Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Pengertian G20, Sejarah, Jenis Pertemuan, dan Perannya

Pengertian G20, Sejarah, Jenis Pertemuan, dan Perannya

Pengertian G20, Sejarah G20, Jenis Pertemuan G20, Peran G20

Pengertian G20

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20  merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Negara  G20


Sejarah Pendirian G20

Dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis, utamanya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin. Adapun tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.


G20 pada awalnya merupakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Namun sejak 2008, G20 menghadirkan Kepala Negara dalam KTT dan pada 2010 dibentuk pula pembahasan di sektor pembangunan. Sejak saat itu G20 terdiri atas Jalur Keuangan (Finance Track) dan Jalur Sherpa (Sherpa Track). Sherpa diambil dari istilah untuk pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para Sherpa G20 membuka jalan menuju KTT (Summit).



Jenis Pertemuan G20


Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)/Summit

Merupakan klimaks dari proses pertemuan G20, yaitu rapat tingkat kepala negara/pemerintahan.


Ministerial & Deputies Meetings/Pertemuan Tingkat Menteri dan Deputi

Diadakan di masing-masing area fokus utama forum. Pada Finance Track, Ministerial Meetings dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral, yang disebut Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG). Sementara pertemuan para deputi disebut Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD).


Kelompok Kerja/Working Groups

Beranggotakan para ahli dari negara G20, Working Groups menangani isu-isu spesifik yang terkait dengan agenda G20 yang lebih luas, yang kemudian dimasukkan ke dalam segmen kementerian dan akhirnya KTT.


Peran Nyata G20


Penanganan Krisis Keuangan Global 2008

Salah satu kesuksesan G20 terbesar adalah dukungannya dalam mengatasi krisis keuangan global 2008. G20 telah turut mengubah wajah tata kelola keuangan global, dengan menginisiasi paket stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi, dalam skala sangat besar. G20 juga mendorong peningkatan kapasitas pinjaman IMF, serta berbagai development banks utama. G20 dianggap telah membantu dunia kembali ke jalur pertumbuhan, serta mendorong beberapa reformasi penting di bidang finansial.


Kebijakan Pajak

G20 telah memacu OECD untuk mendorong pertukaran informasi terkait pajak. Pada 2012, G20 menghasilkan cikal bakal Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) keluaran OECD, yang kemudian difinalisasikan pada 2015. Melalui BEPS, saat ini 139 negara dan jurisdiksi bekerja sama untuk mengakhiri penghindaran pajak.


Kontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19

Inisiatif G20 dalam penanganan pandemi mencakup penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, Injeksi penanganan Covid-19 sebanyak >5 triliun USD (Riyadh Declaration), penurunan/penghapusan bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.


Isu lainnya

Selain itu, G20 berperan dalam isu internasional lainnya, termasuk perdagangan, iklim, dan pembangunan. Pada 2016, diterapkan prinsip-prinsip kolektif terkait investasi internasional. G20 juga mendukung gerakan politis yang kemudian berujung pada Paris Agreement on Climate Change di 2015, dan The 2030 Agenda for Sustainable Development.

Prospek Kerja Lulusan SMK Pertanian

Prospek Kerja Lulusan SMK Pertanian

Prospek Kerja Lulusan SMK Pertanian

Prospek Kerja Lulusan SMK Pertanian

Jika Anda benar-benar tertarik dengan dunia pertanian, Anda dapat mulai merencanakan untuk masuk ke SMK Pertanian. Di SMK Pertanian terbagi lagi menjadi beberapa jenis keahlian yang bisa menjadi fokus pembelajaran. Selain itu, SMK Pertanian ini, juga diharapkan mampu mencetak petani-petani muda di masa mendatang.

Fokus Pembelajaran di SMK Pertanian

Pembelajaran di SMK Pertanian sendiri memiliki beberapa fokus diantaranya :

  1. Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP).
  2. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
  3. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). 
  4. Pemulihan dan Pembenihan Tanaman.
  5. Agribisnis Organik Ekologi.
  6. Pemulihan dan Pembenihan 4 Tahun.
  7. Agribisnis Organik Ekologi.


Prospek Lulusan SMK

Jangan pernah khawatir setelah lulus belajar di SMK Pertanian, Lulusan SMK sendiri memiliki keuntungan setelah lulus yakni memiliki skill yang dapat dimanfaatkan untuk bersaing di dunia kerja. Selain itu, lulusan SMK juga memiliki peluang untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kemudian, yang terakhir lulusan SMK memiliki peluang menjadi seorang wiraswasta terlebih para lulusan sudah dibekali ilmu kewirausahaan.


Prospek Kerja Lulusan SMK Pertanian

Kalian tidak perlu bingung tentang akan bekerja apa dan dimana setelah lulus dari jurusan pertanian di SMK. Di bawah ini ada beberapa prospek kerja lulusan SMK Pertanian yang bisa kamu tekuni setelah lulus dari jurusan pertanian.


  1. Petugas yang menjalankan program pertanian/perhutanan pemerintah di Lembaga Pemerintah Daerah.
  2. Tenaga penyuluh di Lembaga Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian.
  3. Tenaga teknis di Perusahaan Agrikultur seperti perusahaan ekspor impor sayur, buah, dan hasil alam lainnya.
  4. Wirausaha.

Lingkungan Belajar: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Lingkungan Belajar: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

 

Lingkungan Belajar: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

Lingkungan Belajar


lingkungan belajar adalah suasana yang menyenangkan dan menguntungkan bagi anak untuk belajar. Lingkungan belajar yang baik memiliki karakteristik yang kuat seperti kebutuhan yang dibutuhkan anak-anak, memiliki variasi berbagai bentuk permainan, memberikan pengalaman dan menyediakan fasilitas bermain layaknya di luar rumah.


A. Pengertian lingkungan belajar

Lingkungan belajar adalah tempat yang menyenangkan untuk anak belajar. Anak akan berkonsentrasi dengan baik jika lingkungan belajarnya adalah tempat yang menarik dan dapat membuatnya pembelajaran lebih mudah.


Lingkungan belajar terdiri dari berbagai komponen seperti:

  1. Ruang pembelajaran (classroom)
  2. Tempat sirkulasi (corridor)
  3. Ruang kelas tambahan (extra classroom)


B. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan belajar

  1. Kebersihan dan keindahan
  2. Kebiasaan yang baik/buruk
  3. Perilaku sosial anak kecil


C. Memahami kebutuhan anak melalui bermain


  1. Anda harus memahami bahwa anak-anak belajar melalui bermain.
  2. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya.
  3. Bermain adalah cara komunikasi yang luar biasa penting bagi anak-anak sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya secara optimal.


D. Menyediakan lingkungan belajar

Setelah mempelajari konsep dan teori tentang lingkungan belajar, Anda ingin tahu bagaimana cara menyediakan lingkungan belajar. Bagi para guru, hal ini tentu lebih mudah sebagai mereka hanya perlu mengatur dengan anggota kelasnya sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan. Tapi bagaimana jika Anda tidak bisa membuat segala macam meja untuk semua anggota kelas?

Belajar tidak hanya dilaksanakan di dalam ruangan seperti kamar saya atau kamar Anda saat ini, tapi juga dilakukan di luar ruangan (outdoor learning). Oleh karena itu saya akan memberikan sedikit panduan yang ia inginkan agar anda bisa menyediakannya sendiri.


  1. lingkungan belajar yang menyenangkan akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi anggota keluarga
  2. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi anggota keluarga.
  3. Dengan lingkungan belajar yang menyenangkan, anak akan bisa belajar dengan lebih giat dan bersemangat.


Rumah keluarga merupakan lingkungan belajar pertama dan terpenting bagi anak. Di sinilah kaum muda membangun pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan potensinya melalui kegiatan bermain.

Daftar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari Masa ke Masa

Daftar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari Masa ke Masa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia


Daftar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

Daftar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan vokasi, dan pendidikan tinggi, pengelolaan kebudayaan, penelitian, riset dan pengembangan teknologi. 


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dan dipimpin oleh seorang Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Berikut  Daftar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.



Nama Kabinet Nama Menteri Lama Menjabat
Presidentil Kabinet Ki Hadjar Dewantara 19/8/1945 - 14/11/1945
Kabinet Syahrir ke-I Dr Mr T.S.G. Mulia (Parkindo) 14/11/1945 – 12/3/1946
Kabinet Syahrir ke-II Muhammad Sjafei Dr Mr T.S.G. Mulia Wikana 12/3/1946 - 2/10/1946 29/6/1946 – 2/10/1946
Kabinet Syahrir ke-III Mr Moh. Soewandi Ir R. Gunarsa Wikana 2/10/1946 – 27/6/1947
Kabinet Amir Syarifuddin ke-I Mr Ali Sastroamidjojo (PNI) Wikana 3/7/1947 – 11/11/1947
Kabinet Amir Syarifuddin ke-II Mr Ali Sastroamidjojo (PNI) Wikana 11/11/1947 - 29/1/1948
Kabinet Hatta ke-I (Presidentil Kabinet) Mr Ali Sastroamidjojo (PNI) Supeno 29/1/1948 – 4/8/1949
Kabinet Darurat Mr Teuku Moh. Hasan 19/12/1948 -13/7/1949
Kabinet Hatta ke-II (Presidentil Kabinet) Sarmidi Mangunsarkoro (PNI) 4/8/1949 – 20/12/1949
Kabinet Peralihan Sarmidi Mangunsarkoro (PNI) 20/12/1949 – 21/1/1950
Kabinet RI Yogyakarta Sarmidi Mangunsarkoro (PNI) Sugondo Djojopuspito (PSI) 21/1/1950 – 6/9/1950
Kabinet Republik Indonesia Serikat Prof Dr Abu Hanifah MD (Masyumi) 20/12/1949 – 6/9/1950
Kabinet RI Kesatuan I (Natsir) Dr Bahder Djohan 6/9/1950 – 27/4/1951
Kabinet RI Kesa- tuan II(Sukiman) Mr Wongsonegoro (PIR) 27/4/1951 – 3/4/1952
Kabinet RI Kesatuan III (Wilopo) Prof Dr Bahder Djohan 3/4/1952 – 30/7/1953
Kabinet RI Kesa- tuan IV (Ali Sastro- amidjojo I) Mr Muhammad Yamin 30/7/1953 – 12/8/1955
Kabinet RI Kesa- tuan V (Burhanud- din Harahap) Prof Ir R.M. Suwandi 12/8/1955 – 3/3/1956
Kabinet RI Kesa- tuan VI (Ali Sastro- amidjojo II) Ki Sarino Mangunpranoto (PNI) 24/3/1956 – 14/3/1957
Kabinet Karya (Juanda) Prof Dr Prijono 9/4/1957 – 10/7/1959
Kabinet Kerja I Prof Dr Prijono Sudibjo Sujono 10/7/1959 – 18/2/1960
Kabinet Kerja II Prof Dr Prijono 18/2/1960 – 6/3/1962
Kabinet Kerja III Prof Dr Prijono Prof Dr Ir Thajib Hadiwidjaja 6/3/1962 – 13/11/1963
Kabinet Kerja IV Prof Dr Prijono Prof Dr Ir Thajib Hadiwidjaja 13/11/1963 – 27/8/1964
Kabinet Dwikora Prof Dr Prijono Ny. Artati Marzuki Sudirdjo Brigjen TNI Dr Syarif Thayeb Maladi 27/8/1964 – 21/2/1966
Kabinet Dwikora yang Disempurnakan Prof Dr Prijono Sumardjo Dr J. Leimena (a.i) Maladi 21/2/1966 – 27/3/1966
Kabinet Dwikora yang Disempurnakan Lagi Ki Sarino Mangunpranoto (PNI) Ki Moh Said Mashuri, SH Maladi Ki Sarino Mangunpranoto (PNI) (ad. Interim) 21/3/1966 – 25/7/1966
Kabinet Ampera Ki Sarino Mangunpranoto (PNI) 25/7/1966 – 11/10/1967
Kabinet Ampera yang Disempurnakan Sanusi Hardjadinata (PNI) 11/10/1967 – 6/6/1968
Kabinet Pembangunan I Mashuri, SH 6/6/1968 – 28/3/1973
Kabinet Pembangunan II Prof Dr Sumantri Brojonegoro Prof Dr Syarif Thayeb 28/3/1973 – 18/12/1973 18/12/1973 – 29/3/1978
Kabinet Pembangunan III Dr Daoed Joesoef Dr Abdul Gafur 31/3/1978 – 19/3/1983
Kabinet Pembangunan IV Prof Dr. Nugroho Notosusanto Prof Dr J.B. Sumarlin (a.i) Prof Dr Fuad Hasan 19/3/1983 – 3/7/1985 30/7/1985 – 21/3/1988
Kabinet Pembangunan V Prof Dr Fuad Hasan 21/3/1988 – 17/3/1993
Kabinet Pembangunan VI Dr Ir Ing Wardiman Djojonegoro 17/3/1993 - 17/3/1998
Kabinet Pembangunan VII Prof Dr Ir Wiranto Arismunandar 17/3/1998 – 21/5/1998
Kabinet Reformasi Pembangunan Prof Dr Juwono Soedarsono 23/5/1998 – 23/10/1999
Kabinet Persatuan Nasional Dr Yahya A. Muhaimin 23/10/1999–22/7/2001
Kabinet Gotong Royong Prof Drs A. Malik Fadjar, MSc 9/8/2001 - 21/10/2004
KabinetIndonesia Bersatu I Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA 21/10/2004 - 20/10/2009
Kabinet Indonesia Bersatu II Prof Mohammad Nuh, DEA Wakil Menteri: Prof dr Fasli Jalal, PhD. 20/10/2009 –18/10/2011
Kabinet Indonesia Bersatu II (Reshuffle) Prof Mohammad Nuh, DEA Wakil Menteri (Bidang Pendidikan): Prof Dr Musliar Kasim, MS Wakil Menteri (Bidang Kebudayaan): Prof Ir Wiendu Nuryanti, M. Arch, Phd, 19/10/2011 – 20/10/2014
Kabinet Kerja Anies Rasyid Baswedan, Ph.D 27/10/2014 - 27/7/2016
Kabinet Kerja (Reshuffle) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP 27/7/2016 - 23/10/2019
Kabinet Indonesia Maju Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. 23/10/2019 - Sekarang
Contoh Logo Brand dan Artinya

Contoh Logo Brand dan Artinya

Setiap brand mau tidak mau memiliki logo yang bertujuan untuk menarik minat publik. Logo dari setiap brand yang dibuat tentunya memiliki makna tersendiri dan tidak dibuat begitu saja.


Logo itu sendiri adalah sebuah gambar atau hanya sketsa dengan beberapa arti dan mewakili arti dari sebuah perusahaan, wilayah, organisasi, produk, negara, organisasi dan lain-lain.


Maka tidak heran jika logo yang terlihat begitu sederhana ternyata memiliki makna yang mendalam bagi sebuah brand. Logo dapat membantu orang mengingat suatu merek. 


ADIDAS

Logo Brand Adidas


Logo merek ini tentu sudah tidak asing lagi. Adidas adalah salah satu merek paling terkenal di sebagian besar negara di dunia. Logo Adidas tentunya sangat terkenal dan dikenal oleh masyarakat global. Namun pernahkah Anda memikirkan arti dari logo Adidas yang terlihat seperti gunung? Logo perusahaan pakaian olahraga terkemuka ini menyerupai gunung yang melambangkan rintangan. Adidas akan membantu orang mengatasi hambatan yang mereka hadapi.


AMAZON

Logo Brand Amazon


Amazon adalah perusahaan teknologi multinasional Amerika yang berkantor pusat di Seattle, Washington, berfokus pada e-commerce, komputasi awan, streaming digital, dan kecerdasan buatan. Perusahaan telah disebut "salah satu kekuatan ekonomi dan budaya paling berpengaruh di dunia", serta merek paling berharga di dunia. Makna dibalik logo Amazon sendiri adalah terdapat tanda panah yang menghubungkan 'A' dan 'Z'. Konektor termal "A" dan "Z" mewakili berbagai produk yang ditawarkan oleh toko online. Ini seperti senyuman yang menunjukkan kepuasan pelanggan Amazon.


FedEx

Logo Brand FedEx


Federal Express Corporation, dicap sebagai FedEx Express, sebelumnya Federal Express, adalah maskapai penerbangan barang yang berkantor pusat di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat. Ini adalah perusahaan dengan nama yang sama dan anak perusahaan utama FedEx Corporation, menyediakan pengiriman dan paket harian ke lebih dari 375 tujuan di enam benua. Jika Anda melihat di ruang antara "E" dan "X", Anda akan melihat panah yang mewakili kecepatan perusahaan dan manajemen berpikiran maju.


Apple

Logo Brand Apple


“Saya membeli sekantong apel, memasukkannya ke dalam mangkuk dan membuat sketsa selama seminggu, berusaha menjaga detailnya tetap sederhana,” kata Rob Janoff, yang mendesain logo Apple yang terkenal. Tetapi ketika dia sedang menggigit apel, dia menyadari bahwa kata "gigitan" diucapkan persis seperti istilah komputer "Byte". Setelah melalui banyak revisi, logo menyerupai apel setengah digigit yang kita kenal sekarang akhirnya digunakan.

Perubahan Positif pada RUU Sisdiknas untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Perubahan Positif pada RUU Sisdiknas untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

 


Perubahan Positif pada RUU Sisdiknas untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan - memahami pasal-pasal yang diajukan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), kita dapat menyimak poin-poin perubahan positif pada Pendidik dan Tenaga Kepandidikan.


Poin-poin tersebut mencatumkan definisi guru yang lebih inklusif dan penghasilan layak bagi guru dan dosen.



SEBELUM Sesudah
Pendidik PAUD, pendidikan kesetaraan, dan pendidik dalam pesantren formal selama ini tidak dapat diakui sebagai guru. Individu yang menjalankan tugas selayaknya guru dan memenuhi persyaratan akan diakui sebagai guru. Dengan demikian, pendidik PAUD 3-5 tahun, pendidik dalam satuan pendidikan kesetaraan, dan pendidik dalam pesantren formal dapat masuk ke dalam kategori guru.
Hanya guru dan dosen yang sudah memiliki sertifikasi yang berhak mendapatkan tunjangan profesi. Guru dan dosen yang sudah mengajar tetapi belum memiliki sertifikat pendidik, berhak langsung mendapatkan penghasilan yang layak. Guru dan dosen ASN berhak mendapatkan penghasilan yang layak sesuai Undang-Undang ASN. Sedangkan guru dan dosen lainnya berhak mendapakan penhasilan layak sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Perubahan Positif pada RUU Sisdiknas jenjang PAUD dan Dikdasmen

Perubahan Positif pada RUU Sisdiknas jenjang PAUD dan Dikdasmen



Perubahan Positif pada RUU Sisdiknas jenjang PAUD dan Dikdasmen - Berdasarkan press rilis resmi Kemdikbud dalam akun instagram nya dijelaskan bahwa untuk memahami pasal-pasal yang diajukan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), kita dapat menyimak poin-poin perubahan positif pada jenjang PAUD, Dikdas, dan Dikmen.


Poin-poin tersebut mencakup perluasan program wajib belajar, pendanaan wajib belajar makin jelas, nomenklatur satuan pendidikan yang dapat disesuaikan, mobilitas pelajar pesantren formal dengan satuan pendidikan yang makin mudah, serta Pendidikan Pancasila yang menjadi mata pelajaran wajib.


PERLUASAN PROGRAM WAJIB BELAJAR

SEBELUM  SESUDAH
Cakupan wajib belajar dalam UU Sisdiknas yang berlaku saat ini adalah pendidikan dasar 9 tahun. Perluasan wajib belajar ke pendidikan menengah kerap dilakukan di daerah tanpa memastikan kualitas pendidikan dasar sudah mencukupi. Wajib belajar 13 tahun dimulai dari 10 tahun pendidikan dasar (prasekolah dan kelas 1-9) lalu 3 tahun pendidikan menengah. Perluasan ke pendidikan menengah dilakukan secara bertahap pada daerah yang kualitas pendidikan dasarnya telah memenuhi standar. Pemerintah pusat akan membantu daerah yang paling membutuhkan.
PENDANAAN WAJIB BELAJAR SEMAKIN JELAS
SEBELUM  SESUDAH
Satuan pendidikan negeri seringkali menghadapi masalah jika masyarakat ingin berkonribusi secara sukarela. Pemerintah mendanai penyelenggaraan wajib belajar. Satuan pendidikan negeri tidak memungut biaya, namun masyarakat boleh berkontribusi secara sukarela, tanpa paksaan, dan tidak mengikat.
NOMENKLATUR SATUAN PENDIDIKAN DAPAT DISESUAIKAN
SEBELUM  SESUDAH
Penamaan satuan pendidikan seperti sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, dan sebagainya ada di dalam UU Sisdiknas, sehingga nomenklatur yang ada tidak bisa diubah. Sekolah, madrasah, pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan tingkat dasar dan menengah diatur sebagai bentuk satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah dalam batang tubuh RUU. Nomenklatur sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, dan sebagainya menjadi contoh dalam penjelasan, sehingga pemerintah dapat menyesuaikan nomenklatur tersebut jika diperlukan.
MOBILITAS PELAJAR PESANTREN FORMAL DENGAN SATUAN PENDIDIKAN LAIN SEMAKIN MUDAH
SEBELUM SESUDAH
Pesantren diatur secara terpisah dari sistem pendidikan nasional. Lulusan pesantren formal seringkali kesulitan jika ingin pindah ke satuan pendidikan lain di luar pesantren.Standar nasional pendidikan berlaku pada keseluruhan jalur pendidikan formal termasuk untuk pesantren formal. Lulusan pesantren formal bisa lebih mudah pindah ke sekolah madrasah, maupun universitas dan begitupun sebaliknya.
PENDIDIKAN PANCASILA MENJADI MAPEL WAJIB
SEBELUM  SESUDAH
Pancasila bukan merupakan muatan mata pelajaran (mapel) wajib di kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Pendidikan Pancasila menjadi mapel wajib bersama dengan Pendidikan Agama dan Bahasa Indonesia. Selain mata pelajaran di atas, juga ada muatan wajib matematika, IPA, IPS, seni budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, ketrampilan/kecakapan hidup, dan muatan lokal.