
  2. datang ke sekolah terlambat;
  3. bolos mengikuti pelajaran;
  4. tidak memperhatikan penjelasan;
  5. berpakaian tidak rapi dan tidak sesuai dengan yang ditentukan sekolah.


Dalam lingkungan masyarakat :

  1. mangkir dari tugas ronda malam;
  2. tidak mengikuti kerja bakti dengan alasan yang tidak jelas;
  3. main hakim sendiri;
  4. mengonsumsi obat-obat terlarang;
  5. melakukan tindakan diskriminasi kepada orang lain;
  6. melakukan perjudian; dan
  7. membuang sampah sembarangan.


Dalam lingkungan bangsa dan Negara :

  1. Tidak memiliki KTP;
  2. Tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas;
  3. Melakukan tidak pidana seperti pembunuhan, perampokan, dan sebagainya;
  4. Melakukan aksi teror terhadap alat-alat kelengkapan Negara;
  5. Tidak berpartisipasi pada kegiatan pemilihan umum; dan 
  6. Merusak fasilitas negara dengan sengaja.

Macam-Macam Sanksi atas Pelanggaran Hukum

Sanksi terhadap pelanggaran sangat banyak ragamnya. Sifat dan jenis saksi dari setiap norma atau hukum berbeda satu sama lainnya. Akan tetapi, dari segi tujuannya sama, yaitu untuk mewujudkan ketertiban dalam masyarakat.

Norma Agama 

  1. Pengertian :  Petunjuk hidup yang bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-utusan-Nya (Rasul/Nabi) yang berisi perintah, larangan atau anjuran-anjuran. 
  2. Contoh : Beribadah, Tidak berjudi, Suka beramal
  3. Sanksi : Tidak langsung, karena akan diperoleh setelah meninggal dunia (pahala atau dosa)

Norma Kesusilaan

  1. Pengertian : Pedoman pergaulan hidup yang bersumber dari hatinurani manusia tentang baik buruknya suatu perbuatan.
  2. Contoh : Berlaku jujur, Menghargai orang lain
  3. Sanksi : Tidak tegas, karena hanya diri sendiri yang merasakan (merasa bersalah, malu, dan sebagainya.

Norma Kesopanan

  1. Pengertian : Pedoman hidup yang timbul dari hasil pergaulan manusia di dalam masyarakat.
  2. Contoh : Menghormati orang yang lebih tua, Tidak berkata kasar, Menerima dengan tangan kanan
  3. Sanksi : Tidak tegas, tetap dapat diberikan oleh mayarakat dalam bentuk celaan, cemoohan atau pengucilan dalam pergaulan.

Norma Hukum

  1. Pengertian : Pedoman hdup yang dibuat oleh badan yang berwenangyang bertujuan untuk mengatur manusia dalam kehidupan brbangsa dan bernegara (berisi perintah dan larangan).
  2. Contoh : Harus tertib, Harus sesuai prosedur, Dilarang mencuri 
  3. Sanksi : Tegas dan nyata serta mengikat dan memaksa bagi setiap orang tanpa terkecuali.

Partisipasi dalam Perlindungan dan Penegakan Hukum

Ketaatan dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku merupakan konsep nyata dalam diri seseorang yang diwujudkan dalam perilaku yang sesuai dengan sistem hukum yang berlaku. Kepatuhan hukum mengandung arti bahwa seseorang memiliki kesadaran untuk :
  1. Memahami dan menggunakan peraturan perundangan yang berlaku ;
  2. Mempertahankan tertib hukum yang ada ; dan 
  3. Menegakkan kepastian hukum.

Ciri-ciri seseorang yang berperilaku sesuai dengan hukum yang berlaku :
  1. Disenangi oleh masyarakat pada umumnya ;
  2. Tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain ;
  3. Tidak menyinggung perasaan orang lain ;
  4. Menciptakan keselarasan ;
  5. Mencerminkan sikap sadar hukum ;
  6. Mencerminkan kepatuhan terhadap hukum.

Contoh perlaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku

Dalam kehidupan di lingkungan keluarga

  1. Mematuhi perintah orang tua.
  2. Ibadah tepat waktu.
  3. Menghormati anggota keluarga.
  4. Melaksanakan aturan yang dibuat dan disepakati keluarga.

Dalam kehidupan di lingkungan sekolah

  1. Menghormati kepala sekolah, guru, dan karyawan lainnya.
  2. Memakai pakaian seragam yang telah ditentukan.
  3. Tidak menyontek ketika ulangan.
  4. Memperhatikan penjelasan guru.
  5. Mengikuti pelajaran sesuai dengan jadwal yang berlaku.

Dalam kehidupan di lingkungan masyarakat

  1. Melaksanakan setiap norma yang berlaku di masyarakat.
  2. Bertugas ronda.
  3. Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti.
  4. Menghormati keberadaan tetangga disekitar rumah.
  5. Tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan kekacauan di masyarakat.
  6. Membayar  iuran warga.

Dalam kehidupan di lingkungan bangsa dan negara

  1. Bersikap tertib ketika berlalu lintas di jalan raya.
  2. Memiliki KTP sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Memiliki SIM sesuai ketentuan yang berlaku.
  4. Ikut serta dalam kegiatan pemilihan umum.
  5. Membayar pajak.
  6. Membayar retribusi parkir.





Peran Lembaga Penegak hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian

Peran Lembaga Penegak hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian

Lembaga Penegak Hukum

Peran Lembaga Penegak hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian

Peran Kepolisian Republik Indonesia (POLRI)

Kepolisian Republik Indonesia atau yang sering disingkat Polri merupakan lembaga negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharnya keamanan dalam negeri.


Penangganan tindak pidana yang diatur dalam KUHAP, Polri sebagai penyidik utama yang menangani setiap kejahatan secara umum dalam rangka menciptakan keamanan dalam negeri, Pasal 16 UU RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, telah menetapkan kewenangan sebagai berikut:

  1. Melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan.
  2. Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan peyidikan.
  3. Membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan.
  4. Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan mananyakan serta memeriksa tanda pengenal diri.
  5. Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat.
  6. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi.
  7. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara.
  8. Mengadakan pemberhentian penyidikan.
  9. Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum.
  10. Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi
  11. Memberikan petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai sipil.
  12. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab, yaitu penyidikan dengan syarat:

    • tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum,
    • selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan,
    • harus patut, masuk akal, dan termasuk dalam lingkungan jabatannya,
    • pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa, dan
    • menghormati HAM.


Peran Kejaksaan Republik Indonesia

Kejaksaan Republik Indonesia adalah lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan negara, khususnya di bidang penentuan. Pelaku pelanggaran pidana yang akan dituntut adalah yang benar bersalah dan telah memenuhi unsur- unsur tindak pidana yang disangkakan dengan didukung oleh barang bukti yang cukup dan didukung oleh minimal 2 orang saksi

Tugas dan wewenang Kejaksaan

Bidang Pidana

  1. Melakukan penuntutan.
  2. Melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  3. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat.
  4. Melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang- undang.
  5. Melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik.

Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

  1. Kejaksaan, dengan kuasa khusus, dapat bertindak, baik di dalam maupun di luar pengadilan, untuk dan atas nama negara atau pemerintahan.

Bidang Ketertiban dan Ketenteraman Umum

  1. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat.
  2. Pengamanan kebijakan penegak hukum.
  3. Pengawasan peredaran barang cetakan.
  4. Pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara.
  5. Pencegahan penyalahgunaan dan/ penodaan agama.
  6. Penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal.


Peran Hakim Sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman


Dalam Bidang Ketertiban dan Ketenteraman Umum

  1. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat.
  2. Pengamanan kebijakan penegak hukum.
  3. Pengawasan peredaran barang cetakan.
  4. Pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara.
  5. Pencegahan penyalahgunaan dan/ penodaan agama.
  6. Penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal.

Dalam Bidang Ketertiban dan Ketenteraman Umum

  1. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat.
  2. Pengamanan kebijakan penegak hukum.
  3. Pengawasan peredaran barang cetakan.
  4. Pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara.
  5. Pencegahan penyalahgunaan dan/ penodaan agama.
  6. Penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal.

Peradilan hukum dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:

  1. Hakim pada MA yang disebut dengan Hakim Agung.
  2. Hakim pada badan peradilan yang berada dibawah Mahkamah Agung, yaitu dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan hakim pada pengadilan khusus yang berada dalam lingkungan peradilan tersebut.
  3. Hakim pada Mahkamah Konstitusi yang disebut dengan Hakim Konstitusi.

Peran Advokat dalam Penegakan Hukum

Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Jasa hukum berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, membela, mendampingi, dan melakukan tindakan hukum.
Melalui jasa hukum, advokat menjalankan tugas profesi demi tegaknya keadilan berdasarkan hukum, untuk kepentingan masyarakat mencari keadilan, termasuk usaha memberdayakan masyarakat dalam menyadari hak-hak fundamental mereka di depan hukum.

Peran Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)

KPK adalah sebuah komisi yang dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang RI N0. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tujuan KPK adalah untuk mengatasi, menanggulangi, dan memberantas korupsi.

Tugas KPK :

  1. Koordinasi dengan instasi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  2. Supernisi terhadap instasi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  3. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidan korupsi.
  4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi.
  5. Melakukan monitor terhadap penyelenggaran pemerintah Negara.

Kewenangan KPK :

  1. Mengoordinasi penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidan korupsi.
  2. Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  3. Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instasi terkait.
  4. Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instasi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  5. Meminta laporan instasi terkait pencegahan tindak pidana korupsi.

Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, KPK berpedoman pada asas sebagai berikut.

  1. Kepastian hukum, yakni asas dalam Negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan  menjalankan tugas dan wewenang KPK.
  2. Keterbukaan, yakni asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang kinerja KPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
  3. Akuntabilitas, yakni asas yang menetukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan KPK harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Kepentingan umum, yakni asas yeng mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.
  5. Proporsionalitas, yakni asas yang mengutamakan keseimbangan antara tugas, wewenang, tanggung jawab, dan kewajiban KPK.