Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Peralatan Kemah Pramuka

Peralatan Kemah Pramuka

Peralatan Kemah Pramuka


Peralatan kemah pramuka adalah peralatan yang digunakan dalam kegiatan perkemahan. Mau berkemah? Pahami dulu apa tujuan berkemah, apakah sekedar rekreasi atau berkemah dengan banyak acara kegiatan. Lalu apa saja yang harus dibawa?

Peralatan Kemah Pramuka

Dan perlengkapan kemah pramuka tersebut adalah:

  1. Ransel, gunakan ransel yang ringan dan anti air.
  2. Pakaian perjalanan; bawalah pakaian dengan bahan yang kuat dan mempunyai banyak kantong.
  3. Pakaian tidur; selain training pack, bawa juga sarung untuk penahan dingin dan sholat, bagi yang beragama islam.
  4. Jaket tebal, dari bahan nilon berlapis kain dan berponco.
  5. Kantung tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras).
  6. Pakaian cadangan; masukan dalam plastic.
  7. Peralatan makan; piring, sendok, garpu, gelas/mug, tempat air.
  8. Peralatan mandi; gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi, sandal, handuk.
  9. Peralatan masak; misting, kompor spiritus, kompor paraffin.
  10. Sepatu; gunakan sepatu yang menutupi mata kaki.
  11. Kaos kaki; membawa cadangan kaos kaki dan simpan dalam plastic.
  12. Sarung tangan; untuk pelindung dan penahan dingin.
  13. Topi.
  14. Senter; selain utnuk penerangan, berguna juga untuk memberi isyarat.
  15. Peluit; berguna untuk berkomunikasi.
  16. Korek api; baik itu korek api gas atau korek api kayu dan simpan dalam tabung bekas film agar aman.
  17. Ponco; berguna untuk jas hujan, tenda darurat, alat tidur dan lain-lain. Jika tidak ada ponco, bawalah plastic tebal selebar taplak meja.
  18. Obat-obatan pribadi.

 


Kalau kita berkemah, ya tentu saja harus bawa tenda dan sebelum berangkat tenda diperiksa dahulu apakah masih bagus atau sudah banyak dengan lubang/ robek. Berapa kebutuhan tali dan pasak serta tongkat/ bambo untuk mendirikan tenda. Jika Kotor tenda harus dicuci dahulu, agar dapat ditempati dengan nyaman dan sehat. Sebelum berangkat, perlengkapan/ barang di cek, jangan ada yang teringgal.


Dalam berkemah harus tahu tujuan, kebutuhan, kondisi dan situasi saat ini. Waktu lama berkemah, dan lokasi tujuan ikut menentukan barang apa saja yang harus dibawa, jadi sebaiknya disesuaikan, tidal semua barang harus dibawa, nanti malah dikira orang mau pindahan rumah? Demikian materi peralatan kemah pramuka.

Kegiatan dan Latihan Pramuka Pandega

Kegiatan dan Latihan Pramuka Pandega

Kegiatan dan Latihan Pramuka Pandega


Kegiatan dan Latihan Pramuka Pandega adalah latihan yang dilaksanakan oleh pramuka golongan pandega. Pramuka Pandega yang merupakan tingkat tertinggi sebagai Anggota Dewasa Pramuka memiliki kegiatan yang tak jauh berbeda dengan Pramuka Penegak, hanya saja karena secara jenjang umur dan tingkat kedewasaan pramuka pandega bisa mengeksplasi kegiatan dengan lebih baik.

Kegiatan dan Latihan Pramuka Pandega


Kegiatan dan Latihan Pramuka Pandega

  • Kegiatan Pandega adalah kegiatan yang kreatif, berkarakter, dinamis, progresif, menantang, bermanfaat bagi diri dan masyarakat lingkungannya. Kegiatan Pandega berasal dari Pandega, oleh Pandega, dan untuk Pandega, walaupun tetap di dalam tanggungjawab Pembina Pandega.
  • Materi latihan pada hakekatnya meliputi semua aspek hidup, nilai-nilai dan keterampilan. Materi dikemas sehingga memenuhi 4 H sebagaimana yang dikemukakan oleh Baden Powell yakni: Health (kesehatan jiwa dan raga). Happiness (Kebahagiaan yang meliputi 3 indikator yakni: kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran), Helpfulness (tolong-menolong/gotong-royong sebagai kepribadian bangsa), Handicraft (hasta karya atau adanya produk yang dihasilkan).
  • Materi latihan datang dari hasil rapat Dewan Pandega, namun Pembina sebagai konsultan dapat menawarkan program-program baru yang lebih bermakna, menarik, dan bermanfaat.


  • Proses penyampaian materi bagi Pandega adalah:

Learning by doing (meliputi: Learning to know, learning to do dan learning to live together).

Learning to be (meliputi: Learning by teaching; Learning to serve; Serving to earn).


  • Kewajiban utama seorang Pandega adalah membina diri sendiri agar dapat berdiri sendiri, tidak menjadi beban orang lain, dan dapat melakukan pekerjaan yang merupakan usaha mempersiapkan diri dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, untuk dapat berbakti. Bakti Pandega di dalam Satuan Pramuka adalah sebagai instruktur keterampilan, membantu Pembina dalam latihan golongan Siaga, Penggalang atau Penegak. Bakti Pandega di masyarakat adalah memberikan penyuluhan-penyuluhan, menyelenggarakan lomba kebersihan di masyarakat, lomba kegiatan untuk anak-anak di desa, kegiatan gotong royong atau kerja bakti, membantu usaha sosial, membangun kelompok-kelompok olah raga, kesenian, dan lainnya.
  • Di dalam latihan, dapat dilakukan pemenuhan/pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Pramuka Garuda (SPG), dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK). SKU dan SPG merupakan standar nilai-nilai dan keterampilan yang dicapai oleh seorang Pramuka. Sedangkan SKK adalah standar kompetensi Pramuka berdasarkan peminatannya, oleh karena itu tidak semua SKK yang tersedia dianjurkan untuk dicapai. Hasil pendidikan dan pelatihan Pramuka Pandega dilihat dari SKU - SPG yang dicapai dan SKK yang diraih. SKU Pandega mempunyai satu tingkatan, yakni Pandega. Setelah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Pandega seorang Pandega diperkenankan menempuh Pramuka Garuda (SPG) yang dalam pramuka internasional disebut Eagle Scout. Di tingkat internasional ada perkumpulan Pramuka yang telah mencapai Eagle Scout yang disebut ATAS (Association of Top Achievement Scout).
  • Secara garis besar kegiatan Pandega dibagi menjadi kegiatan latihan rutin dan kegiatan insidental.

Demikian materi tentang Kegiatan dan Latihan Pramuka Pandega. Terima kasih!

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka merupakan tanda yang diberikan kepada peserta didik sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan seorang peserta didik dalam suatu bidang tertentu. TKK bersifat opsional bagi peserta didik, sehingga seorang peserta didik dapat memiliki TKK yang berbeda dari peserta didik lain. Tanda Kecakapan Khusus (TKK) kini berjumlah puluhan dan terus bertambah sesuai dengan pertumbuhan teknologi dan skill dari zaman ke zaman secara update.

 

Kali ini admin www.jumankera.com akan membahas mulai dari sedikit penggunaan TKK hingga perbedaan warna TKK berdasarkan jenis TKK, tingkatan TKK dan TKK pada jenjang Golongan Pramuka yang terdiri dari Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega.

 

Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka

A. Warna Tanda Kecakapan Khusus Berdasarkan Jenis Bidang Keahlian

Untuk pembagian TKK berdasarkan bidang keahlian ditandai dengan perbedaan WARNA DASAR dari TKK tersebut, berikut adalah pembagian Warna Dasar TKK bidang keahlian dan artinya:

 

Warna PUTIH Untuk TKK Bidang Kesehatan dan Ketangkasan 

  1. TKK Gerak Jalan
  2. TKK Pengamat
  3. TKK Penyelidik
  4. TKK Perenang
  5. TKK Juru Layar
  6. TKK Juru Selam
  7. TKK Pendayung
  8. TKK Ski Air
  9. TKK Pencak Silat
  10. TKK Posyandu/TKK Keluarga Berencana

 

Warna Kuning Untuk TKK Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi, dan Watak

  1. TKK Salat
  2. TKK Khatib
  3. TKK Qori
  4. TKK Muadzin
  5. TKK Penabung
  6. TKK Doa
  7. TKK Gereja
  8. TKK Pelayanan
  9. TKK Saksi Kristus
  10. TKK Terang Alkitab
  11. TKK Suluh Gereja
  12. TKK Bhakti
  13. TKK Dharmapala
  14. TKK Wicaksana
  15. TKK Dana Punia
  16. TKK Bhakti
  17. TKK Pendidikan KB

 

Warna Hijau Untuk TKK Bidang Keterampilan Teknik Pembangunan

  1. TKK Penjilid Buku
  2. TKK Juru Potret
  3. TKK Juru Kulit
  4. TKK Juru Logam
  5. TKK Penenun
  6. TKK Penangkap Ikan
  7. TKK Juru Kebun
  8. TKK Peternak Ulat Sutera
  9. TKK Peternak Lebah
  10. TKK Peternak Kelinci
  11. TKK Filateli
  12. TKK Pengumpul Lencana
  13. TKK Pengumpul Mata Uang
  14. TKK Pengumpul Tanaman Kering
  15. TKK Pengumpul Tanaman Hidup
  16. TKK Juru Masak
  17. TKK Pecinta Dirgantara
  18. TKK Pembuat Pesawat Model
  19. TKK Pengenal Cuaca
  20. TKK Komunikasi
  21. TKK Penjelajah
  22. TKK Juru Peta
  23. TKK Juru Navigasi Laut
  24. TKK Juru Isyarat Bendera
  25. TKK Pelaut
  26. TKK Pengembara
  27. TKK Petani Padi
  28. TKK Penanam Tanaman Hias
  29. TKK Petani Cabai
  30. TKK Juru Bambu
  31. TKK Juru Anyam
  32. TKK Juru Kayu
  33. TKK Juru Batu
  34. TKK Peternak Itik
  35. TKK Peternak Ayam
  36. TKK Peternak Sapi
  37. TKK Peternak Merpati
  38. TKK Pengumpul
  39. TKK Pengumpul Benda
  40. TKK Pengumpul Hewan
  41. TKK Juru Semboyan
  42. TKK Penjahit
  43. TKK Pengendara Sepeda
  44. TKK Juru Konstruksi Pesawat Udara
  45. TKK Juru Mesin Pesawat Udara
  46. TKK Juru Navigasi Udara
  47. TKK Juru Evakuasi Mesin
  48. TKK Pengenal Pesawat Udara
  49. TKK Juru Isyarat Elektronika
  50. TKK Juru Isyarat Optika
  51. TKK Perencana Kapal
  52. TKK Perahu Motor
  53. TKK Berkemah
  54. TKK Petani Bawang
  55. TKK Petani Tanaman Jalar
  56. TKK Peternak Belut
  57. TKK Peternak Lele
  58. TKK Statistika Keluarga Berencana
  59. TKK Pengatur Ruangan
  60. TKK Pengatur Meja Makan

 

Warna Biru Untuk TKK Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong Royong, Ketertiban, Masyarakat, Perdamaian Dunia, dan Lingkungan Hidup

  1. TKK Pemadam Kebakaran
  2. TKK Pengatur Lalu Lintas
  3. TKK Pengamanan Lingkungan
  4. TKK Penunjuk Jalan
  5. TKK Juru Bahasa
  6. TKK Juru Penerang
  7. TKK Korespondensi
  8. TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
  9. TKK Penyuluh Padi
  10. TKK Keadaan Darurat Udara
  11. TKK Keadaan Darurat Laut
  12. TKK Pembantu Ibu
  13. TKK Pengasuh Anak
  14. TKK Penerima Tamu
  15. TKK Pendaki Gunung
  16. TKK Juru Ukur
  17. TKK Kependudukan
  18. TKK Pendataan Keluarga Berencana
  19. TKK Kesejahteraan Keluarga

 

Warna Merah Untuk TKK Bidang Patriotisme dan Seni Budaya

  1. TKK Dirigen
  2. TKK Penyanyi
  3. TKK Pelukis
  4. TKK Juru Gambar
  5. TKK Pengarang
  6. TKK Pembaca
  7. TKK Pengatur Rumah

 

B. TKK Berdasarkan Tingkatan

Tanda Kecakapan Khusus juga dibedakan menjadi 3 dengan bentuk berbeda

  1. TKK Purwa berbentuk Lingkaran
  2. TKK Madya berbentuk Persegi
  3. TKK Utama berbentuk Persegi 5
  4. *TKK Untuk siaga berbentuk Segitiga berwarna Hijau

 

C. Tingkatan Berdasarkan Satuan Golongan Pramuka

Mudah saja membedakan TKK untuk golongan satuan pramuka, yakni Warna Bordir pada TKK mengikuti warna dasar tanda pengenal pramuka pada umumnya.

  1. TKK siaga berwarna Hijau
  2. TKK penggalang Berbordir Warna Merah
  3. TKK Penegak dan Pandega berbordir Warna Kuning

Pemasangan TKK

TKK dipasang di lengan sebelah kanan baju seragam, dengan dua pilihan pemasangan, yaitu

  1. Melintang, dua jari di bawah lambang Kwartir Daerah/di atas jahitan bawah lengan, atau
  2. Melingkari lambang Kwartir Daerah dengan komposisi dua buah di sebelah kanan lambang Kwartir Daerah, dua buah di sebelah kiri lambang Kwartir Daerah, dan satu buah di bawah lambang Kwartir Daerah.

Untuk gambar dari jenis jenis TKK diatas akan kita update pada artikel selanjutnya karena dikhawatirkan artikel ini terlalu panjang. Nantikan posting dari admin Jumankera masih seputar TKK Pramuka. 

Teknik Penyeberangan Sungai

Teknik Penyeberangan Sungai

Teknik Penyeberangan Sungai


Teknik penyeberangan sungai jika melakukan perjalanan (jalan kaki menyusuri sungai, rawa, dan pantai) pada suatu saat kita akan dihadapkan pada keadaan yang mengharuskan untuk menyeberang. Sebab itu seorang penjelajah harus mempunyai kemampuan untuk menyeberangi sungai dan rawa


Teknik penyeberangan sungai dapat dikategorikan menjadi dua teknik yaitu: teknik penyeberangan sungai tanpa alat dan teknik penyeberangan sungai dengan alat.

Teknik Penyeberangan Sungai


Teknik penyeberangan sungai tanpa alat

Di daerah pegunungan dapat terjadi perubahan yang sangat cepat pada keadaan air sungai. Air hujan dapat mengakibatkan sungai kecil seketika menjadi buas dan berbahaya, karena itu bila kita melihat cuaca yang buruk dan kemudian ragu-ragu untuk menyeberangi sungai maka penyeberangan itu sebaiknya ditunda sampai keadaan memungkinkan untuk di seberangi. Namun bila kita memutuskan untuk tetap melakukan penyeberangan sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:


Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah keadaan tempat penyeberangan secermat mungkin sebelum memilih tempat menyeberang yang terbaik. Pada sungai yang bermuara ke danau, lebih mudah menyeberang dekat muaranya. Kira-kira 0,5 km dari muara biasanya sungai menjadi dalam, tapi arusnya menjadi tidak begitu deras. Setelah tempat teraman ditemukan lantas jangan pernah berpikir untuk mencoba kuatnya arus tanpa pengamanan dari pinggir sungai karena itu akan membahayakan dirimu sendiri.


Pada saat menyeberang jangan membelakangi arus, karena arus dapat membengkokan lutut dan menjatuhkan sehingga kita terseret arus. Selain itu perhatikan pula setiap langkahmu, pastikan satu kaki telah menempati posisi tumpuan yang baik dan jangan berjalan dengan menyilangkan kaki. Pada sungai berarus agak deras dan dalam, jika menyeberang hendaknya berjalanlah dengan posisi badan serong mengikuti arus sungai dan akan sangat menolong bila pinggang membentuk sudut 45 derajat dengan arah arus. Jangan menyeberang dengan cara melompat dari batu yang satu ke batu yang lain, sebab perbuatan ini akan memperbesar kemungkinan tergelincir dan dapat menyebabkan kecelakaan yang fatal. Selain itu tempatkanlah ransel setinggi-tingginya di punggung. Di arus yang deras, batu atau benda berat yang lain dapat ditambahkan kedalam ransel untuk mendapatkan kestabilan. Hal berikutnya adalah sebaiknya jangan melepas sepatu sekalipun menyeberangi sungai kecil dan berhati-hatilah dalam menyeberang apabila berada dalam kelompok yang tidak bisa berenang.


Teknik penyeberangan sungai dengan alat

Teknik ini biasanya dipergunakan jika melibatkan banyak orang dalam kelompok yang melakukan perjalanan dan telah direncanakan terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan. Ada dua macam teknik penyeberangan dengan alat yaitu: penyeberangan basah yaitu penyeberangan yang sebagian badan penyeberang tercelup disungai dan penyeberangan kering dimana seluruh bagian badan penyeberang ada diatas permukaan air.


Penyeberangan basah

Penyeberangan basah dapat dilakukan dengan beberapa teknik yang salah satunya adalah renang survival. Dasar dari renang adalah kemampuan dan kelincahan kita bermain di air, dengan ditunjang oleh pengetahuan tentang sifat air. Dalam renang survival ini kita dapat menggunakan alat yang selalu kita bawa dalam suatu perjalanan atau penjelajahan seperti ponco atau jerigen dan botol air minum.


Ponco

Ponco yang kita kenal sebagai pelindung di waktu hujan, ternyata banyak sekali kegunaanya karena memang direncanakan untuk itu. Salah satu kegunaan ponco pada renang survival adalah sebagai alat pelampung yang dapat dibuat dengan cara mengisi ponco dengan rumput kering, alang-alang atau ranting, dibentuk seperti sebuah bantal kemudian diikat dengan tali. Usahakan mengikat tali serapi mungkin sehingga tidak ada celah yang dapat dimasuki air. Dengan bahan yang baik dan ikatan tali yang rapi akan menghasilkan pelampung yang baik dan tahan lama mengambang di air.

Pada penyeberangan dengan ponco di sungai berarus sedang, kita harus selalu mengusahakan agar posisi ponco tetap mengarah serong ke hilir, supaya kita dapat memanfaatkan arus sungai. Tetapi jangan sampai melepaskan atau menaiki pelampung ini, karena sifatnya hanya sebagai tumpuan sementara, jadi berat badan kita tidak sepenuhnya ditumpukan pada pelampung tersebut.


Jerigen dan botol air minum

Seperti halnya pelampung dari ponco, maka kita juga dapat membuat pelampung dari beberapa buah jerigen dan botol yang biasanya sebagai tempat wadah air minum. Cara membuat pelampung dengan jerigen kecil tidak diikat menjadi satu melainkan di pisah menjadi dua. Jerigen yang satu dihubungkan dengan jerigen yang kedua menggunakan tali, yang gunanya untuk berpegangan sementara untuk jerigen besar (20 liter) dapat dibuat sejenis rakit kecil. Jerigen ini diatur telentang dan ujungnya diikat menjadi satu dengan yang lain.


Penyeberangan kering

Penyeberangan kering dapat dilakukan dengan menggunakan rakit atau perahu dan menggunakan tali. Jika sungai yang akan diseberangi terlalu lebar, cara yang paling aman untuk menyeberangi sungai adalah menggunakan rakit atau perahu. Cara berikutnya adalah dengan menggunakan rentangan tali dimana cara ini digunakan jika sungai yang di seberangi terdapat pada celah sempit dan dalam. Walau cara ini jarang dipakai dalam suatu perjalanan ada baiknya untuk di pelajari.


Teknik penyeberangan sungai dengan satu rentangan tali

Pada prinsipnya pemasangan dan simpul-simpul yang dipakai seperti biasa, dengan catatan tali itu tegang dan kuat. Cara menyeberang dapat dilakukan dengan merayap diatas tali atau menggantung pada tali, tali tubuh di hubungkan pada tali penyeberangan dengan menggunakan carabiner.


Teknik penyeberangan sungai dengan dua rentangan tali

Dengan dua rentangan tali akan lebih mudahkan kita bergerak, karena kita bisa berjalan pada salah satu tali dan berpegangan pada tali lainnya. Posisi tali tidak terhimpit, tetapi letaknya berjarak sekitar satu meter, satu diatas dan satu dibawah sehingga memudahkan kita berjalan ditali.

Seberangilah sungai dengan berhati-hati, meskipun menurut perkiraan bahwa sungai tersebut tidak membahayakan. Amati juga cuaca, ada kemungkinan anda harus menginap sambil menunggu air surut.


Bagaimanapun juga safety tetap diutamakan dalam teknik penyeberangan sungai, apabila belum mampu melakukan sendiri tehnik tersebut sebaiknya didampingi orang yang ahli.

Pusaka Ambalan dan Racana

Pusaka Ambalan dan Racana

Pusaka Ambalan dan Racana

Pusaka Ambalan dan Racana

Pusaka Ambalan dan Racana adalah suatu lambang yang diwujudkan dalam bentuk benda, dapat berupa senjata/ pusaka kebanggaan yang bermakna positif, dipilih melalui musyawarah dan memiliki arti kiasan.


Di lingkungan Ambalan dan Racana, kelengkapan selain adat istiadat sandi dan kibaran cita masih ada satu lagi yakni yang disebut Pusaka Ambalan/ Racana.


Tujuan adanya Pusaka Ambalan dan Racana adalah:

  1. Mendorong daya kreatifitas dalam kehidupan sehari-hari bagi para anggotanya.
  2. Mendorong semangat dalam dalam berbakti, berlatih dan bekerja.
  3. Memiliki jiwa kebanggaan dan kebersamaan sesama anggota.
  4. Mendorong untuk bertindak disiplin, patuh dan dapat mencerminkan kehidupan dalam bermasyarakat yang berbudaya dan maju.

 

Jenis Pusaka ambalan dan racana dapat dipilih berupa: selendang, senjata pelindung, kapak, bambu runcing atau lainnya yang memiliki latar belakang yang bernilai positif.


Misalnya dipilih, Senjata ‘Cakra’ sebuah senjata jenis panah yang diambil dari dunia pewayangan. Senjata ini dianggap senjata yang paling ampuh dan selalu tepat sasaran. Pusaka Cakra ini akan terus melesat dengan cepat dan tidak akan berhenti sebelum tujuan atau sasaran tercapai. Hal ini dapat mencerminkan bahwa Ambalan/ racana tersebut memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia, selalu bersemangat dalam memcapai tujuannnya.


Tata cara penggunaan Pusaka Ambalan dan Racana disesuaikan dengan keinginan dan adat ambalan/ racana dan diatur oleh Ambalan/ racana sendiri, seperti dalam upacara pelantikan atau acara tertentu lainnya.


Mapping / Pemetaan dalam Pramuka

Mapping / Pemetaan dalam Pramuka

Mapping / Pemetaan dalam Pramuka

Mapping / Pemetaan dalam Pramuka sangat penting sekali dipelajari oleh seorang Pramuka, penjelajah, pendaki gunung, pecinta alam ataupun yang lainnya. Proses pembuatan peta disebut juga Kartografi (cartography). Telah mengalami banyak sekali kemajuan, terutama sejak perdang dunia II. Antara lain karena kemajuan tekhnologi (infrared photography dan satelite photography).


Dasar yang paling utama adalah mencari keterangan/ data-data yang penting di daerah yang kita lalui atau amati. Mapping / Pemetaan dalam Pramuka terbagi menjadi:

  1. Peta-pita
  2. Peta Perjalanan
  3. Peta lokasi
  4. Peta Lapangan, dsb.

Peta Pita


Peta Pita (Ribbon Map)

Mapping / Pemetaan dalam Pramuka yang pertama adalah Peta Pita (Ribbon Map). Cara membuat Laporan Peta Pita:

  1. Pada halaman pertama kertas laporan, cantumkan:
  2. Kepada siapa laporan ditujukan
  3. Siapa yang membuat laporan (identitas yang lengkap)
  4. Keterangan / data laporan seperti tanggal pembuatan, cuaca dan sebagainya.

Pada halaman berikutnya, dibuat peta-pita dengan:

a) Halaman menjadi 7 ruang / kolom, untuk:

  1. Nomor
  2. Waktu Perjalanan
  3. Laporan Perjalanan (ditulis dari bawah)
  4. Jarak yang ditempuh (dalam m)
  5. Arah (jurusan 3 angka / kompas)
  6. Gambar peta-pita (untuk bagian sisi kanan dan kiri jalan)
  7. Menulis keterangan-keterangan.

b) Menulis laporan dibuat dari bawah ke atas

c) Setiap berbelok, kita membuat garis pembatas sebagai tanda kita berubah/ berganti arah.

d) Gambar-gambar (tanda-tanda medan) diambil dari tanda-tanda peta Topografi

e) Jika ada hal-hal penting/ bangunan bersejarah yang menarik kita dapat menggambarnya di dalam kertas khusus/ halaman lain.

f) Menghitung jarak dapat menggunakan tongkat atau langkah kaki atau taksiran kita.

Peta Lokasi


Peta Lokasi

Mapping / Pemetaan dalam Pramuka yang kedua adalah peta lokasi. Peta lokasi adalah peta yang menunjukan lokasi / letak suatu daerah / medan / bangunan dan lain-lainnya. Peta tersebut harus dibuat sedemikian rupa, sehingga yang terletak di atas adalah arah yang biasanya ditetapkan dengan tanda panah (menunjuk arah utara)

Peta Lokasi


Peta Perjalanan

Mapping / Pemetaan dalam Pramuka yang ketiga adalah peta perjalanan. Peta perjalanan hampir sama dengan peta pita, tetapi dibuat dalam bentuk yang lain. Pengerjaannya dan cara-caranya tidak jauh berbeda dengan cara-cara pengerjaan laporan peta pita.


Keterangan:

  1. Jarak pada perjalanan diskalakan.
  2. Titik sasaran harus ditetapkan sebelum bergerak
  3. Mulailah membuat peta perjalanan di tengah kertas, dan tandailah tempat permulaan dengan huruf A. kemudian ke tempat kedua B, dst.
  4. Hitung (taksir) jarak yang ditempuh dan rubahlahke dalam skala.
  5. Cantumkan tanda-tanda peta topografi.
  6. Arah utara selalu di atas.

Peta Lapangan


Peta Lapangan

Mapping / Pemetaan dalam pramuka ketiga adalah peta lapangan. Peta lapangan merupakan peta situasi mengenai area di sekitar, untuk menggambarkan bentuk area tersebut. Serupa dengan penggambaran denah, digambarkan tampak atas hanya saja tidak mendetail.

Apa saja yang digambar?

  1. Titik pusat atau titik acuan atau titik O
  2. Titik-titik sudut lapangan/area
  3. Garis batas area, merupakan garis imajiner yang menghubungkan titik-titik sudut lapangan atau area
  4. Arsiran, untuk mempertegas area atau lapangan yang digambar
  5. Objek yang ada di dalam dan di sekitar area tidak digambar.
Terima kasih, demikian materi Mapping / Pemetaan dalam Pramuka. Semoga bermanfaat.

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka merupakan ketangkasan pramuka yang harus dimiliki oleh anggota pramuka dalam kegiatan outdoor untuk memperkirakan lebar sungai.

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka yang pertama adalah mengukur/menaksir lebar sungai dengan ilmu ukur segitiga:

  1. Tetapkan check point A di seberang sungai.
  2. Jadikan tempat kita berdiri sebagai titik B.
  3. Buat sudut 90° dan bergerak ke C sebanyak x langkah (x adalah jumlah langkah).
  4. Lanjutkan melangkah ke D sebanyak ½ x langkah. (1/2 x langkah adalah jumlah langkah
  5. Dari titik D buat sudut 90° dan bergeraklah mundur sambil mengintai ke point A dan C.
  6. tempat berdiri, berada di satu garis lurus.
  7. Berhenti setelah A: C dan E berada di satu garis lurus. (dengan demikian lebar sungai: AB = 2 DE).

 

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka yang kedua adalah mengukur/menaksir lebar sungai dengan ilmu ukur segitiga:

  1. Tetapkan check point A.
  2. Jadikan tempat tegak pada point B.
  3. Menghadap ke kiri dengan sudut 90° kemudian berjalan mundur.
  4. Berhentilah apabila telah dapat membuat sudut 45°, jika di proyeksikan ke titik A.
  5. Titik tersebut dinyatakan sebagai titik C. Dengan demikian maka dalam segitiga ABC diatas, sudut A juga = 45° karena itu sisi AB = BC. Jadi lebar sungai AB = BC.

 

Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka yang ketiga adalah mengukur/menaksir lebar sungai dengan ujung topi:

  1. Dengan pandangan melalui ujung topi, tentukan sebuah check point A di seberang sungai.
  2. Berputarlah ketepi yang lain dengan sikap tubuh dan topi yang sama.
  3. Suruh seorang teman menuju ke titik di hujung pandangan melalui topi tersebut.
  4. Titik tersebut kita anggap C. maka BA = BC = radius.

 

Cara menaksir lebar sungai pramuka yang keempat adalah menaksir Lebar Sungai dengan Permukaan Air yang Tenang/Danau:

  1. Jatuhkan benda berat ke dalam air, misalnya: batu atau sejenisnya
  2. Perhatikan riak air yang berjalan menuju titik C (diseberang).
  3. Perhatikan riak air yang menyentuh titik C yang bersama-sama menyentuh titik B
  4. Ukur jarak antara A dan B.
  5. Jarak A dan B akan sama dengan jara A dan C yang sekaligus menunjukan lebar sungai.

 

Demikian materi tentang Cara Menaksir Lebar Sungai Pramuka. Semoga dapat bermanfaat!

Pramuka Penggalang

Pramuka Penggalang

PRAMUKA PENGGALANG

Golongan pramuka berdasarkan usia peserta didik setelah pramuka siaga adalah pramuka penggalang. Apa itu penggalang, mengapa dinamakan penggalang, kode kehormatannya, pakaian seragam yang dikenakan dan segala sesuatu mengenai golongan peserta didik pramuka ini akan kita bahas. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa berdasarkan usianya, peserta didik pramuka digolongkan dalam empat kelompok yaitu siaga, penggalang, penegak, dan pandega.


Pramuka penggalang merupakan penggolongan sekaligus sebutan bagi anggota pramuka yang telah berusia antara 11 hingga 15 tahun. Seorang pramuka resmi menjadi penggalang selain telah menginjak usia 11 tahun juga telah menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang tingkat Rakit serta mengucapkan trisatya pada upacara pelantikan yang dipimpin oleh pembinanya. Meskipun telah berusia sebelas tahun namun belum menyelesaikan SKU Penggalang Rakit, pramuka tersebut disebut sebagai Tamu Penggalang.


Penggunaan istilah ‘penggalang’, sebagaimana istilah-istilah lainnya dalam kepramukaan, diambil dari romantisme sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kata ‘penggalang’ merujuk kepada ‘masa penggalangan persatuan dan kesatuan bangsa’ yang sitandai dengan berlangsungnya Konggres Pemuda Indonesia yang kemudian menghasilkan ‘Sumpah Pemuda’ pada tanggal 28 Oktober 1928.


Pramuka Penggalang


Kode Kehormatan Pramuka Penggalang

Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas janji (satya) dan ketentuan moral (darma). Janji penggalang disebut ‘Trisatya’ sedangkan ketentuan moralnya dinamakan ‘Dasadarma’. Trisatya terdiri atas tiga butir janji sedangkan Dasadarma memuat 10 butir sikap yang kesemuanya musti ditepati dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari..


Pengorganisasian Pramuka Penggalang

Satuan terkecil pramuka penggalang disebut ‘regu’ yang terdiri atas 5 s.d 10 anggota. Regu putra dinamai dengan menggunakan nama hewan atau alat-alat yang berguna seperti Regu Rajawali, Regu Harimau, atau Regu Traktor. Sedangkan regu putri dinamai dengan nama tumbuhan atau bunga semisal Regu Melati, Regu Kenanga, atau Regu Mawar. Setiap regu dipimpin oleh Pemimpin Regu yang disingkat ‘Pinru’ dan dibantu seorang wakil yang dinamai Wakil Pemimpin Regu atau disingkat ‘Wapinru’. Pinru mempunyai hak dan kewajiban antara lain: membantu pembina dalam melatih anggota regunya, merencanakan kegiatan bagi regunya, memilih wakil pemimpin regu, menjadi anggota Dewan Penggalang, serta memilih Pemimpin Regu Utama (Pratama). 


Empat regu dihimpun dalam satuan yang lebih besar yang dinamakan ‘pasukan’. Pasukan dipimpin oleh seorang Pemimpin Regu Utama atau disebut Pratama. Pratama sendiri dipilih dari dan oleh para pimpinan regu anggota pasukan tersebut. Dalam kegiatannya, pasukan dibimbing oleh seorang pembina penggalang dengan dibantu oleh dua pembantu pembina. Berbeda dengan siaga, pembina dan pembantu pembina penggalang dipanggil dengan sebutan ‘kakak’ baik untuk putra maupun putri.


Dalam pasukan juga dibentuk ‘Dewan Pasukan Penggalang’ atau ‘Dewan Penggalang’. Dewan ini bertugas mengurus dan mengatur kegiatan-kegiatan Pasukan Penggalang serta mengurusi tata tertib dan tata usaha Pasukan. Dewan Penggalang beranggotakan semua Pemimpin Regu dan Wakil Pemimpin Regu dalam sebuah pasukan yang diketuai oleh Pratama. Sedangkan pembina dan pembantu pembina bertindak sebagai penasehat dan pembimbing namun mempunyai hak untuk mengambil keputusan akhir.

Cara-Cara Menaksir dalam Pramuka

Cara-Cara Menaksir dalam Pramuka

Cara-Cara Menaksir dalam Pramuka

Berikut mari kita belajar tentang Cara-Cara Menaksir dalam Pramuka. Menaksir itu adalah mengira-ngira. Oleh karena itu jika hasil penaksiran berbeda sedikit dengan kenyataan sebenarnya (dengan batas tertentu. Kemudian disebut toleransi) sudah dianggap baik/benar.

Menaksir dalam Pramuka


Menaksir Lebar Sungai dengan cara perbandingan

  1. Tetapkan titik A diseberang sungai (pohon/batu)
  2. Jadikan tempat kita berdiri (titk B)
  3. Berjalanlah ke kiri/sisi sungai sejauh 10m, itu titik C
  4. Dari titik C jalan terus  sejauh 5m  (setengah dari jarak BC) dan itu adalah titik D.
  5. Dari titik D tersebut kita jalan menjauhi sungai kearah E,dengan pandangan melihat ke samping. Berhentilah jika sudah melihat titik C dan titik A tepat satu garis.
  6. Dengan demikian jarak lebar sungai adalah 2XDE

Menaksir Kecepatan   Arus Sungai

  1. Kita tentukan 2 titik di tepi sungai / selokan, sebut saja titik A dan B
  2. Jaraknya jangan terlalu jauh, 2m,5m, atau 10m (usahakan mencari lintasan air yang lurus, tidak banyak rintangan)
  3. Lalu di titik A kita hanyutkan benda yang ringan dan mengapung, benda akan terbawa arus ke B.
  4. Hitung waktu dari mulai titik A sampai benda itu sampai ke titik B.
  5. RUMUS Kecepatan Arus adalah V = Jarak / waktu jarak 10m, waktu tempuhnya 4,5 detik. 
  6. Kecepatan arus adalah = 10m : 4,5detik = 22m/dtk 

Menaksir Tinggi 

Menaksir Tinggi Pohon

  1. Kita berjalan dari pohon sejauh 11m, sebut saja titik  B
  2. Di titik B, berdiri seorang temanmu (diam) dengan sebatang Tongkat. Lalu kita maju 1m ke titik C.
  3. Di titik C, kita bertiarap dan intai ujung atas pohon melalui Sisi tongkat. Perhatikan tinggi pohon terletak dimana pada Tongkat. Sebut itu titik D tinggi pohon adalah titik E
  4. Maka tinggi pohon (AE) adalah 12 x BD.
  5. Rumus tingginya AE = 12 BD

Menaksir Tinggi Tiang Listrik / bendera

  1. Tinggi Tongkat (AB) missal adalah 160cm
  2. Tinggi tiang listrik dimisalkan CD
  3. Banyangan tongkat misalkan 20cm. jadi perbandingan 20 : 160 = 1: 8
  4. Jika panjang bayangan tiang listrik di tanah 80cm,menaksir tinggi tiang dengan cara mengalikanya dengan skala perbandingan tongkat 
  5. Tinggi Tiang = 80cm x 8 = 640cm = 6,4m

Demikian, materi Cara-Cara Menaksir dalam Pramuka. Semoga bermanfaat!.