Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Pemanfaatan Game Kahoot! Sebagai Ice Breaking Pembelajaran

Pemanfaatan Game Kahoot! Sebagai Ice Breaking Pembelajaran

Pemanfaatan Game Kahoot! Sebagai Ice Breaking Pembelajaran

Pemanfaatan Game Kahoot! Sebagai Ice Breaking Pembelajaran


Memanfaatkan Kahoot! sebagai Alat Ice Breaking dalam Pembelajaran: Membangun Interaksi dan Motivasi Siswa


Pendidikan di era digital saat ini telah memunculkan berbagai inovasi dalam metode pengajaran. Salah satunya adalah pemanfaatan permainan online berbasis web, seperti Kahoot!, sebagai alat pembelajaran yang efektif. Kahoot! adalah platform interaktif yang memungkinkan guru untuk menciptakan pertanyaan dan permainan kuis yang menarik untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif tentang manfaat Kahoot! sebagai alat ice breaking dalam pembelajaran, cara mengaksesnya, dan hal-hal yang harus diperhatikan.

Manfaat Kahoot! dalam Pembelajaran

Kahoot! telah menjadi pilihan populer di kalangan pendidik sebagai alat untuk memulai pembelajaran dengan menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa manfaat utama dari penggunaan Kahoot! dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Menciptakan Suasana Kelas yang Lebih Menyenangkan

Kahoot! membawa unsur permainan ke dalam kelas, menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Hal ini membantu mengurangi kekakuan yang mungkin ada pada awal pembelajaran, membuat siswa lebih relaks, dan membuka pintu untuk interaksi yang lebih baik antara siswa dan guru.

2. Melatih Penggunaan Teknologi bagi Siswa

Dalam dunia yang semakin didominasi oleh teknologi, penting bagi siswa untuk memiliki keterampilan teknologi yang kuat. Dengan bermain Kahoot!, siswa tidak hanya belajar materi pelajaran, tetapi juga melatih kemampuan mereka dalam menggunakan perangkat teknologi seperti laptop atau ponsel pintar.

3. Mengembangkan Kemampuan Motorik Siswa

Kahoot! mengharuskan siswa untuk merespons pertanyaan dengan cepat, yang melibatkan koordinasi mata dan tangan. Ini membantu mengembangkan kemampuan motorik siswa dan meningkatkan ketepatan waktu mereka dalam menjawab pertanyaan.

4. Mendorong Semangat Kompetisi

Kahoot! menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat di kelas. Siswa bersaing untuk mendapatkan skor tertinggi, yang dapat menjadi motivasi tambahan untuk belajar lebih keras. Ini juga merangsang interaksi sosial positif antara siswa.

Cara Mengakses dan Memainkan Game Kahoot!

Untuk memulai menggunakan Kahoot! dalam pembelajaran, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti:

1. Persiapkan Pertanyaan-pertanyaan Singkat

Guru harus menyiapkan sejumlah pertanyaan singkat berbasis pilihan ganda terkait dengan materi pembelajaran.

2. Akses Kahoot.com

Dengan menggunakan laptop atau komputer, guru harus mengakses situs web Kahoot.com dan masuk ke akun Kahoot! mereka.

3. Buat Soal-soal

Setelah masuk, guru dapat mulai membuat soal-soal yang akan digunakan dalam permainan. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan topik pembelajaran.

4. Koneksikan ke Proyektor

Saat berada di kelas, guru dapat menghubungkan laptop atau komputer mereka ke proyektor untuk membagikan pertanyaan-pertanyaan Kahoot! kepada seluruh kelas.

5. Siswa Mengakses Kahoot.it

Ketika Kahoot! sudah memberikan kode kuis, siswa dapat mengakses situs Kahoot.it dari perangkat mereka sendiri, seperti ponsel pintar atau tablet, dan memasukkan kode yang tertera di layar proyektor. Dengan begitu, permainan dapat dimulai.

Hal yang Harus Diperhatikan

Penting bagi guru untuk memperhatikan beberapa hal saat menggunakan Kahoot! dalam pembelajaran:

1. Kondusifitas Kelas

Pastikan suasana kelas tetap kondusif selama permainan. Jaga agar kompetisi berjalan dengan baik tanpa mengganggu keamanan atau perasaan siswa.

2. Atur Durasi Soal, Waktu, dan Pembahasan

Pengaturan durasi soal, waktu yang diberikan untuk menjawab, dan sesi pembahasan perlu disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi dan preferensi siswa.

3. Kepastian Soal Dapat Dilihat dengan Jelas

Pastikan bahwa pertanyaan dan pilihan jawaban dapat dilihat dengan jelas oleh semua siswa di kelas. Gunakan proyektor yang sesuai dan pastikan tampilan pada layar cukup besar untuk dibaca.

Kesimpulannya, Kahoot! adalah alat yang efektif untuk menciptakan interaksi yang aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran. Dengan memperhatikan manfaat, cara mengakses, dan hal-hal yang harus diperhatikan, guru dapat memanfaatkan Kahoot! secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mereka dan memberikan pengalaman belajar yang lebih berkesan bagi siswa.
6 Macam-macam Media Pembelajaran Serta Contohnya

6 Macam-macam Media Pembelajaran Serta Contohnya

6 Macam-macam Media Pembelajaran Serta Contohnya

Menemukan cara kreatif & efektif dalam pembelajaran dengan 6 jenis media pembelajaran dan contohnya. Baca artikel kami sekarang! Baca artikel kami untuk mengetahui 6 jenis media pembelajaran beserta contohnya yang bisa memudahkan siswa dalam memahami konsep yang sulit.

6 Macam-macam Media Pembelajaran Serta Contohnya

Pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam proses pendidikan. Dalam memfasilitasi pembelajaran, guru atau pengajar perlu menggunakan berbagai macam media pembelajaran untuk membantu siswa memahami dan menginternalisasi materi yang diberikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas 6 macam-macam media pembelajaran serta contohnya yang bisa digunakan dalam proses belajar mengajar.


Media Audio

Media audio adalah media pembelajaran yang berfokus pada penggunaan suara. Suara yang digunakan bisa berupa rekaman suara, podcast, atau musik. Penggunaan media audio bisa sangat efektif dalam membantu siswa memperdalam pemahaman terhadap materi yang disampaikan oleh guru atau pengajar. Selain itu, media ini juga bisa meningkatkan daya ingat siswa dan membantu mereka untuk belajar dengan lebih menyenangkan.


Contoh media pembelajaran berupa audio adalah rekaman kuliah, podcast tentang sejarah, atau musik klasik. Misalnya, dalam pembelajaran bahasa Inggris, penggunaan audio bisa membantu siswa memahami dan melafalkan kata-kata baru dengan lebih mudah.


Media Visual

Media visual merupakan media pembelajaran yang fokus pada penggunaan gambar atau video. Media visual bisa membantu siswa memahami konsep dan informasi yang sulit dipahami hanya dengan teks saja. Dalam menggunakan media visual, guru atau pengajar bisa membuat sketsa, diagram, atau grafik yang mudah dipahami oleh siswa.


Contoh media pembelajaran berupa visual adalah peta, diagram alir, tabel, dan ilustrasi. Misalnya, dalam pembelajaran sains, penggunaan visual bisa membantu siswa memahami proses fotosintesis atau siklus hidrologi.


Media Audio Visual

Media audio visual merupakan gabungan dari media audio dan visual. Dalam penggunaannya, media audio visual bisa sangat efektif dalam membantu siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru atau pengajar. Media ini bisa berupa rekaman presentasi, animasi, atau video tutorial.


Contoh media pembelajaran berupa audio visual adalah video tutorial cara membuat website, animasi tentang proses fotosintesis, atau rekaman presentasi tentang teknologi masa depan. Misalnya, dalam pembelajaran matematika, penggunaan media audio visual bisa membantu siswa memahami cara menghitung luas dan volume bangun ruang.


Media Serbaneka

Media serbaneka adalah media pembelajaran yang berupa benda atau alat yang memiliki fungsi khusus dalam pembelajaran. Media serbaneka bisa berupa alat musik, alat peraga, atau alat eksperimen. Media ini bisa membantu siswa untuk memperdalam pemahaman terhadap materi yang sedang dipelajari.


Contoh media pembelajaran berupa serbaneka adalah model jaring-jaring bangun ruang, kalkulator grafik, atau keyboard piano. Misalnya, dalam pembelajaran fisika, penggunaan media serbaneka bisa membantu siswa memahami hukum-hukum gerak dan gaya.


Gambar Fotografi

Gambar fotografi adalah media pembelajaran yang fokus pada penggunaan gambar yang diambil dengan menggunakan kamera atau ponsel pintar. Gambar fotografi bisa menjadi media yang sangat efektif dalam membantu siswa memahami konsep dan informasi yang sulit dipahami hanya dengan teks saja. Gambar fotografi juga bisa membuat siswa lebih tertarik dan terlibat dalam proses pembelajaran.


Contoh media pembelajaran berupa gambar fotografi adalah foto-foto hasil pengamatan mikroskopik, foto-foto tempat-tempat bersejarah, atau foto-foto ilustrasi dari suatu konsep. Misalnya, dalam pembelajaran sejarah, penggunaan gambar fotografi bisa membantu siswa memahami bagaimana kondisi sosial dan politik pada masa lalu.


Peta dan Globe

Peta dan globe adalah media pembelajaran yang berfokus pada penggunaan representasi visual dari bumi dan wilayah-wilayah di dalamnya. Media ini sangat berguna dalam pembelajaran geografi dan sejarah. Peta dan globe bisa membantu siswa memahami posisi dan kondisi geografis suatu wilayah, serta menjelaskan peristiwa sejarah yang terjadi di tempat-tempat tertentu.


Contoh media pembelajaran berupa peta dan globe adalah peta dunia, peta Indonesia, atau globe dunia. Misalnya, dalam pembelajaran geografi, penggunaan peta dan globe bisa membantu siswa memahami letak dan kondisi geografis dari negara-negara di dunia.


Kesimpulan

Media pembelajaran merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Dalam menggunakan media pembelajaran, guru atau pengajar perlu memilih media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Dalam artikel ini, kita telah membahas 6 macam-macam media pembelajaran serta contohnya yang bisa digunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu media audio, media visual, media audio visual, media serbaneka, gambar fotografi, dan peta dan globe. Semoga artikel ini bermanfaat bagi guru atau pengajar dalam memilih media pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membantu siswa memahami materi yang diberikan dengan lebih baik.

Meningkatkan Pembelajaran dengan Permainan Edukasi Puzzle

Meningkatkan Pembelajaran dengan Permainan Edukasi Puzzle

Meningkatkan Pembelajaran dengan Permainan Edukasi Puzzle

Permainan Edukasi Puzzle


Permainan puzzle telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kemampuan mereka untuk membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kognitif. Namun, tidak semua permainan puzzle sama, dan beberapa bahkan dapat membantu meningkatkan pembelajaran dan keterampilan akademik.

Salah satu jenis permainan puzzle yang paling populer adalah permainan eduaksi puzzle. Permainan ini memiliki banyak keuntungan, seperti meningkatkan kemampuan kognitif, membantu meningkatkan kemampuan memori, dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Namun, selain itu, permainan eduaksi puzzle juga dapat membantu meningkatkan pembelajaran.

Salah satu cara permainan eduaksi puzzle meningkatkan pembelajaran adalah dengan memotivasi siswa untuk belajar. Dengan menawarkan tantangan yang menarik dan menyenangkan, siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan menjadi lebih termotivasi untuk mempelajari materi.

Selain itu, permainan eduaksi puzzle juga dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Sebagai contoh, puzzle yang melibatkan pemecahan masalah matematika dapat membantu siswa memahami konsep-konsep matematika dengan lebih baik dan lebih cepat.

Tidak hanya itu, permainan eduaksi puzzle juga dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa. Ketika bermain permainan ini dengan teman-teman mereka, siswa dapat belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, dan mengembangkan keterampilan interpersonal.

Dalam dunia pendidikan modern, permainan eduaksi puzzle telah menjadi salah satu alat yang sangat efektif dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Dengan memotivasi siswa dan membantu mereka memahami materi dengan lebih baik, permainan eduaksi puzzle dapat membantu meningkatkan hasil akademik dan membantu siswa menjadi lebih sukses di masa depan.


Manfaat Permainan Edukasi Puzzle

Permainan edukasi puzzle telah menjadi pilihan populer untuk belajar dan mengembangkan keterampilan kognitif. Selain menjadi hiburan yang menyenangkan, puzzle juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan logis pada anak-anak dan orang dewasa. Di dalam artikel ini, saya akan membahas lebih lanjut tentang manfaat permainan edukasi puzzle.

Peningkatan Keterampilan Kognitif


Puzzle dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan logis. Dalam merakit puzzle, pemain perlu memecahkan masalah dengan mengamati dan membandingkan gambar, bentuk, dan warna. Hal ini akan membantu pemain untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan memecahkan masalah dengan cepat dan efektif. Selain itu, dengan merakit puzzle, pemain juga belajar untuk mengorganisir informasi secara sistematis, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir logis.

Meningkatkan Konsentrasi dan Ketekunan


Permainan puzzle membutuhkan konsentrasi dan ketekunan yang tinggi. Sebuah puzzle yang rumit dapat memakan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk diselesaikan. Oleh karena itu, bermain puzzle dapat membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi dan ketekunan pemain dalam menyelesaikan tugas yang sulit. Peningkatan kemampuan konsentrasi dan ketekunan ini akan membantu pemain dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan maupun dalam belajar.

Meningkatkan Keterampilan Sosial


Puzzle dapat dimainkan secara individual atau dalam kelompok. Dalam permainan kelompok, pemain perlu bekerja sama untuk menyelesaikan puzzle. Hal ini akan membantu meningkatkan kemampuan sosial dan interaksi sosial pemain. Selain itu, pemain juga dapat belajar tentang kerjasama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas yang sulit.

Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus


Puzzle juga dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik halus pemain. Pemain perlu memegang dan memindahkan puzzle ke tempat yang tepat dengan hati-hati dan presisi. Hal ini akan membantu meningkatkan keterampilan motorik halus pemain, seperti keterampilan menggerakkan jari dan tangan.


Alokasi waktu dalam tahun ajaran 2022/2023

Alokasi waktu dalam tahun ajaran 2022/2023

Alokasi waktu dalam tahun ajaran 2022/2023


Alokasi waktu dalam tahun ajaran 2022/2023 merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Alokasi waktu yang baik akan membantu siswa dalam memahami materi dan membuat jadwal belajar yang efektif. Dalam tahun ajaran 2022/2023, sekolah dapat memperhatikan beberapa hal dalam membuat alokasi waktu.

Pertama, sekolah harus memperhitungkan jumlah jam pelajaran yang dibutuhkan untuk setiap mata pelajaran. Ini akan membantu sekolah dalam menentukan jumlah jam belajar yang dibutuhkan setiap hari.

Kedua, sekolah harus memperhitungkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu siswa dalam mengembangkan minat dan bakat mereka. Oleh karena itu, sekolah harus memperhitungkan waktu untuk kegiatan ini dalam jadwal belajar.

Ketiga, sekolah harus memperhitungkan waktu istirahat siswa. Waktu istirahat yang cukup akan membantu siswa dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan konsentrasi saat belajar.

Keempat, sekolah harus memperhitungkan waktu untuk kegiatan tambahan seperti tugas, ulangan, dan lain-lain. Ini akan membantu siswa dalam mempersiapkan diri untuk ujian dan memantau perkembangan belajar mereka.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, sekolah dapat membuat alokasi waktu yang baik dan efektif untuk tahun ajaran 2022/2023. Alokasi waktu yang baik akan membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal dan meningkatkan kualitas pembelajaran.




CONTOH FORMAT RINCIAN MINGGU EFEKTIF

  • Berdasarkan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2022/2023, rencana awal semester dua tahun pelajaran 2022/2023 dimulai pada tanggal 3 Januari 2023 dan berakhir pada 24 Juni 2023.
  • Jumlah Hari Efektif Belajar Sekolah/Madrasah dalam Tahun Pelajaran 2022/2023 sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) hari, sebanyak-banyaknya 245 (dua ratus empat puluh lima) hari.
  • Jumlah minggu efektif Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023 sebanyak 26 (dua puluh enam) minggu dan minggu tidak efektif sebanyak 20 (dua puluh) minggu, dengan rincian sebagai berikut.

Berikut ini adalah perkiraan minggu tidak efektif semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023.

  • Tanggal 27 Februari – 4 Maret 2023 : Penilaian Tengah Semester 2
  • Tanggal 21 – 26 April 2023 : Libur Idul Fitri 1444 H
  • Tanggal 5 – 10 Juni 2023 : Penilaian Akhir Tahun Pelajaran 2022/2023
  • Tanggal 12 – 22 Juni 2023 : Persiapan dan Pembagian Rapor Semester 2
  • Tanggal 26 Juni – 15 Juli 2023 : Libur Semester 2 Tahun Pelajaran 2022/2023
  • Sedangkan perkiraan Hari Libur Nasional semester 2 tahun pelajaran 2022/2023 adalah sebagai berikut.
Selengkapnya unduh alokasi waktu tahun ajaran 2022/2023 silahkan klik disini.
          Dengan memiliki alokasi waktu yang baik dan teratur, diharapkan dapat membantu siswa dalam memaksimalkan waktu mereka untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Alokasi waktu ini juga dapat membantu siswa untuk mengatasi masalah manajemen waktu dan membantu mereka untuk lebih fokus pada setiap pelajaran. Oleh karena itu, alokasi waktu ini patut diperhatikan dan dijaga agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi siswa dan sekolah pada tahun ajaran 2022/2023.
           Contoh Rubrik dan Lembar Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan

          Contoh Rubrik dan Lembar Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan

          Contoh Rubrik dan Lembar Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan


          Rubrik dan lembar penilaian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Kedua alat ini membantu guru dalam menentukan hasil belajar siswa dan memberikan umpan balik yang berkualitas bagi siswa. Dalam hal ini, rubrik dan lembar penilaian dapat diterapkan untuk menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Berikut adalah beberapa contoh rubrik dan lembar penilaian untuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan:



          Rubrik Penilaian Sikap

          • Sangat Baik (SB) = siswa memperlihatkan sikap yang positif dan sangat baik dalam setiap aktivitas belajar
          • Baik (B) = siswa memperlihatkan sikap yang positif dalam aktivitas belajar
          • Cukup (C) = siswa memperlihatkan sikap yang cukup dalam aktivitas belajar
          • Kurang (K) = siswa memperlihatkan sikap yang kurang positif dalam aktivitas belajar
          • Sangat Kurang (SK) = siswa memperlihatkan sikap yang sangat kurang positif dalam aktivitas belajar

          Lembar Penilaian Pengetahuan

          • Sangat Baik (SB) = siswa memperlihatkan hasil belajar yang sangat baik dan memahami materi dengan baik
          • Baik (B) = siswa memperlihatkan hasil belajar yang baik dan memahami materi dengan cukup baik
          • Cukup (C) = siswa memperlihatkan hasil belajar yang cukup dan memahami materi dengan cukup
          • Kurang (K) = siswa memperlihatkan hasil belajar yang kurang dan kurang memahami materi
          • Sangat Kurang (SK) = siswa memperlihatkan hasil belajar yang sangat kurang dan kurang memahami materi

          Rubrik Penilaian Keterampilan

          • Sangat Baik (SB) = siswa mampu menunjukkan keterampilan yang sangat baik dalam setiap tugas yang diberikan
          • Baik (B) = siswa mampu menunjukkan keterampilan yang baik dalam setiap tugas yang diberikan
          • Cukup (C) = siswa mampu menunjukkan keterampilan yang cukup dalam setiap tugas yang diberikan
          • Kurang (K) = siswa kurang mampu menunjukkan keterampilan dalam setiap tugas yang diberikan.

          Untuk selengkapnya kami akan memberikan Contoh Rubrik dan Lembar Penilaian, Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan dibawah ini. Contoh Rubrik dan Lembar Penilaian, Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan silahkan klik disini. 

          Dengan demikian, kami berharap artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami dan membuat contoh rubrik dan lembar penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam penilaian, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah kejelasan dan keterangan yang diberikan pada setiap rubrik dan lembar penilaian, sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih obyektif dan valid. Oleh karena itu, pastikan untuk membuat rubrik dan lembar penilaian yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Terima kasih atas perhatian Anda.
          Contoh Format Rubrik Penilaian Baca Puisi

          Contoh Format Rubrik Penilaian Baca Puisi

          Contoh Format Rubrik Penilaian Baca Puisi


          Rubrik penilaian baca puisi adalah alat yang digunakan untuk menilai bagaimana seorang siswa membaca sebuah puisi. Dalam hal ini, rubrik membantu guru untuk memberikan nilai yang obyektif dan terperinci kepada siswa. Dalam artikel ini, akan dibahas contoh format rubrik penilaian baca puisi yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran.

          Contoh Format Rubrik Penilaian Baca Puisi



          Format rubrik penilaian baca puisi adalah dokumen yang menjelaskan bagaimana nilai akan diberikan kepada siswa. Rubrik ini mencakup kriteria yang harus dipenuhi oleh siswa dalam membaca puisi. Kriteria tersebut meliputi aspek-aspek seperti intonasi, volume suara, kecepatan baca, penggunaan gestur, dan sebagainya. Rubrik ini juga menjelaskan skor maksimal yang dapat dicapai oleh siswa dan bagaimana skor tersebut diterjemahkan ke dalam nilai.

          Berikut ini adalah contoh format rubrik penilaian baca puisi yang dapat digunakan oleh guru:

          Intonasi:

          • Siswa menunjukkan intonasi yang tepat saat membaca puisi (3 poin)
          • Siswa membaca puisi dengan intonasi yang monoton (2 poin)
          • Siswa tidak menunjukkan intonasi saat membaca puisi (1 poin)

          Volume Suara:

          • Siswa membaca puisi dengan volume suara yang tepat (3 poin)
          • Siswa membaca puisi dengan volume suara yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (2 poin)
          • Siswa membaca puisi dengan volume suara yang sangat lemah (1 poin)

          Kecepatan Baca:

          • Siswa membaca puisi dengan kecepatan yang tepat (3 poin)
          • Siswa membaca puisi dengan kecepatan yang terlalu cepat atau terlalu lambat (2 poin)
          • Siswa membaca puisi dengan kecepatan yang sangat lambat (1 poin)

          Penggunaan Gestur:

          • Siswa menggunakan gestur yang tepat saat membaca puisi (3 poin)
          • Siswa menggunakan gestur yang kurang tepat saat membaca puisi (2 poin)
          • Siswa tidak menggunakan gestur saat membaca puisi (1 poin)
          Skor maksimal dalam rubrik ini adalah 12 poin. Nilai akan diterjemahkan ke dalam bentuk persentase dengan mengalikan jumlah poin yang didapat oleh siswa dengan skor maksimal, lalu dibagi dengan skor maksimal dan dikalikan dengan 100.

          Contoh: Jika siswa memperoleh 9 poin, maka nilainya adalah (9/12) x 100 = 75.

          Ini hanya salah satu contoh format rubrik penilaian baca puisi. Guru dapat menyesuaikan kriteria dan skor sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Penting untuk diingat bahwa rubrik bukanlah alat yang menentukan keberhasilan atau kegagalan siswa dalam membaca puisi, tetapi alat yang membantu guru untuk memberikan umpan balik yang berguna bagi siswa dan membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan membacanya.

          Dengan memahami dan menggunakan format rubrik penilaian baca puisi, guru dapat memberikan nilai yang obyektif dan terperinci kepada siswa. Ini akan membantu siswa untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dalam membaca puisi, sehingga mereka dapat memperbaiki keterampilan mereka dan mencapai prestasi yang lebih baik.

          Sebagai penutup, rubrik penilaian baca puisi adalah alat yang berguna bagi guru dalam proses pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan format rubrik ini untuk memberikan nilai yang obyektif dan terperinci kepada siswa, sehingga siswa dapat memahami keterampilan membaca mereka dan memperbaikinya. Dengan demikian, rubrik akan membantu siswa untuk mencapai prestasi yang lebih baik dalam membaca puisi.


          Kriteria Penilaian Skor Deskripsi
          Pengucapan 4 Siswa mengucapkan puisi dengan benar dan jelas, memperhatikan intonasi dan ritme.
          Artikulasi 3 Siswa memperhatikan penekanan dan penegasan suara pada kata-kata tertentu.
          Emosi 2 Siswa memperlihatkan emosi yang tepat dan sesuai dengan isi puisi.
          Teknik 3 Siswa menggunakan teknik baca puisi yang baik, seperti gerakan tangan, pengaturan suara, dll.
          Pemahaman 2 Siswa memahami makna dan tema puisi yang dibacakan.
          Skor Maksimal 14
          Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan Pidato

          Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan Pidato

          Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan Pidato


          Pidato merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memiliki kemampuan berpidato yang baik sangat diperlukan agar dapat menyampaikan pesan dengan efektif dan menarik perhatian pendengar. Dalam menilai keterampilan pidato, banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan, seperti penyampaian, penggunaan bahasa, tata bahasa, dan lain sebagainya.

          Contoh Rubrik Penilaian Keterampilan Pidato



          Untuk mempermudah penilaian keterampilan pidato, banyak sekali digunakan rubrik penilaian. Rubrik penilaian adalah sebuah instrumen penilaian yang berisi kriteria dan skala nilai yang digunakan untuk menilai suatu prestasi atau kinerja. Dalam hal ini, rubrik penilaian digunakan untuk menilai keterampilan pidato.

          Berikut adalah contoh rubrik penilaian keterampilan pidato:

          Aspek Penilaian Skor Deskripsi
          Kemampuan membawakan pidato 4 Kemampuan membawakan pidato sangat baik, dengan penyampaian yang jelas dan lancar
          Kemampuan membawakan pidato 3 Kemampuan membawakan pidato cukup baik, dengan penyampaian yang cukup jelas dan lancar
          Kemampuan membawakan pidato 2 Kemampuan membawakan pidato kurang baik, dengan penyampaian yang kurang jelas dan tidak lancar
          Kemampuan membawakan pidato 1 Kemampuan membawakan pidato sangat buruk, dengan penyampaian yang sangat tidak jelas dan tidak lancar
          Kemampuan menarik perhatian 4 Kemampuan menarik perhatian sangat baik, dengan cara yang sangat menarik dan efektif
          Kemampuan menarik perhatian 3 Kemampuan menarik perhatian cukup baik, dengan cara yang cukup menarik dan efektif
          Kemampuan menarik perhatian 2 Kemampuan menarik perhatian kurang baik, dengan cara yang kurang menarik dan efektif
          Kemampuan menarik perhatian 1 Kemampuan menarik perhatian sangat buruk, dengan cara yang sangat tidak menarik dan tidak efektif
          Kemampuan berbicara 4 Kemampuan berbicara sangat baik , dengan intonasi dan volume suara yang baik dan jelas
          Kemampuan berbicara 3 Kemampuan berbicara cukup baik, dengan intonasi dan volume suara cukup baik dan jelas
          Kemampuan berbicara 2 Kemampuan berbicara kurang baik, dengan intonasi dan volume suara kurang baik dan jelas
          Kemampuan berbicara 1 Kemampuan berbicara sangat buruk, dengan intonasi dan volume suara sangat tidak baik dan tidak jelas
          Penggunaan materi 4 Penggunaan materi sangat baik, dengan materi yang sangat berkualitas dan tepat sasaran
          Penggunaan materi 3 Penggunaan materi cukup baik, dengan materi yang cukup berkualitas dan tepat sasaran
          Penggunaan materi 2 Penggunaan materi kurang baik, dengan materi yang kurang berkualitas dan tidak tepat sasaran
          Penggunaan materi 1 Penggunaan materi sangat buruk, dengan materi yang sangat tidak berkualitas dan sangat tidak tepat sasaran

          Penyampaian

          • 4: Penyampaian pesan dengan sangat jelas dan mudah dipahami
          • 3: Penyampaian pesan cukup jelas dan mudah dipahami
          • 2: Penyampaian pesan kurang jelas dan kurang mudah dipahami
          • 1: Penyampaian pesan sangat kurang jelas dan sulit dipahami

          Penggunaan bahasa

          • 4: Penggunaan bahasa sangat baik, dengan ejaan dan tata bahasa yang benar
          • 3: Penggunaan bahasa cukup baik, dengan beberapa kesalahan ejaan dan tata bahasa
          • 2: Penggunaan bahasa kurang baik, dengan banyak kesalahan ejaan dan tata bahasa
          • 1: Penggunaan bahasa sangat buruk, dengan ejaan dan tata bahasa yang sangat salah

          Tata bahasa

          • 4: Tata bahasa sangat baik, dengan intonasi yang tepat dan menarik perhatian
          • 3: Tata bahasa cukup baik, dengan intonasi yang kurang tepat dan kurang menarik perhatian
          • 2: Tata bahasa kurang baik, dengan intonasi yang salah dan sulit dipahami
          • 1: Tata bahasa sangat buruk, dengan intonasi yang sangat salah dan sulit dipahami

          Kreativitas

          • 4: Pidato sangat kreatif dan menarik perhatian
          • 3: Pidato cukup kreatif dan menarik perhatian
          • 2: Pidato kurang kreatif dan kurang menarik perhatian
          • 1: Pidato sangat kurang kreatif dan sulit menarik perhatian

          Kemampuan berbicara

          • 4: Kemampuan berbicara sangat baik, dengan suara yang jelas dan lancar
          • 3: Kemampuan berbicara cukup baik, dengan suara yang cukup jelas dan lancar
          • 2: Kemampuan berbicara kurang baik, dengan suara yang kurang jelas dan tidak lancar
          • 1: Kemampuan berbicara sangat buruk, dengan suara yang sangat tidak jelas dan tidak lancar

          Kemampuan mengontrol waktu

          • 4: Kemampuan mengontrol waktu sangat baik, dengan waktu yang sesuai dengan yang ditentukan
          • 3: Kemampuan mengontrol waktu cukup baik, dengan waktu yang hampir sesuai dengan yang ditentukan
          • 2: Kemampuan mengontrol waktu kurang baik, dengan waktu yang kurang sesuai dengan yang ditentukan
          • 1: Kemampuan mengontrol waktu sangat buruk, dengan waktu yang sangat tidak sesuai dengan yang ditentukan

          Kemampuan mempersiapkan materi

          • 4: Kemampuan mempersiapkan materi sangat baik, dengan materi yang sangat lengkap dan terstruktur
          • 3: Kemampuan mempersiapkan materi cukup baik, dengan materi yang cukup lengkap dan terstruktur
          • 2: Kemampuan mempersiapkan materi kurang baik, dengan materi yang kurang lengkap dan terstruktur
          • 1: Kemampuan mempersiapkan materi sangat buruk, dengan materi yang sangat tidak lengkap dan tidak terstruktur
          Dengan menggunakan rubrik penilaian seperti di atas, penilaian keterampilan pidato dapat dilakukan dengan lebih objektif dan sistematis. Selain itu, rubrik juga dapat membantu peserta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dalam berpidato, sehingga dapat meningkatkan keterampilan mereka di masa yang akan datang.

          Pada akhirnya, keterampilan berpidato memang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memiliki kemampuan berpidato yang baik dan terus meningkatkan keterampilan tersebut adalah hal yang sangat penting. Dengan menggunakan rubrik penilaian seperti di atas, keterampilan pidato dapat diukur dan ditingkatkan dengan lebih efektif dan efisien.


          Contoh Rubrik Penilaian Poster

          Contoh Rubrik Penilaian Poster

          Contoh Rubrik Penilaian Poster


          Poster adalah salah satu cara untuk menyampaikan informasi dan ide secara visual dan menarik. Dalam sebuah kompetisi poster atau presentasi, penilaian poster sangat penting untuk menentukan pemenang yang merupakan yang terbaik. Rubrik penilaian poster adalah alat yang digunakan untuk membuat penilaian yang obyektif dan terstruktur. Berikut adalah contoh rubrik penilaian poster yang dapat digunakan sebagai panduan.

          Contoh Rubrik Penilaian Poster


          Desain dan Layout

          • Desain poster yang menarik dan mudah dibaca
          • Penggunaan warna yang harmonis dan efektif
          • Penempatan elemen-elemen seperti judul, gambar, dan teks dengan baik
          • Kualitas resolusi gambar dan desain
          • Penggunaan spasi yang efektif

          Isi dan Informasi

          • Konten yang tepat sasaran dan sesuai dengan tema
          • Penyajian informasi yang jelas dan mudah dipahami
          • Penggunaan sumber yang valid dan terpercaya
          • Penggunaan gambar dan infografik yang mendukung dan memperkuat pesan

          Originalitas dan Kreativitas

          • Ide dan konsep yang unik dan menarik
          • Penggunaan metode dan teknik presentasi yang inovatif
          • Penggunaan elemen-elemen yang mengejutkan dan membuat poster memikat
          • Kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang berbeda dari poster lain

          Kesesuaian dengan Tema dan Tujuan

          • Kesesuaian dengan tema dan tujuan kompetisi
          • Penggunaan bahasa dan tone yang sesuai dengan audiens
          • Kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif

          Penataan dan Kerapian

          • Kebersihan dan kerapian poster
          • Kejelasan dan keterbacaan tulisan dan elemen lain
          • Kejelasan dan kemudahan membaca jarak jauh
          Rubrik penilaian poster di atas hanyalah contoh dan dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kompetisi. Penting untuk diingat bahwa setiap kriteria penilaian harus diberikan bobot yang sama dan dijelaskan dengan jelas agar hasil penilaian dapat diterima dengan adil oleh semua peserta.

          Ketika menggunakan rubrik penilaian poster, sangat penting untuk menjadi objektif dan memperhatikan setiap aspek yang diberikan bobot. Ini memastikan bahwa hasil penilaian adalah adil dan dapat diterima oleh semua peserta.

          Contoh Rubrik Penilaian Poster

          Aspek Penilaian Skor Maksimal
          Desain dan Layout 20
          Isi dan Informasi 30
          Originalitas dan Kreativitas 25
          Kesesuaian dengan Tema dan Tujuan 20
          Penataan dan Kerapian 5
          Total Skor 100

          Contoh Rubrik Penilaian Poster untuk Pembelajaran

          Aspek Penilaian Skor Maksimal
          Kreativitas 20
          Pemahaman Materi 30
          Keterbacaan dan Presentasi 25
          Penggunaan Media yang Mendukung 20
          Kesesuaian dengan Tema 5
          Total Skor 100

          • Kreativitas: Mengukur tingkat kreativitas peserta dalam membuat poster, seperti desain unik dan penggunaan warna yang menarik.
          • Pemahaman Materi: Menilai tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diajarkan dan kemampuannya untuk menyajikan informasi secara jelas dan mudah dipahami.
          • Keterbacaan dan Presentasi: Menilai kejelasan dan keterbacaan tulisan dan elemen lain pada poster, serta kemudahan membaca jarak jauh.
          • Penggunaan Media yang Mendukung: Mengukur penggunaan media seperti gambar dan infografik untuk memperkuat pesan pada poster.
          • Kesesuaian dengan Tema: Menilai kesesuaian poster dengan tema yang diberikan dan bagaimana peserta memahami dan mengaplikasikan tema tersebut dalam poster mereka.

          Rubrik penilaian poster ini dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Penting untuk memberikan bobot yang sama pada setiap aspek dan menjelaskan dengan jelas agar hasil penilaian dapat diterima dengan adil oleh semua peserta.
          25 Aplikasi yang Bisa Digunakan Dalam Pembelajaran

          25 Aplikasi yang Bisa Digunakan Dalam Pembelajaran

          25 Aplikasi yang Bisa Digunakan Dalam Pembelajaran

          25 Aplikasi yang Bisa Digunakan Dalam Pembelajaran



          Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran. Berikut adalah beberapa contoh aplikasi yang mungkin bisa membantu Anda:

          1. Duolingo: Aplikasi belajar bahasa asing yang populer dan mudah digunakan. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki game yang menyenangkan untuk membantu Anda belajar.
          2. Khan Academy: Aplikasi belajar yang menyediakan pelajaran dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi secara gratis. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki banyak materi yang dapat dipelajari, termasuk matematika, sains, sosial, dan bahasa.
          3. Coursera: Aplikasi belajar yang menawarkan kelas online dari universitas-universitas terkemuka di seluruh dunia. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki banyak kelas yang dapat dipilih, termasuk teknologi, bisnis, dan ilmu sosial.
          4. Udemy: Aplikasi belajar yang menawarkan kelas online yang diberikan oleh instruktur independen. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki banyak kelas yang dapat dipilih, termasuk teknologi, bisnis, dan desain.
          5. LinkedIn Learning: Aplikasi belajar yang menawarkan kelas online yang diberikan oleh instruktur profesional. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki banyak kelas yang dapat dipilih, termasuk teknologi, bisnis, dan desain.
          6. edX: Aplikasi belajar yang menawarkan kelas online dari universitas-universitas terkemuka di seluruh dunia. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki banyak kelas yang dapat dipilih, termasuk teknologi, sains, dan ilmu sosial.
          7. Codecademy: Aplikasi belajar pemrograman yang menyediakan pelajaran interaktif yang membantu Anda belajar bahasa pemrograman seperti Python, HTML, dan JavaScript.
          8. Duolingo ABC: Aplikasi belajar baca dan tulis yang cocok untuk anak-anak yang baru belajar. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki game yang menyenangkan untuk membantu anak-anak belajar.
          9. ABCmouse: Aplikasi belajar yang cocok untuk anak-anak usia 3-8 tahun. Tersedia dalam banyak bahasa dan menyediakan pelajaran interaktif yang membantu anak-anak belajar tentang matematika, bahasa, dan sains.
          10. PBS Kids: Aplikasi belajar yang cocok untuk anak-anak usia 3-8 tahun. Tersedia dalam banyak bahasa dan menyediakan pelajaran interaktif yang membantu anak-anak belajar tentang matematika, bahasa, dan sains.
          11. Quizlet: Aplikasi belajar yang membantu Anda belajar kosa kata dan membuat flashcard. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki game yang menyenangkan untuk membantu Anda belajar.
          12. memrise: Aplikasi belajar bahasa asing yang menggunakan game dan visual yang menyenangkan untuk membantu Anda belajar kosa kata dan struktur bahasa.
          13. Babbel: Aplikasi belajar bahasa asing yang menyediakan pelajaran yang dibuat oleh native speaker. Tersedia dalam banyak bahasa dan memiliki game yang menyenangkan untuk membantu Anda belajar.
          14. Rosetta Stone: Aplikasi belajar bahasa asing yang menggunakan teknik immersion untuk membantu Anda belajar bahasa baru dengan cepat. Tersedia dalam banyak bahasa.
          15. Busuu: Aplikasi belajar bahasa asing yang menyediakan pelajaran yang dibuat oleh native speaker dan memiliki fitur komunitas yang memungkinkan Anda berinteraksi dengan orang lain yang sedang belajar bahasa yang sama.
          16. Kahoot!: Aplikasi yang memungkinkan Anda membuat dan mengadakan game-game pembelajaran interaktif. Cocok untuk digunakan dalam kelas atau kelompok belajar.
          17. ClassDojo: Aplikasi yang memungkinkan guru dan orang tua untuk terhubung dan berbagi informasi tentang kemajuan belajar anak. Juga menyediakan beragam materi pembelajaran yang dapat diakses oleh anak.
          18. Google Classroom: Aplikasi yang memungkinkan guru mengelola kelas online dan berbagi materi pembelajaran dengan siswa. Juga memiliki fitur yang memungkinkan siswa mengumpulkan dan mengirimkan tugas.
          19. Edmodo: Aplikasi yang memungkinkan guru mengelola kelas online dan berbagi materi pembelajaran dengan siswa. Juga memiliki fitur yang memungkinkan siswa berkomunikasi dengan guru dan siswa lainnya.
          20. My Study Life: Aplikasi yang membantu Anda mengelola jadwal belajar dan mengatur tugas. Juga memiliki fitur yang memungkinkan Anda mencatat deadline tugas dan membuat pengingat.
          21. MyHomework Student Planner: Aplikasi yang membantu Anda mengelola jadwal belajar dan mengatur tugas. Juga memiliki fitur yang memungkinkan Anda mencatat deadline tugas dan membuat pengingat.
          22. Blackboard: Aplikasi yang memungkinkan guru mengelola kelas online dan berbagi materi pembelajaran dengan siswa. Juga memiliki fitur yang memungkinkan siswa berkomunikasi dengan guru dan siswa lainnya.
          23. Moodle: Aplikasi yang memungkinkan guru mengelola kelas online dan berbagi materi pembelajaran dengan siswa. Juga memiliki fitur yang memungkinkan siswa mengumpulkan dan mengirimkan tugas.
          24. Brightspace: Aplikasi yang memungkinkan guru mengelola kelas online dan berbagi materi pembelajaran dengan siswa. Juga memiliki fitur yang memungkinkan siswa berkomunikasi dengan guru dan siswa lainnya.
          25. Canvas: Aplikasi yang memungkinkan guru mengelola kelas online dan berbagi materi pembelajaran dengan siswa. Juga memiliki fitur yang memungkinkan siswa mengumpulkan dan mengirimkan tugas.

          Itu hanya beberapa contoh lain aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran. Tentu saja masih ada banyak aplikasi lain yang bisa Anda coba sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda. Jangan lupa untuk terus belajar dan berlatih untuk meningkatkan kemampuan Anda.
          Cara Pembelajaran Online via WA

          Cara Pembelajaran Online via WA

          Cara Pembelajaran Online via WA

          Apakah Anda ingin tahu tentang cara belajar online melalui WhatsApp? Saya dapat memberikan beberapa saran:

          1. Tentukan tujuan pembelajaran Anda: Apakah Anda ingin belajar untuk meningkatkan keterampilan Anda, atau Anda hanya ingin menambah pengetahuan umum? Ini akan membantu Anda menentukan sumber belajar yang tepat.
          2. Cari sumber belajar yang terpercaya: Pastikan untuk mencari sumber belajar yang terpercaya dan teruji keandalannya. Anda dapat mencari sumber belajar online, seperti situs web atau kanal YouTube yang diakui keandalannya.
          3. Buat jadwal belajar yang teratur: Jadwal belajar yang teratur akan membantu Anda memastikan bahwa Anda memiliki waktu yang cukup untuk belajar.
          4. Buat catatan belajar: Mencatat apa yang Anda pelajari dapat membantu Anda mengingat informasi dengan lebih mudah di kemudian hari.
          5. Berdiskusi dengan teman-teman atau guru: Berdiskusi dengan teman-teman atau guru dapat membantu Anda memahami materi dengan lebih baik dan menjawab pertanyaan yang mungkin Anda miliki.
          6. Berlatih dan mengaplikasikan apa yang telah Anda pelajari: Latihan dan mengaplikasikan apa yang telah Anda pelajari dapat membantu Anda menguasai materi dengan lebih baik.

          Saya harap saran-saran tersebut membantu Anda dalam belajar online melalui WhatsApp. 

          Kelebihan dan Kekurangan WA untuk Pembelajaran

          Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan WhatsApp untuk pembelajaran:

          Kelebihan:

          1. WhatsApp memiliki aplikasi yang mudah digunakan dan tersedia di berbagai perangkat seluler.
          2. WhatsApp memungkinkan Anda berkomunikasi secara langsung dengan guru atau teman-teman belajar Anda, sehingga memudahkan pertanyaan atau kebingungan yang mungkin Anda miliki.
          3. WhatsApp dapat digunakan untuk mengirimkan materi pembelajaran, seperti dokumen atau video, sehingga memudahkan akses materi belajar.
          Kekurangan:

          1. WhatsApp tidak memiliki fitur yang secara khusus dirancang untuk pembelajaran online, sehingga tidak ada fitur yang dapat membantu Anda mengatur atau mengikuti proses pembelajaran.
          2. WhatsApp tidak memiliki fitur yang memungkinkan Anda untuk menyimpan catatan atau menyusun materi belajar dengan terstruktur.
          3. WhatsApp tidak memiliki fitur yang memungkinkan Anda untuk melakukan ujian atau mengevaluasi kemajuan belajar Anda.
          Saya harap penjelasan tersebut membantu Anda memahami kelebihan dan kekurangan menggunakan WhatsApp untuk pembelajaran.

          Cara Pembelajaran Online via WA


          Contoh Pembelajaran Lewat WA

          Berikut ini adalah beberapa contoh cara menggunakan WhatsApp untuk pembelajaran:

          1. Menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan guru atau teman-teman belajar: Anda dapat menggunakan WhatsApp untuk bertanya atau berdiskusi dengan guru atau teman-teman belajar Anda mengenai materi yang sedang dipelajari. Ini dapat membantu Anda memahami materi dengan lebih baik dan menjawab pertanyaan yang mungkin Anda miliki.
          2. Mengirimkan materi pembelajaran melalui WhatsApp: Anda dapat menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan dokumen, video, atau tautan ke sumber belajar lainnya kepada teman-teman atau guru Anda. Ini dapat memudahkan akses materi belajar.
          3. Menggunakan WhatsApp untuk belajar secara kelompok: Anda dapat membuat grup WhatsApp dengan teman-teman belajar Anda untuk belajar bersama. Ini dapat membantu Anda saling membantu dan berdiskusi mengenai materi yang sedang dipelajari.
          4. Menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan tugas atau ujian: Anda dapat menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan tugas atau ujian kepada guru atau teman-teman belajar Anda. Ini dapat membantu Anda mengevaluasi kemajuan belajar Anda.

          Saya harap contoh-contoh tersebut membantu Anda memahami cara menggunakan WhatsApp untuk pembelajaran. 

          Materi Pembelajaran: Penyakit Menular Seksual (PMS)

          Materi Pembelajaran: Penyakit Menular Seksual (PMS)

          Materi Pembelajaran: Penyakit Menular Seksual (PMS)


          Tujuan pembelajaran Penyakit Menular Seksual (PMS):

          1. Memahami hakikat penyakit menular seksual (PMS).
          2. Memahami penyebab penyakit menular seksual (PMS).
          3. Memahami macam-macam penyakit menular seksual (PMS).
          4. Memahami langkah-langkah pencegahan dari penyakit menular seksual (PMS).

           

          Penyakit Menular Seksual (PMS)


          Hakikat Penyakit Menular Seksual (PMS)

          Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual ini juga dikenal dengan istilah infeksi menular seksual (IMS) dan penyakit kelamin (veneral disease).


          Penyebab Penyakit Menular Seksual (PMS)

          Umumnya, penyakit menular seksual cepat menular karena seseorang sering berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual.


          Penyakit Herpes

          Seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan orang menderita penyakit herpes akan tertular penyakit menular seksual.


          Transfusi Darah

          Transfusi darah, seperti menggunakan jarum suntik yang sama dengan penderita PMS, dapat menularkan penyakit dengan cepat.


          Ibu Hamil

          Ibu hamil rentan menularkan penyakit menular seksual kepada bayinya. Umumnya, penyakit menular seksual yang diderita ibu hamil akan menular melalui proses menyusui.


          Macam-Macam Penyakit Menular Seksual (PMS)

          Berdasarkan Virus

          1. Herpes Progenitalis: Herpes progenitalis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.
          2. Virus Hepatitis: Ada berbagai macam hepatitis atau radang hati, seperti hepatitis A, B, C, dan D.
          3. Lymphogranuloma Venereum (LGV): Penyakit lymphogranuloma venereum (LGV) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus chlamydia trachomatis.


          Berdasarkan Organisme dan Bakteri

          1. Gonore: Gonore atau yang dikenal dengan kencing nanah adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh kuman gonococcus.
          2. Sifilis: Sifilis adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan menular. Penyakit ini disebakan oleh salah satu kuman, yaitu spirochaeta.
          3. Vaginitis: Vaginitis adalah salah satu penyakit menular seksual yang menyerang organ vital perempuan. Gejala vaginitis ini ditandai dengan adanya peradangan pada vagina.
          4. HIV: HIV adalah sejenis virus yang melumpuhkan kekebalan tubuh manusia dan dapat menyebabkan penyakit AIDS.
          5. Klamidia: Klamidia adalah penyakit penular seksual atau infeksi yang menyerang saluran kencing, leher rahim, dan saluran indung telur.
          6. Chancroid: Chancroid adalah salah satu penyakit menular seksual akut yang menyerang bagian genitalia, yaitu alat kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh virus streptobacillus ducrey.
          7. Granula Inguinale: Granula inguinale adalah peradangan menahun yang menyerang alat kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri calymmatobacterium granulomatis.


          Berdasarkan Parasit

          1. Trichomoniasis: Penyakit Trichomoniasis biasanya sering disebut dengan trich. Penyakit ini disebabkan oleh parasat yang disebut trichomonas vaginalis.
          2. Pediculosis Pubis: Pediculosis pubis adalah penyakit menular seksual yang menyerang bagian genitalia. Penyakit ini disebabkan oleh adanya parasit, yaitu kutu phtyhirus pubis.


          Langkah-Langkah Pencegahan dari  Penyakit Menular Seksual (PMS)

          Pendidikan Seks

          Pendidikan seks adalah penerangan mengenai anatomi, seperti pertumbuhan rambut pada ketiak dan sekitar alat kelamin serta mengenai proses reproduksi melalui hubungan seks.

          Tujuan pendidikan seks

          1. Membentuk pengertian tentang perbedaan seks antara pria dan wanita dalam keluarga, pekerjaan, dan seluruh kehidupan.
          2. Membentuk pengertian tentang seks di dalam kehidupan manusia dan keluarga, seperti perasaan seks dalam perkawinan.
          3. Mengembangkan pengertian diri sendiri sehubungan dengan fungsi dan kebutuhan seks. Jadi, pendidikan seks dalam arti sempit adalah pendidikan mengenai seksualitas manusia.
          4. Membantu peserta didik dalam mengembangkan kepribadian sehingga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, misalnya menjaga norma sosial dan agama di masyarakat.


          Manfaat pendidikan seks bagi remaja

          1. Dapat mencegah penyimpangan dan kelainan seksual.
          2. Dapat memelihara tegaknya nilai-nilai norma.
          3. Dapat mengatasi gangguan psikis.
          4. Dapat memberi pengetahuan dalam menghadapi perkembangan anak.


          Pendidikan Agama

          1. Memisahkan tempat tidur anak.
          2. Meminta izin ketika memasuki kamar orang tua.
          3. Mengajarkan adab memandang lawan jenis.
          4. Larangan menyebarkan rahasia suami-istri.


          Keluarga

          1. Faktor keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks sehingga perilaku seks bebas dapat dihindari.
          2. Keluarga harus mengerti tentang permasalahan seks sebelum menjelaskannya kepada anak-anak mereka.
          3. Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki dan seorang ibu mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah seks.
          4. Jangan menjelaskan masalah seks pada anak-anak laki-laki dan perempuan pada waktu dan ruang yang sama.

          Contoh Prilaku Demokratis di Lingkungan Keluarga, Masyarakat, Sekolah, Bangsa dan Negara

          Contoh Prilaku Demokratis di Lingkungan Keluarga, Masyarakat, Sekolah, Bangsa dan Negara

          Contoh Prilaku Demokratis


          Contoh Prilaku Demokratis di Lingkungan Keluarga, Masyarakat, Sekolah, Bangsa dan Negara


          Contoh Prilaku Demokratis di Lingkungan Keluarga, Masyarakat, Sekolah, Bangsa dan Negara - Demokrasi tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari masyarakatnya. Adanya demokrasi tidak terlepas dari kenyamanan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana pemerintah tidak sewenang-wenang baik dari penguasa maupun masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, nilai-nilai demokrasi hanya mungkin terwujud ketika rakyat menginginkan terwujudnya kehidupan tersebut.


          Untuk menjalankan kehidupan yang demokratis, kita dapat memulainya dengan belajar berbagai contoh Prilaku Demokratis di Lingkungan Keluarga, Masyarakat, Sekolah, Bangsa dan Negara. Beberapa prinsip yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah :

          1. membisakan diri untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku;
          2. membiasakan diri bertindak demokratis dalam segala hal;
          3. membiasakan diri menyelesaikan persoalan dengan musyawarah;
          4. membiasakan diri mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan;
          5. membiasakan diri untuk memilih pemimpin-pemimpin melalui cara-cara yang demokratis;
          6. selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah;
          7. selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, bangsa dan negara bahkan secara pribadi;
          8. menuntut hak setelah melaksanakan kewajiban;
          9. menggunakan kebebasan dengan rasa tanggung jawab;
          10. mau menghormati hak orang lain dalam menyampaikan pendapat;
          11. membiasakan diri memberikan kritik yang bersifat membangun.


          Demokrasi juga bersumber pada nilai-nilai sosial budaya bangsa serta berdasarkan nilai luhur Pancasila yakni musyawarah mufakat seluruh masyarakat. Apa saja perilaku yang mencerminkan demokrasi? Berikut Contoh Prilaku Demokratis di Lingkungan Keluarga, Masyarakat, Sekolah, Bangsa dan Negara


          Contoh Prilaku Demokratis Dalam Lingkungan Keluarga

          1. Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga
          2. Menghormati orang tua tanpa pamrih.
          3. Berbagi kewajiban di rumah, seperti membantu orang tua membersihkan rumah.


          Contoh Prilaku Demokratis Dalam Lingkungan Sekolah

          1. Aktif dalam kegiatan diskusi kelas.
          2. Melakukan pemilihan pengurus OSIS dengan tertib dan adil.
          3. Tidak memilih-milih teman



          Contoh Prilaku Demokratis Dalam Lingkungan Masyarakat

          1. Memilih pengurus RT, RW, hingga Kepala Desa dengan musyawarah dengan adil dan jujur.
          2. Tidak melakukan diskriminasi antar warga.
          3. Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.


          Contoh Prilaku Demokratis Dalam Lingkungan Berbangsa dan Bernegara

          1. Mendukung kelancaran proses Pemilihan Umum
          2. Berani menyampaikan pendapat dengan baik.
          3. Tidak bertindak berdasarkan SARA.


          AKTIVITAS BELAJAR MANDIRI

          Kerjakan dalam buku tulis kalian beberapa soal berikut ini! Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kalian tentang unit ini, jawablah pertanyaan di bawah ini!

          1. Setelah kalian mempelajari materi demokrasi, tentunya kalian semakin paham betapa pentingnya mewujudkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Coba kalian renungkan. Sudah sejauh manakah kalian melaksanakan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari? Coba uraikanlah dalam satu paragraf perwujudan nilai-nilai demokrasi yang SUDAH kalian lakukan dalam kehidupan sehari-hari!
          2. Menurut anda, apakah demokrasi Pancasila di negara kita sudah dibilang berjalan dengan baik? Jika ya, sebutkan alasannya? Jika tidak, sebutkan alasannya?
          3. Menurut anda bagaimana cara agar demokrasi dapat diterapkan dengan baik?
          4. Menurut anda bagaimana kebebasan mengutarakan pendapat yang ada di sekolahmua? apakah sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? Sebutkan alasannya!
          5. Jelaskan dengan bahasamu sendiri, apa saja yang dianggap sebagai pelanggaran dalam sistem demokrasi?
          Kerjakan dalam buku tulis anda kemudian serahkan pada Guru anda setelah itu diskusikanlah!

           

          "Demokrasi bukan hanya hak untuk memilih; itu adalah hak untuk hidup bermartabat." - Naomi Klein



          Lingkungan Belajar: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

          Lingkungan Belajar: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

           

          Lingkungan Belajar: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya

          Lingkungan Belajar


          lingkungan belajar adalah suasana yang menyenangkan dan menguntungkan bagi anak untuk belajar. Lingkungan belajar yang baik memiliki karakteristik yang kuat seperti kebutuhan yang dibutuhkan anak-anak, memiliki variasi berbagai bentuk permainan, memberikan pengalaman dan menyediakan fasilitas bermain layaknya di luar rumah.


          A. Pengertian lingkungan belajar

          Lingkungan belajar adalah tempat yang menyenangkan untuk anak belajar. Anak akan berkonsentrasi dengan baik jika lingkungan belajarnya adalah tempat yang menarik dan dapat membuatnya pembelajaran lebih mudah.


          Lingkungan belajar terdiri dari berbagai komponen seperti:

          1. Ruang pembelajaran (classroom)
          2. Tempat sirkulasi (corridor)
          3. Ruang kelas tambahan (extra classroom)


          B. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan belajar

          Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan belajar

          1. Kebersihan dan keindahan
          2. Kebiasaan yang baik/buruk
          3. Perilaku sosial anak kecil


          C. Memahami kebutuhan anak melalui bermain


          1. Anda harus memahami bahwa anak-anak belajar melalui bermain.
          2. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya.
          3. Bermain adalah cara komunikasi yang luar biasa penting bagi anak-anak sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya secara optimal.


          D. Menyediakan lingkungan belajar

          Setelah mempelajari konsep dan teori tentang lingkungan belajar, Anda ingin tahu bagaimana cara menyediakan lingkungan belajar. Bagi para guru, hal ini tentu lebih mudah sebagai mereka hanya perlu mengatur dengan anggota kelasnya sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan. Tapi bagaimana jika Anda tidak bisa membuat segala macam meja untuk semua anggota kelas?

          Belajar tidak hanya dilaksanakan di dalam ruangan seperti kamar saya atau kamar Anda saat ini, tapi juga dilakukan di luar ruangan (outdoor learning). Oleh karena itu saya akan memberikan sedikit panduan yang ia inginkan agar anda bisa menyediakannya sendiri.


          1. lingkungan belajar yang menyenangkan akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi anggota keluarga
          2. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi anggota keluarga.
          3. Dengan lingkungan belajar yang menyenangkan, anak akan bisa belajar dengan lebih giat dan bersemangat.


          Rumah keluarga merupakan lingkungan belajar pertama dan terpenting bagi anak. Di sinilah kaum muda membangun pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendorong pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan potensinya melalui kegiatan bermain.

          Pembelajaran Berbasis Projek di SMK

          Pembelajaran Berbasis Projek di SMK

          Pembelajaran Berbasis Projek di SMK


          Pembelajaran Berbasis Projek di SMK

          Definisi Pembelajaran Berbasis Projek

          Pembelajaran berbasis projek adalah pembelajaran yang menggunakan projek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai soft skills, hard skills, dan karakter.


          Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas murid dalam menghasilkan produk yang menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, hingga mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.


          Produk yang dimaksud adalah hasil projek berupa barang atau jasa dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan lain-lain.


          Tujuan Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Projek:

          1. Meningkatkan kepercayaan dunia kerja terhadap SMK dan tamatan SMK
          2. Mendukung sertifikasi kompetensi murid oleh industri
          3. Meningkatkan produktivitas SMK berbasis produk standar industri
          4. Merancang pembelajaran yang seimbang dalam pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan sikap
          5. Mudah memusatkan perhatian murid dalam belajar pada satu projek
          6. Meningkatkan efektifitas pembelajaran, karena semua mata pelajaran/kompetensi yang relevan dipelajari dalam projek yang sama
          7. Memiliki penguasaan kompetensi lebih mendalam dan berkesan
          8. Mengarahkan murid agar mampu bekerja dengan profesional di dunia kerja
          9. Menyiapkan murid agar memiliki kompetensi teknis (hard skills)
          10. Membudayakan budaya kerja industri, terutama budaya mutu, efisiensi, dan kreativitas
          11. Memberikan wahana pengalaman belajar murid dengan pengalaman berhasil

          Prinsip Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Projek:

          1. Kerja sama produk dan pembelajaran sekolah dengan dunia kerja
          2. Pembelajaran melalui projek riil dari dunia kerja dengan memperhatikan nilai ekonomis dan ketepatan waktu penyerahan produk
          3. Proses pembelajaran rangkaian projek utuh dari analisis order sampai layanan purna jual (layanan setelah jual-beli)
          4. Kolaborasi antar mata pelajaran sesuai kompetensi/elemen kompetensi capaian pembelajaran
          5. Keseimbangan kompetensi hard skill, soft skill, dan karakter
          6. Pengembangan budaya kerja dunia kerja
          7. Pemanfaatan fasilitas dunia kerja

          Implementasi

          1. Pembelajaran berbasis projek dilaksanakan melalui projek yang merupakan order dari dunia kerja, atau kreativitas guru dan murid dalam menghasilkan produk unggulan SMK.
          2. Berdasarkan order, sekolah melaksanakan analisis untuk memastikan apakah pekerjaan dapat dilaksanakan atau tidak, dengan memperhatikan penguasaan kompetensi (capaian pembelajaran) murid dan guru, serta fasilitas sekolah.
          3. Jika berdasarkan analisis pekerjaan dapat dilaksanakan, selanjutnya dilakukan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran.
          4. Proses pembelajaran menyatu pada proses produksi/layanan jasa. Secara kontekstual, murid diberikan pengalaman belajar pada situasi yang nyata dengan suasana dunia kerja.
          5. Pembelajaran berisikan beberapa atau seluruh kompetensi pada satu mata pelajaran atau antar mata pelajaran SMK sesuai projek.
          6. Murid belajar mulai dari menganalisis spesifikasi dan persyaratan produk (barang/jasa) order dari dunia kerja/permintaan pasar, perencanaan dan proses produksi, evaluasi proses, penilaian hasil produksi, penjaminan mutu produk, pemasaran, distribusi, hingga pelayanan purna jual (layanan setelah jual-beli).

          Prinsip Pembelajaran dan Asesmen - Kurikulum Merdeka

          Prinsip Pembelajaran dan Asesmen - Kurikulum Merdeka

          Prinsip Pembelajaran dan Asesmen - Kurikulum Merdeka


          Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

          Prinsip Pembelajaran - Pembelajaran merupakan proses interaksi antara murid, guru, dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Prinsip pembelajaran pada Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:


          Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian murid, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan murid yang beragam. Dengan demikian, pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. 

          Contoh:

          • Pada awal tahun ajaran, guru berusaha mencari tahu kesiapan belajar murid dan pencapaian sebelumnya. Misal: melalui dialog dengan murid, sesi diskusi kelompok kecil, tanya jawab, pengisian survei/angket, dan/atau metode lainnya yang sesuai.
          • Guru merancang atau memilih ATP sesuai dengan tahap perkembangan murid, atau mengacu ke tahap awal. Guru bisa menggunakan atau mengadaptasi contoh tujuan pembelajaran, ATP, dan modul ajar yang disediakan oleh Kemendikbudristek.
          Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas murid menjadi pembelajar sepanjang hayat.

          Contoh:

          • Guru mendorong murid untuk melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan area yang perlu dikembangkan.
          • Guru senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan murid untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan.

          Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter murid secara holistik.

          Contoh:

          • Guru menggunakan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi dan untuk membantu murid mengembangkan kompetensi. Misal: belajar berbasis inkuiri, berbasis projek, berbasis masalah, dan pembelajaran terdiferensiasi.
          • Guru merefleksikan proses dan sikapnya untuk memberi keteladanan dan sumber inspirasi positif bagi murid.

          Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya murid, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.

          Contoh:

          • Guru menyelenggarakan pembelajaran sesuai kebutuhan dan dikaitkan dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik minat murid.
          • Guru merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu, dan produktif antara guru dan murid, sesama murid, serta antara murid dan materi belajar.

          Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

          Contoh:

          • Guru berupaya untuk mengintegrasikan prinsip kehidupan keberlanjutan (sustainable living) pada berbagai kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bumi. Misal: menggunakan sumber daya secara bijak (hemat air, listrik, dll.), mengurangi sampah.
          • Guru memotivasi murid untuk menyadari bahwa masa depan adalah milik mereka, sehingga mereka perlu mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan mereka.

          Prinsip Asesmen

          Asesmen atau penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar murid. Prinsip asesmen adalah sebagai berikut:


          Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk guru, murid, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

          Contoh:

          • Guru menguatkan asesmen di awal pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kesiapan murid.
          • Guru merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada tujuan yang hendak dicapai dan memberikan umpan balik agar murid menentukan langkah untuk perbaikan ke depannya.

          Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.

          Contoh:

          • Guru memikirkan tujuan pembelajaran pada saat merencanakan asesmen dan memberikan kejelasan pada murid mengenai tujuan asesmen di awal pembelajaran.
          • Guru menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar.

          Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya, dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai ke depannya.

          Contoh:

          • Guru menyediakan waktu dan durasi yang cukup agar asesmen menjadi sebuah proses pembelajaran dan bukan hanya untuk kepentingan menguji.
          • Guru menentukan kriteria sukses dan menyampaikannya pada murid, sehingga mereka memahami ekspektasi yang perlu dicapai.

          Laporan kemajuan belajar dan pencapaian murid bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut.

          Contoh:

          • Guru menyusun laporan kemajuan belajar secara ringkas, mengutamakan informasi yang paling penting untuk dipahami oleh murid dan orang tua.
          • Guru memberikan umpan balik secara berkala kepada murid dan mendiskusikan tindak lanjutnya bersama-sama, serta melibatkan orang tua.

          Hasil asesmen digunakan oleh murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

          Contoh:

          • Guru menyediakan waktu untuk membaca, menganalisis, dan melakukan refleksi hasil asesmen.
          • Guru menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki.

          Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran.


          Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Belajar - Teaching at The Right Level

          Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Belajar - Teaching at The Right Level

          Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Belajar - Teaching at The Right Level

          Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Belajar - Pembelajaran sesuai tahap capaian belajar murid (teaching at the right level) adalah pendekatan belajar yang berpusat pada kesiapan belajar murid, bukan pada tingkatan kelas.


          Apa tujuan pembelajaran ini?

          • Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hadjar Dewantara yang berpusat pada murid
          • Menguatkan kompetensi numerasi dan literasi murid
          • Agar setiap murid mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan

          Bagaimana pembelajaran dilakukan?

          Murid dalam fase perkembangan yang sama bisa memiliki tingkat pemahaman dan kesiapan yang berbeda. Karena itu, pada model pembelajaran ini, cara dan materi pembelajaran divariasikan berdasarkan tingkat pemahaman dan kesiapan murid.


          Apa itu fase perkembangan?

          Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai murid, yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhannya.


          SD, SMP, SMA, SMK (MI, MTs, MA, MAK)

          • Fase A: SD/MI kelas 1–2
          • Fase B: SD/MI kelas 3–4
          • Fase C: SD/MI kelas 5–6
          • Fase D: SMP/MTs kelas 7–9
          • Fase E: SMA/MA, SMK/MAK kelas 10
          • Fase F: SMA/MA, SMK/MAK kelas 11–12

          Sekolah Luar Biasa

          • Fase A: usia mental ≤ 7 tahun
          • Fase B: usia mental ± 8 tahun
          • Fase C: usia mental ± 8 tahun
          • Fase D: usia mental ± 9 tahun
          • Fase E: usia mental ± 10 tahun
          • Fase F: usia mental ± 10 tahun

          Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, dan Usia Kronologis

          Fase A

          • Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 1–2)
          • Usia kronologis: ≤ 6–8 tahun
          • Usia mental: ≤ 7 tahun

          Fase B

          • Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 3–4)
          • Usia kronologis: 9–10 tahun
          • Usia mental: ± 8 tahun

          Fase C

          • Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 5–6)
          • Usia kronologis: 11–12 tahun
          • Usia mental: ± 8 tahun

          Fase D

          • Jenjang/kelas: SMP/MTs (kelas 7–9)
          • Usia kronologis: 13–15 tahun
          • Usia mental: ± 9 tahun

          Fase E

          • Jenjang/kelas: SMA/MA, SMK/MAK (kelas 10)
          • Usia kronologis: 16–17 tahun
          • Usia mental: ± 10 tahun

          Fase F

          • Jenjang/kelas: SMA/MA, SMK/MAK (kelas 11–12)
          • Usia kronologis: 17–23 tahun
          • Usia mental: ± 10 tahun

          Bagaimana cara menentukan kemajuan hasil belajar?

          Kemajuan hasil belajar murid dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Murid yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan agar mencapai capaian pembelajarannya.


          Bagaimana tahapan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen?

          Perencanaan

          Guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, yang mencakup rencana asesmen formatif yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen sumatif di akhir pembelajaran.


          Asesmen Awal Pembelajaran

          • Asesmen awal bertujuan untuk untuk menilai kesiapan masing-masing murid untuk mempelajari materi yang telah dirancang.
          • Dengan demikian, guru bisa melakukan pengelompokkan murid berdasarkan tingkat kesiapan yang sama.

          Pembelajaran

          • Selama proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen formatif secara berkala.
          • Di akhir proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini juga bisa digunakan sebagai asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.