Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Cara Berkomunikasi yang Baik dan Benar

Cara Berkomunikasi yang Baik dan Benar

Cara Berkomunikasi yang Baik dan Benar

Cara Berkomunikasi yang Baik dan Benar

Komunikasi adalah salah satu aspek dalam kehidupan. Apa yang kita lakukan dan bicarakan akan mempengaruhi pemahaman orang lain. Misalnya, jika kita memiliki kebiasaan berbicara dengan cara yang tidak baik atau menyebutkan kata-kata kasar, maka akan membuat lawan bicara merasa tidak nyaman dan terganggu. Di sisi lain, bila kita tidak melakukan hal tersebut maka kemungkinan besar dapat memberikan efek positif bagi lawan bicara


Berikan perhatian pada lawan bicaramu

Perhatian adalah sebuah perasaan yang menyatukan. Perhatian adalah kekuatan paling besar manusia, karena tidak hanya dapat melembutkan hati tetapi pun dapat mengubah jalan hidup seseorang.

Perhatian juga merupakan hal yang terpenting dalam komunikasi. Dengan memperhatikan lawan bicara, Anda akan mampu menjadi lebih penuh kesadaran dan nyata di hadapan mereka. Jika seseorang sedang bicara dengan Anda dan Anda hanya mendengarkannya tanpa melihat kepada mereka secara langsung atau cuma tersenyum tanpa melipat tangan ataupun memegang dadanya seolah-olah sedang berdoa tentu saja hal tersebut tidak memberikan rasa aman dan hangat bagi mereka yang sedang berbicara dengan Anda, bukan?

Kuncikan pandanganmu pada wajah lawan bicara

Kuncikan pandanganmu pada wajah lawan bicara.

Sebagai orang yang ingin menjadi lebih baik, kita harus tetap terus berusaha untuk memperbaiki diri, antara lain dengan mengupayakan sesuatu yang baru. Jika kamu ingin bisa menggunakan cara-cara yang baik dan benar dalam berbicara dengan orang lain, maka sebagai awalnya buatlah usaha sangat besar untuk melihat wajah orang yang sedang bercakap-cakap denganmu secara langsung.

Dengarkan rencana dan ucapan lawan bicara

  • Menjaga kewaspadaan: Dalam berkomunikasi, kita harus tetap menjaga kewaspadaan dan tidak berkonsentrasi pada hal-hal yang tidak penting.

  • Mendengarkan rencana dan ucapan lawan bicara: Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mendengarkan sehingga dia dapat mengidentifikasi masalah yang sedang melibatkan orang lain.

  • Memperhatikan detil: Kepemimpinan harus mampu mengidentifikasi detail untuk membantu berbagai masalah yang muncul di organisasi sekitar kita dengan baik dan benar.


Kontrol emosi

Kontrol emosi adalah salah satu dari lima cara komunikasi yang baik dan benar. Jika orang lain mengira kita tidak bisa berkomunikasi, maka pastikan dulu apakah kata-kata yang akan diucapkan terasa jelas dan tidak ketus.

Tidak selalu jadi alasan karena kita tidak mengerti apa yang sedang ditulis oleh seseorang, misalnya, bila si penulis memilih untuk menuliskan sebuah artikel di blog atau situs web tertentu tanpa melibatkan lagi pendengarannya. Biasanya hal ini terjadi bila si penerima (pembaca) merasa tersinggung dengan sesuatu yang dimaksudkan oleh orang lain dan sudah sangat membenci opini tersebut.

Hindari perbedaan pendapat

  • Hindari perbedaan pendapat

Perbedaan pendapat memang sering jadi tema pembicaraan dalam sebuah diskusi. Karena itu, kita harus tahu bagaimana mengendalikan emosi kita saat berbicara dengan orang lain. Dengan cara ini kita bisa berpikir dan menghindari kelakuan yang tidak pantas.

  • Bagaimana jika terjadi?

Jika kamu sudah tidak mampu menahan emosimu, sebaiknya bersikap tenang dan sabar untuk melihat masalah secara logis sehingga diperoleh hasil yang baik dan lebih jauh lagi ada kesempatan untuk mendengarkan pembelaan dari lawan bicaramu agar keadaan akan terselamatkan dari kerumitan dunia nyata (simulasi).

Komunikasi adalah salah satu aspek dalam kehidupan

Komunikasi adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan. Dapat membantu mengubah pandangan orang lain terhadap dirimu, dan menghentikan hal-hal yang tidak perlu terjadi. Inilah cara berkomunikasi yang baik dan benar. Selamat mencoba! 

Cara Berbahasa Inggris yang Mudah dan Menyenangkan

Cara Berbahasa Inggris yang Mudah dan Menyenangkan

 

Cara Berbahasa Inggris

Cara Berbahasa Inggris yang Mudah dan Menyenangkan

Introduction

Bahasa Inggris adalah bahasa yang digunakan di seluruh dunia. Bahkan, bahasa ini menjadi bahasa utama untuk percakapan internasional. Selain itu, bahasa Inggris juga memiliki kemampuan untuk mengungkapkan secara tepat dan detail karena ada beberapa tipe penyampaiannya seperti bercerita dan bertanya. Namun demikian, kamu harus mempunyai dasar-dasar pemikiran dalam berbahasa inggris agar tidak salah ketika mempergunakannya. Dalam artikel ini akan saya bagikan beberapa tips cara berbahasa inggris dengan baik:

dasar-dasar bahasa inggris

  • SUBJECT + PREDICATE

  • OBJECT + VERB

  • OBJECTIVE CASE + VERB

  • INDIRECT OBJECTIVE CASES AND DIRECT OBJECTIVE CASE

  • USES OF SUBJECTS IN SENTENCES

subjek

Subjek dalam bahasa inggris adalah subyek. Subjek dalam bahasa inggris berarti orang yang melakukan sesuatu. Contoh:

  • The boy read a book.
  • The girl wrote a letter to her mother.

The teacher taught his students how to read and write Indonesian language in English letters, not in Roman letters like “A”, “B”, “C”, etc., which is commonly used by many Indonesian people; instead of that they should use the same letters as we do in Indonesia (see our lesson about alphabet).

predikat

Predikat adalah sebuah kata kerja yang mengandung makna. Predikat dapat berbentuk:

  • Past: Past Simple

  • Present: Present Simple

  • Future: Future Simple

direct object

A direct object is the noun or pronoun that receives the action of a transitive verb.

Transitive verbs usually take a direct object: "He ate an apple" means that he ate something, namely an apple. In this case, it's clear who or what received the action of eating (the apple).

An indirect object is not affected by the action of a sentence; it's just a person or thing who/which receives something indirectly from someone/something else in order to help with something else (like love): "I gave my friend some money."

indirect object

The indirect object is a noun that receives the action of the verb. The indirect object is usually a person, and it is often placed before the direct object in English.

Because “I” is both subject and object, you can use “me” as an indirect object pronoun when it precedes a direct-object pronoun such as “him” or “her:”

  • I gave him [me].

  • She gave her [me].

bentuk kata kerja

Kemampuan berbahasa inggris yang kamu miliki akan berguna untuk mengembangkan kemampuan yang lebih dalam lagi. Ingat, tidak semua orang bisa mengerti apa yang kamu ucapkan atau tulis dengan mudah. Jadi, bagaimana caranya agar mereka mau mendengarkan? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kamu berbicara atau bercerita:

menggunakan tenses

  • The present tense

  • The past tense

  • The future tense

  • The past perfect tense

cara mengucapkan

  • Pertama-tama, berlatih mengucapkan kata dengan benar. Dalam bahasa Inggris, perbedaan jarak yang terabaikan berarti perbedaan nada dan intensitas dalam mengucapkan suatu kata.

  • Berlatih mengucapkan suatu kata dengan tepat juga penting untuk menggunakan bahasa Inggris dengan baik dan benar. Misalnya: "I love you" memiliki nada yang lebih tinggi dibandingkan dengan "I like you" atau "You are nice". Kedua pertanyaan tersebut memiliki bentuk umum dari I love you yaitu "I love". Sedangkan How do you say this? merupakan ucapan pertanyaan kembali untuk memperjelas apa maksud kita setelah melontarkan sebuah ucapan penutup atau ending statement.

  • Kombinasikan langkah-langkah di atas untuk mendengarkan pembelajaran bahasa Inggris secara efektif dan efisien sehingga Anda ingin belajar berkali-kali hanya untuk memastikan Tuhan memberi kemampuan untung hidup Anda!

cara bertanya dalam bahasa inggris

Berikut beberapa contoh pertanyaan dan jawaban yang khas dalam bahasa Inggris:

  • How are you? - I'm fine. (Aku baik-baik saja)

  • Do you have a girlfriend? - Yes, I do. (Ya, saya punya pacar)

  • Are you hungry? - No, thank you. (Tidak usah kuatir)

beberapa kalimat yang sering digunakan dalam bahasa inggris

You’re probably familiar with these phrases:

  • I like to eat.

  • I love to eat.

  • I hate to eat.

  • I want to eat.

  • I need to eat, or “I gotta eat,” as some people say in America.

  • I'm hungry; it's time for lunch or dinner! (informal)

Kamu dapat menggunakan bahasa inggris dengan baik.

You will have the opportunity to practice speaking English in a variety of ways. Whether it is through small group conversations, role-play or listening activities, you will be able to use English as well as understand what is going on in English.

You can also use your knowledge of grammar and vocabulary when writing an essay or letter and you do not need anyone to correct your mistakes because you will know how to identify them yourself!

Conclusion

Bahasa inggris merupakan bahasa yang sangat berguna dan mengasyikkan untuk dipelajari. Dengan memahami dasar-dasar dan teknik-teknik belajar bahasa ini, kamu akan menguasai sebagian besar kalimatnya. Jadi, jangan pernah ragu untuk belajar!

5 Ways to Teach as a Teaching Major - How to Make the Most of Your Degree

5 Ways to Teach as a Teaching Major - How to Make the Most of Your Degree

5 Ways to Teach as a Teaching Major - How to Make the Most of Your Degree

Teaching Major

Do you find yourself daydreaming about teaching as a career? Maybe you've taken your fair share of education classes and know that teaching keeps coming up again and again. If so, you're on the right track! It's natural to have questions when it comes to choosing your major, especially if you’re undecided on what career path to take. But don’t worry—there are many benefits to being a teacher as a major student. If you’re thinking about making education your specialty, keep reading for more information. From helpful tips to advice from other teaching majors, we’ve compiled everything you need to know about being a teaching major as an undergrad.

 

What is a Teaching Major?

A teaching major is a degree program you can choose if you want to become a teacher. This can be either an undergraduate or graduate degree, depending on your institution. You may also see the terms “education degree” or “educational studies” degree. You can specialize in many different subjects, including English, math, science, and social studies. This flexibility is one of the biggest perks of being a teaching major. You can learn the skills you need to become a teacher in the subject you’re most passionate about. If you’re not sure which subject you want to specialize in, you can also choose a general education degree with a teaching track.

 

The Benefits of Being a Teaching Major

- Career Security - One of the biggest benefits of being a teaching major is job security. In most regions, there are more job openings in teaching than there are qualified teachers to fill those positions. This means that you’ll have an excellent chance at getting the job you want, even if you’re a new grad. - Impact on Students - If you’re passionate about making a difference, being a teaching major can be extremely rewarding. You'll be able to share your knowledge and skills with students who may otherwise not have the opportunity to learn. - The Ability to Be Flexible - Some degree programs are more rigid than others, but being a teaching major allows you to be as flexible as you want to be. Depending on your program, you may be able-to choose your own grade-level and subject. Or, if you’re in a general ed program, you might be able to choose the career you’d like to pursue after graduation.

 

Tips for Teaching Majors

- Find Your Calling - If you’re wondering if a teaching major is right for you, the first thing to do is reflect on your interests and passions. If you’ve always been drawn to the idea of being a teacher, then it’s likely the right choice for you. - Get Hands-on Experience - One of the best ways to gain insight into what you’ll be doing as a teacher is to get hands-on experience in the classroom. If you’re able to do this as an undergrad, you’ll be leaps and bounds ahead of your peers as a new grad. - Choose Your Courses Wisely - Although they’re not required, many students choose to take education courses as a teaching major. This can be a great way to get a leg up on the competition and learn more about what you’ll be doing after graduation. - Consider Your Specialization - Depending on your program, you may be able to choose your own specialization. If not, you may be required to focus on a certain subject area.

 

3 Important Things to Keep in Mind Before Graduating as a Teaching Major

- You Can Always Teach Later - This may seem obvious, but it’s important to remember that you can always change your mind. Although the job outlook is excellent, you may discover that teaching is not for you. In that case, you can always find other ways to apply your skills. - You Need a Plan B - If you’re working on a teaching major, it’s a good idea to have a plan B in case you don’t get the job you want. This could mean choosing a different specialization, like administration or educational coaching. Or it could be something different entirely. - All Majors Require a Bachelor’s Degree - Some majors are more specific than others, but all require a bachelor’s degree. If you’re interested in becoming a teacher and you’re currently working on an associate’s degree, you should consider applying to a few different universities. You’ll need to apply for a teaching major and transfer over to a bachelor’s program. Your credits may not transfer, and it’s a long process.

 

Pieces of Advice for First-Year Teaching Majors

- Don’t Forget to Enjoy Your Major - Being a teaching major is a lot of work, but it’s important not to forget to enjoy the process. Enjoying your major will help you be more successful in the long run. - Start Taking Action - There’s no time to waste once you start your first year as a teaching major. Start applying to grad schools now if that’s your plan. Get involved with your department and local organizations—and start making connections. And don’t forget to enjoy your first year of college as much as you can. It goes by way too fast.

 

Conclusion

If you’ve been daydreaming about becoming a teacher, you’re in good company. Teaching is a rewarding and meaningful field that makes a real difference in the lives of others. If you’re interested in this career, you’ll need to choose a major that focuses on education. There are many benefits to being a teaching major, including career security, the ability to be flexible, and the chance to make a real impact on the lives of others. To make the most of your degree, it’s important to find your calling, get hands-on experience, choose your courses wisely, have a plan B, and start taking action as soon as possible.


4 Tips to Help You Decide on the Right Educational Technology Degree

4 Tips to Help You Decide on the Right Educational Technology Degree

 

Educational Technology Degree

4 Tips to Help You Decide on the Right Educational Technology Degree

As the world of education and technology continues to grow, more and more people are exploring educational technology degree options. The field of educational technology is dynamic, expanding rapidly, and it has many career opportunities for those who want to specialize in it. Educational technology covers a variety of different fields revolving around the use of digital tools in schools. These programs focus on software, hardware, virtual reality, artificial intelligence, instructional design, video game design, mobile apps, and much more. If you’re interested in an educational technology degree or certificate program but aren’t sure if it’s worth your time and money — this article will provide you with everything you need to know about these programs. From how much they cost to if they even give you job placement after graduation — we cover it all!

 

What is an Educational Technology Degree?

An educational technology degree is a degree designed to train students in the use of digital technologies in the education sector. Students can specialize in specific areas such as computer science, software engineering, web development, and more. Educational technology programs are relatively new compared to other degree types. They are growing more popular with each passing year, as more and more students realize the usefulness of an educational technology degree.

 

How Much Does an Educational Technology Degree Cost?

The cost of an educational technology degree can vary greatly depending on the institution in which you decide to enroll. However, on average, an educational technology degree costs around $30,000. The cost can sometimes be higher, but it typically stays within this range. Keep in mind that the cost of an educational technology degree can also be offset by scholarships, grants, and other forms of financial aid. Make sure to apply for any financial assistance that is offered to you!

 

Pros and Cons of Earning an Educational Technology Degree

PROS Educational technology degrees are highly applicable. There are many job opportunities available in the field. The degree can be completed in as little as 2 years. You can specialize in a specific field of education technology. CONS Educational technology degrees are expensive. The degree isn’t a good choice for everyone. You need good time management skills to succeed.

 

Key point: If you’re still not sure, go for it!

Earning an educational technology degree is a wise decision for many people. If you’re interested in the field, it’s a great degree program to pursue. You can specialize in a niche field, and the degree is relatively affordable. With that said, educational technology degrees aren’t for everyone. If you aren’t sure you’re interested in the field, it may not be the best choice for you. It is better to go after the degree only when you’re sure it’s what you want.

Cara Belajar Grammar Bahasa Inggris

Cara Belajar Grammar Bahasa Inggris

Cara Belajar Grammar

Cara Belajar Grammar Bahasa Inggris

Tata bahasa adalah dasar dari bahasa Inggris tertulis. Ini membantu Anda memahami bagaimana kalimat dibentuk dan seperti apa strukturnya. Aturan tata bahasa juga membantu Anda menghindari membuat kesalahan umum saat menulis dalam bahasa Inggris (yang bisa memalukan!). Namun, yang paling penting, tata bahasa membantu Anda berkomunikasi lebih jelas dengan orang lain. Jadi, penting untuk mempelajari tata bahasa yang baik jika Anda ingin dapat berbicara dan menulis dengan baik dalam bahasa Inggris!


Temukan metode pembelajaran yang cocok untuk Anda

Mempelajari bahasa adalah tentang menemukan metode pembelajaran yang cocok untuk Anda. Yang terbaik adalah mencoba beberapa metode dan melihat apa yang cocok, jadi berikut adalah beberapa saran:


  1. Bagi mereka yang menyukai ide bermain game, ada banyak game di luar sana yang dapat berfungsi sebagai alat untuk belajar tata bahasa. Misalnya, Duolingo adalah pilihan yang sangat baik jika Anda mencari sesuatu yang menyenangkan dan interaktif. Aplikasi ini akan mengajarkan Anda kosakata dan struktur kalimat dalam format yang menarik.
  2. Jika buku lebih Anda sukai (atau jika Anda ingin mengulur waktu), ada banyak buku tentang tata bahasa Inggris yang dapat membantu meningkatkan pemahaman Anda tentang cara kerjanya. Tempat yang baik untuk memulai mungkin dengan The Little Book Of Grammar oleh Michael Ellis; buku ini dirancang khusus untuk siswa yang membutuhkan bantuan untuk menguasai dasar-dasar tata bahasa Inggris. Buku ini juga sangat mudah dibaca!


Berlatih menulis dan mengeja

Menulis adalah cara yang bagus untuk mempelajari tata bahasa. Menulis juga merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan mengeja dan menulis, karena Anda dapat menggunakan kamus untuk memeriksa apakah yang Anda tulis masuk akal atau tidak.


Jika Anda khawatir membuat kesalahan, jangan terlalu khawatir! Setiap orang terkadang membuat kesalahan. Jika Anda membuat kesalahan saat menuliskan sesuatu dalam bahasa Inggris, perbaiki saja (atau minta bantuan orang lain). Jangan takut membuat kesalahan-mereka sebenarnya dapat membantu Anda belajar lebih banyak tentang cara kerja bahasa Inggris!


Jika ada topik yang menarik minat Anda dan terkait dengan kehidupan atau minat karier Anda, ini sangat penting. Misalnya, jika saya tertarik dengan topik olahraga atau topik yang berhubungan dengan alam seperti hewan atau tumbuhan (seperti monyet), maka saya mungkin memilih salah satu topik tersebut dan mulai meneliti beberapa informasi tentang topik itu menggunakan alat mesin pencari komputer saya seperti Google.


Minta seseorang untuk membaca dan mengoreksi tulisan Anda

  1. Mintalah seseorang untuk membaca tulisan Anda
  2. Mintalah mereka untuk mengoreksinya untuk Anda
  3. Jika mereka tidak dapat menemukan kesalahan, minta mereka untuk mencoba lagi. Anda akan belajar dari umpan balik mereka.


Berlatih, berlatih, berlatih

Kunci untuk mempelajari apa pun adalah latihan, latihan, latihan. Jika Anda mempraktikkan hal yang salah atau tidak cukup, tidak masalah seberapa banyak yang Anda ketahui-pengetahuan Anda tidak akan berguna atau dapat ditransfer. Karena itu, jangan lupa untuk bersenang-senang dan membuat kesalahan!


Sebagai seorang guru, saya telah melihat banyak siswa menjadi frustrasi ketika mereka menemukan diri mereka membuat kesalahan dan berjuang dengan sesuatu yang tampaknya sederhana pada pandangan pertama; tapi ingat: semua orang adalah pemula di beberapa titik dalam hidup mereka! Terkadang wajar untuk merasa seperti ini karena kita semua rentan terhadap kesalahan ketika kita mencoba sesuatu yang baru. Triknya di sini adalah untuk tidak membiarkan kesalahan-kesalahan itu mematahkan semangat kita untuk melanjutkan perjalanan kita menuju kefasihan dalam tata bahasa Inggris. Sama seperti keterampilan lain yang layak dimiliki (seperti bermain piano atau mengendarai sepeda), jika tidak ada tantangan yang terlibat, lalu mengapa ada orang yang mau repot-repot belajar?


Kuncinya adalah menemukan metode yang cocok untuk Anda dan tetap menggunakannya. Jika Anda tidak dapat menemukan metode yang berhasil, cobalah metode lain! Anda tidak akan tahu sampai Anda mencobanya, jadi jangan takut untuk bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda sebelum menentukan satu metode.


Cara Melatih Soft Skill

Cara Melatih Soft Skill

soft skill

Cara Melatih Soft Skill

Saat ini, cara kita bekerja sedang berubah. Pekerjaan kita menjadi lebih kolaboratif dan berbasis tim, serta tidak terlalu hierarkis. Kita harus mampu bekerja sama dengan baik dengan orang lain, yang berarti memiliki soft skill yang kuat. Tetapi apa sebenarnya soft skill itu? Dan bagaimana kita bisa meningkatkannya? Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang apa itu soft skill, mengapa soft skill penting bagi karier (dan kehidupan) Anda, dan beberapa cara untuk melatih diri Anda dalam bidang kompetensi profesional yang kritis tetapi sering diabaikan ini.


Apa saja contoh-contoh soft skill?


Soft skills adalah kualitas pribadi yang memungkinkan Anda berkomunikasi secara efektif dan bekerja dengan baik dengan orang lain. Keterampilan ini mencakup:

  1. Komunikasi (mendengarkan, berbicara, membaca)
  2. Resolusi konflik dan pemecahan masalah
  3. Keramaian (proaktif, menyelesaikan sesuatu)
  4. Kepemimpinan (mengambil alih ketika diperlukan; mendelegasikan tugas ketika diperlukan)


Bagaimana cara mengidentifikasi soft skill Anda sendiri


Langkah berikutnya untuk meningkatkan soft skill Anda adalah mengidentifikasi mana yang kurang, dan ini adalah sesuatu yang sulit dilakukan sendiri. Untungnya, ada beberapa tes online yang dapat membantu Anda mengungkap di mana Anda perlu perbaikan. Berikut ini beberapa contohnya:

  1. Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) memungkinkan pengguna untuk menentukan tipe kepribadian mereka berdasarkan empat dikotomi: ekstroversi vs introversi, penginderaan vs intuisi, berpikir vs perasaan, dan menilai vs mempersepsikan. Kuis ini memberikan informasi tentang bagaimana orang lebih suka menghabiskan waktu mereka dan memberikan wawasan tentang bagaimana mereka berpikir tentang masalah atau situasi dalam kehidupan secara keseluruhan.
  2. Alat Penilaian Soft Skills dari Society for Human Resource Management memungkinkan pengguna dengan berbagai tingkat pengalaman (dari karyawan tingkat pemula hingga eksekutif) memanfaatkan alat penilaian yang dibuat oleh para ahli dalam pelatihan dan pengembangan soft skills di dalam organisasi di seluruh dunia.* Penilaian 12 Dimensi Karakter mengajukan pertanyaan tentang segala sesuatu mulai dari kejujuran dan integritas hingga kerendahan hati, kesetiaan, dan kepercayaan-semua komponen penting ketika tiba saatnya untuk promosi di tempat kerja atau wawancara untuk pekerjaan baru!


Memiliki kemauan untuk belajar tetapi bersabar.


Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk melatih soft skill. Yang pertama adalah bersedia untuk belajar. Jika Anda tidak mau belajar, maka tidak akan terjadi apa-apa. Anda tidak bisa mengharapkan diri Anda atau orang lain dalam hal ini, untuk berubah jika Anda tidak cukup menginginkannya.


Hal kedua adalah kesabaran. Bersabarlah ketika mempelajari sesuatu yang baru karena dibutuhkan waktu dan dedikasi sebelum Anda sepenuhnya memahami sesuatu yang baru dan mulai menerapkannya dalam situasi kehidupan nyata. Jangan berharap diri Anda atau orang lain dalam hal ini, yang belum menguasai sesuatu, akan secara otomatis tahu bagaimana cara terbaik untuk mempraktikkan keterampilan yang baru mereka pelajari tanpa bantuan atau upaya coba-coba terlebih dahulu sendiri sebelum bertanya tentang apa yang salah ketika mereka gagal melakukan sesuatu dengan benar pada kali pertama (yang sering terjadi).


Hal ketiga adalah berpikiran terbuka saat mempelajari keterampilan baru; jangan menutup diri dari mendengar ide orang lain hanya karena mereka mungkin berbeda dari ide Anda kadang-kadang - terutama ketika bekerja bersama dalam proyek terkait di mana setiap orang harus menyetujui hal-hal tertentu agar mereka berhasil.


Jaga sikap positif...

Sikap positif adalah bagian penting dari soft skill. Dengan menjaga sikap positif, Anda dapat membantu diri Anda sendiri dan orang lain memiliki pengalaman yang lebih menyenangkan di tempat kerja. Dalam bagian ini, kita akan membahas tentang cara mempertahankan sikap positif dalam kehidupan dan di tempat kerja.


Pertama, penting untuk menyadari bahwa setiap orang terkadang mengalami hari-hari yang buruk-bahkan jika Anda melakukan yang terbaik, segala sesuatunya mungkin tidak berjalan persis seperti yang direncanakan atau diharapkan. Kuncinya adalah mampu mengidentifikasi kapan Anda mengalami salah satu dari hari-hari itu dan kemudian menemukan cara untuk kembali ke jalur yang benar sesegera mungkin (lebih lanjut tentang ini nanti).


Kedua, sama pentingnya bagi Anda tidak hanya secara internal tetapi juga secara eksternal: apa pun situasi atau tugas yang dihadapi, cobalah untuk tidak membiarkan perasaan negatif Anda menghalangi apa yang perlu dilakukan! Sebaliknya, fokuslah untuk menemukan solusi daripada memikirkan masalah; ingatlah bahwa setiap masalah memiliki banyak solusi. Ketiga, pastikan bahwa solusi apa pun yang dipilih adalah realistis sesuai dengan alasannya, karena ekspektasi yang tidak realistis hanya akan membawa Anda kembali ke jalan yang penuh dengan kekecewaan, lebih cepat daripada nanti, ketika kenyataan menghantam rumah cukup keras dua kali lipat."


...tapi fleksibel.

[Fleksibilitas itu] penting karena sejumlah alasan. Untuk satu hal, Anda harus mampu menyesuaikan diri dan gaya kerja Anda dengan situasi yang dihadapi. Anda bisa saja bekerja dengan seseorang yang berbeda dari Anda-mungkin mereka memiliki tujuan atau motivasi yang berbeda dari Anda. Atau, mungkin situasinya sendiri sama sekali baru dan tidak biasa, sehingga kemampuan Anda untuk menyesuaikan diri dengan situasi tersebut akan sangat penting dalam menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik.


Kembangkan empati dan kecerdasan emosional.

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Empati penting untuk soft skill karena membantu Anda berhubungan dengan orang lain, yang membuat mereka lebih nyaman bekerja dengan Anda.


Untuk mengembangkan empati Anda, berlatihlah untuk masuk ke dalam posisi orang lain. Misalnya, bayangkan apa yang akan membuat Anda merasa marah atau bahagia dalam situasi yang terjadi di tempat kerja, lalu tuliskan tentang bagaimana Anda akan menanganinya dari sudut pandang mereka.


Memecahkan masalah secara kreatif.

Ketika Anda menerima pertanyaan atau masalah, dengarkan baik-baik. Jangan menyela, dan pertimbangkan maksud orang tersebut. Ajukan pertanyaan klarifikasi jika perlu untuk memahami apa yang mereka minta. Kemudian, lakukan brainstorming solusi dan kritisi solusi-solusi tersebut untuk mempersempit pilihan Anda sebelum mengidentifikasi solusi yang terbaik. Terakhir, jelaskan secara rinci bagaimana Anda mendapatkan solusi ini dan mengapa solusi ini akan berhasil bagi klien atau rekan kerja Anda.


Ketahui cara mengajukan pertanyaan yang tepat.

Ketika Anda mempelajari keterampilan baru, bagian tersulit sering kali adalah mencari tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Hal ini bisa jadi benar terutama ketika Anda melatih diri Anda sendiri dalam soft skill-keterampilan seperti kolaborasi, mendengarkan, dan persuasi. Soft skill tidak selalu diajarkan di sekolah atau oleh atasan Anda; soft skill dipelajari melalui pengalaman. Tetapi jika Anda ingin menjadi lebih baik dalam hal ini dengan cepat (atau selamanya), ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menggunakan pengetahuan Anda tentang hard skill sebagai panduan untuk mempelajari soft skill.


Pertama: ajukan pertanyaan! Mengajukan pertanyaan yang tepat adalah bagian penting dari setiap hubungan atau interaksi dengan orang lain. Ini juga merupakan bagian penting dalam mempelajari cara berkolaborasi secara efektif, sehingga semua orang yang terlibat memahami situasi lebih baik daripada sebelum mereka mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu bersama-sama-yang berarti semua orang juga akan lebih menikmati bekerja sama!


Sangat mudah bagi orang yang belum saling mengenal dengan cukup baik, namun merasa bahwa mereka seharusnya sudah memiliki jawaban sebelum menanyakan hal lain; tetapi ingat: hanya karena sesuatu tampak jelas, bukan berarti memang demikian adanya! Jadi, pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan terbuka sebagai gantinya; ini akan membantu memastikan kedua belah pihak saling memahami satu sama lain dengan lebih baik tanpa membuat asumsi tentang apa yang orang lain sudah ketahui (atau pikir mereka tahu).


Tunjukkan kepemimpinan - bahkan jika Anda tidak bertanggung jawab.

Anda bisa menunjukkan kepemimpinan bahkan jika Anda tidak bertanggung jawab. Sangat mudah untuk merasa frustrasi ketika Anda melihat manajer Anda meminta umpan balik tentang suatu proyek, tetapi tidak memiliki wewenang untuk membuat perubahan. Namun, bukan tidak mungkin bagi Anda untuk memimpin proyek ini - dan proyek lainnya - dengan cara yang menguntungkan semua orang yang terlibat dalam jangka panjang.


Berikut ini beberapa saran tentang cara memimpin tanpa otoritas:

  1. Ajukan pertanyaan yang membuat orang berpikir tentang ide atau solusi baru daripada sekadar memberi mereka jawaban. Misalnya, alih-alih bertanya "Apakah kita benar-benar membutuhkan ide ini?", tanyakan sesuatu seperti "Apa yang kita perlukan untuk mencapai desain situs web kita?" atau "Bagaimana kita bisa memastikan strategi pemasaran kita efektif?". Anda akan mendorong keterampilan berpikir kritis orang lain dan membuat mereka terlibat dalam curah gagasan daripada hanya mengikuti perintah!
  2. Contohkan perilaku yang baik pada diri Anda sendiri dengan mempraktikkan apa yang Anda khotbahkan (yaitu, jangan mengkritik orang lain saat Anda sendiri melakukan sesuatu yang salah).



Soft skill tidak terjadi begitu saja - butuh kerja keras

Soft skill penting dalam pekerjaan apa pun, dan sulit untuk dipelajari. Anda bisa mempelajari soft skill melalui latihan, pengalaman dan pendidikan. Membaca juga merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan soft skill Anda.


Hal terpenting yang perlu Anda ingat dalam hal soft skill adalah bahwa soft skill adalah kerja keras! Jangan tertipu dengan berpikir bahwa ini adalah hal-hal yang terjadi dengan sendirinya - tidak! Tetapi jika Anda berusaha dan terus mencoba hal-hal baru, pada akhirnya Anda akan sampai di sana.


Soft skill adalah salah satu aset yang paling berharga bagi setiap pekerja, tetapi itu tidak terjadi begitu saja. Anda harus melatihnya dan berlatih secara teratur. Artikel ini memberikan beberapa tips tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan soft skill Anda dan memastikan bahwa Anda siap untuk apa pun yang akan terjadi selanjutnya dalam jalur karier Anda!

Tips Belajar untuk Ujian dengan Efektif

Tips Belajar untuk Ujian dengan Efektif

Tips Belajar

Tips Belajar untuk Ujian dengan Efektif

Dalam dunia yang serba cepat, waktu adalah sumber daya yang paling berharga. Jika Anda memiliki waktu yang terbatas untuk mempersiapkan ujian, maka Anda perlu memanfaatkannya sebaik mungkin. Belajarlah lebih awal dan sering sehingga Anda tidak membuang-buang waktu untuk menjejalkan diri pada menit-menit terakhir.


Belajarlah untuk mengatur waktu Anda

Di kelas, Anda dapat belajar cara mengatur waktu Anda dengan:

  1. Menggunakan kalender untuk menjadwalkan kegiatan belajar Anda.
  2. Menggunakan daftar tugas untuk merencanakan tugas-tugas yang perlu dilakukan.
  3. Memecah kegiatan belajar Anda menjadi tugas-tugas kecil, dan menetapkan tujuan untuk diri Anda sendiri (misalnya, Anda mungkin memutuskan bahwa Anda akan melakukan 10 halaman membaca per hari).
  4. Melakukan hal-hal yang paling penting terlebih dahulu (baik dari segi isi maupun tingkat kesulitannya), sehingga tidak ditinggalkan sampai menit-menit terakhir atau ketika tingkat energi rendah.


Mulailah belajar lebih awal karena tidak ada pengganti waktu.

  1. Untuk memulai, Anda perlu tahu bahwa tidak ada pengganti waktu. Ada beberapa cara untuk memanfaatkan prinsip ini:
  2. Sisihkan waktu setiap hari atau minggu untuk belajar. Anda tidak perlu menjejalkan diri pada malam sebelum ujian, dan lebih mudah untuk lebih fokus dengan upaya yang konsisten sepanjang semester daripada setelah istirahat panjang dari belajar.
  3. Jika Anda benar-benar kesulitan, cobalah memecah belajar Anda menjadi bagian-bagian yang lebih kecil - jumlah informasi yang sama mungkin tidak akan memakan waktu lama jika dipecah menjadi dua atau tiga sesi daripada satu sesi maraton, tetapi ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk menghindari kejenuhan jika jadwal Anda tidak sefleksibel yang Anda inginkan.


Manajemen waktu adalah penting ketika Anda memiliki banyak pembelajaran yang harus dilakukan. Kami harap artikel ini bermanfaat bagi Anda. Sebagai penutup, berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat saat Anda mempersiapkan diri untuk ujian berikutnya:

  1. Buatlah jadwal. Jika Anda memiliki beberapa mata pelajaran untuk dipelajari, maka pastikan Anda memiliki jumlah waktu yang tepat untuk masing-masing mata pelajaran.
  2. Tuliskan tujuan Anda. Memiliki gagasan tentang di mana Anda ingin berada dengan studi Anda akan membantu Anda tetap termotivasi dan berada di jalur yang benar seiring berlalunya waktu!
  3. Prioritaskan tugas sesuai dengan kepentingan dan tanggal jatuh tempo. Misalnya, jika satu tugas bernilai 60% dari nilai dibandingkan dengan tugas lain yang hanya bernilai 30%, maka tidak ada alasan mengapa salah satu tugas harus diselesaikan sebelum yang lain karena tidak masuk akal dari sudut pandang akademis (kecuali mungkin itu adalah dua ujian yang berbeda). Sebaliknya, fokuslah untuk menyelesaikan semua tugas yang membutuhkan usaha lebih sedikit terlebih dahulu sehingga tidak ada stres yang tidak perlu yang ditimpakan pada diri Anda sendiri nanti di kemudian hari ketika segala sesuatu yang lain jatuh tempo sekaligus - terutama jika tenggat waktu ini merayap secara tak terduga seperti yang selalu mereka lakukan!  Hal yang sama berlaku jika sesuatu membutuhkan beberapa langkah sebelum diselesaikan; prioritaskan dengan tepat sehingga semuanya dapat diselesaikan tanpa menyebabkan terlalu banyak masalah di kemudian hari lagi....


Jika Anda ingin meningkatkan keterampilan belajar Anda, penting untuk diingat bahwa tidak ada pengganti waktu. Semakin banyak waktu yang Anda miliki, semakin besar kemungkinan Anda akan berhasil menyelesaikan studi Anda tepat waktu. Jika Anda berjuang dengan manajemen waktu atau hanya membutuhkan bantuan tambahan dalam belajar, kami sarankan untuk menghubungi salah satu pakar kami hari ini.

Personal Branding

Personal Branding

Personal Branding



Personal Branding

Personal Branding secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan, kepribadian, karakteristik, atau kekuatan lebih yang dimiliki seseorang dibandingkan pesaing atau orang lain. Personal branding juga dapat diartikan sebagai strategi untuk membangun citra diri yang lebih kuat, dan sangat dibutuhkan ketika seseorang berada di hadapan publik.


Beberapa keuntungan yang akan kita dapatkan jika mampu membangun Personal Branding

  • Banyak yang mengenal anda
  • Mendapatkan kehormatan dari orang sekitar
  • Mampu menginspirasi banyak orang
  • Mendapatkan proyek kerja dengan cepat dan sesuai harapan
  • Banyak yang menyukai produk anda
  • dll


Setidaknya dalam membangun personal branding dapat dilakukan melalui 4 langkah yakni

  • Discover artinya sangat penting untuk mengetahui dan mengenal siapa anda, dan apa passion yang anda miliki.
  • Create artinya dalam hal ini anda dapat membuat media untuk membranding diri anda seperti blog, website, kartu nama, video, atau sosial media.
  • Communicate dalam hal ini berarti kemampuan komunikasi seseorang untuk menyampaikan kepada orang lain. Semakin banyak orang mengenal anda semakin kuat personal brand yang anda miliki.
  • Maintain artinya anda harus selalu menjaga apa yang anda bangun dari personal brand anda. Sesuatu yang anda bangun tentu saja akan cepat punah jika tidak dijaga.


Manfaat personal branding diantaranya adalah:

  • membantu membangun visi anda baik dalam bidang pekerjaan, tujuan, nilai, dan target agar anda dapat bergerak ke arah yang lebih baik untuk karir anda.
  • memberdayakan anda agar mampu mengoptimalkan bakat, keterampilan, kekuatan, dan bidang keahlian yang anda miliki.
  • sebagai sarana intropeksi diri untuk melihat sisi lemah yang mungkin menghambat pencapaian anda.
  • membantu menilai atribut pribadi dan kualitas diri anda menjadi lebih baik.
  • mengumpulkan umpan balik dari anda mengetahui kualitas diri anda untuk memahami ukuran sebenarnya dari diri anda.


Contoh Personal Branding

1. Jeff Gones

Contoh personal branding yang pertama adalah Jeff Goins. Dia adalah seorang penulis yang sangat terkenal. Bahkan, nama Jeff Goins sudah sering muncul di Internet. Jeff Goins sendiri memiliki situs web pribadi. Di situs pribadinya, ia terus-menerus mengajari orang lain bagaimana menulis tulisan yang baik sehingga mereka benar-benar menikmati membacanya. Dengan kata lain, website pribadi Jeff Goins memiliki banyak keuntungan, terutama bagi penulis pemula.


2. Gary Shen

Gary Sheng memiliki situs pribadi yang sangat berguna bagi mereka yang melihatnya. Website Gary Sheng berisi informasi tentang pengalaman hidupnya, mulai dari pengalaman kerja, pendidikan, dan proyek seumur hidupnya. Selain itu, Gary Sheng memiliki keterampilan rekayasa perangkat lunak dan pengembang web yang ia tunjukkan di situs web pribadinya.


3. Oprah Winfrey

Ketika kita berbicara tentang contoh personal branding, tidak lengkap jika kita tidak berbicara tentang Oprah Winfrey. Dia memiliki acara TV yang sangat populer di Amerika. Dia adalah wanita yang telah menggunakan pengalaman hidupnya untuk menjadi wanita yang kuat. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman hidup Oprah Winfrey.

How to Choose the Right Art Education Degree Online

How to Choose the Right Art Education Degree Online

How to Choose the Right Art Education Degree Online


How to Choose the Right Art Education Degree Online - As a budding artist, you are probably eager to begin your career by enrolling in an art education degree program. Perhaps you have considered getting your art education degree online because it seems like the most convenient option. A bachelor’s degree in art education can be completed in just about two years, so why not get one from an online school? In fact, there are plenty of solid reasons for choosing to get your art education degree online instead of a local university or community college. An online program offers much greater flexibility and convenience than a traditional campus-based setup. You can fit your studies around your personal schedule, take courses at your own pace, and complete them much faster than if you had to attend classes three times per week and drive back and forth every day. Regardless of where you choose to get your art education degree , however, there are some essential factors that need to be considered first. Here is what you should take into account before diving into any program:


Which Degree Type Is Right for You?

As you get started with your search for an art education degree , one of the first things you need to decide is which type of degree to pursue. While the exact fields of study and requirements will vary between different universities and programs, there are a few main types of degrees that art education students can pursue. - Associate Degree - An associate degree is typically a two-year program that prepares students for a specific field of work. For example, an associate degree in art education would be designed to give you all the skills and knowledge necessary to begin a career as an art teacher in a secondary school setting. - Bachelor of Arts Degree - As the most common form of art education degree, a B.A. focuses on the theory and analysis of art and related subjects. The BA degree is usually a four year program, which can also be pursued online. - Bachelor of Fine Arts Degree - A B.F.A. offers a more specialized study of the arts than a BA and usually involves a greater focus on visual arts. A B.F.A. degree in art education may be a great choice if you want to become a fine arts teacher at the secondary school level.


What Are Your Career Goals?

Another thing to consider when choosing an art education degree is what you want your career path to be. While many artists and art teachers choose to focus on teaching and mentoring younger artists, others decide to pursue a different path. You can choose to become a museum curator, art critic, art therapist, or many other art-related occupations. Some art education degrees are more specialized than others, and choosing one that is closely aligned with your career goals can help you achieve your goals faster and more efficiently. For example, an art history degree would prepare you for a career as an art critic, while a fine arts degree with a specialization in visual arts would help you become a curator.


Reputation and Accreditation

Another consideration when choosing your art education degree is the reputation of the school where you will earn it. Just as you would research the reputation of any other school before deciding to attend, you should also do your due diligence to ensure that the art education degree you choose will be of high quality. While the reputation of a school is not necessarily determined by its physical location, a reputable art education degree program will be accredited. Accreditation is a process in which independent third-party organizations review a school’s academic program, faculty, and administration and decide whether or not it meets a certain standard. If the art education degree program you are looking into is accredited, you can be confident that it has been reviewed and determined to be of high quality. After all, accreditation is not something that can be achieved easily. Institutions that offer art education degree programs that are not accredited cannot be trusted.


Online Course Requirements

When researching art education degree programs offered online, you should find out about the specific course requirements for each one. Some online degree programs may require specific art education classes, while others may allow you to take electives from other departments such as English or history. You will want to find an art education degree program that allows you to customize your course of study in a way that is best suited to your interests and career goals. You should also make sure that you know exactly how many art education courses you need to take. Some programs require a specific number of credits in art courses, while others require a certain number of credits in general. You also need to make sure that you finish all the coursework within a certain amount of time. Most online art education degree programs have strict deadlines for completing coursework and earning a degree.


Conclusion

Art education degrees can be pursued online from a variety of different schools and universities. Before you decide which online program is the best for you, make sure that it meets all of your requirements and that it has a solid reputation for providing high-quality education. If you find the right art education degree program, you can get a degree that is just as valuable and useful as a degree earned in a more traditional setting. Choosing an online art education degree program allows you to complete your education while living a flexible and convenient lifestyle.


Tips Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

Tips Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

Tips Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

 

Tips Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja - Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Mental yang sehat akan menciptakan pikiran positif sehingga tubuh akan berfungsi secara baik. Kesehatan mental akan berpengaruh pada emosional, psikologis, dan sosial dan mempengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berprilaku.

 

Menjaga kesehatan mental yang baik juga akan membantu menentukan cara mengelola stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat sebuah pilihan. Jika kesehatan mental terganggu, pikiran, suasana hati, dan perilaku akan terpengaruh sehingga kondisi fisik dan kualitas hidupmu akan menurun.

 

Menjaga kesehatan mental merupakan hal yang penting terutama bagi remaja. Hal ini dikarenakan merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan kesejahteraan bagi emosional seseorang. Menurut WHO kesehatan mental digambarkan ketika seseorang mampu mengatasi tekanan sosial. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan mental yang dapat dilakukan oleh remaja :


PRODUKTIF

Menjaga kesehatan mental yang paling mudah adalah tetap melakukan aktivitas-aktivitas produktif. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas yang digemari. Pada saat beraktivitas, seseorang akan menciptkan suasana hati yang sesuai dengan apa yang ia sukai.

 

GAYA HIDUP SEHAT

Melakukan gaya hidup seehat bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik seseorang saja, namun juga akan berdampak pada kesehatan mental. Ketika seseorang sehat maka ia akan berpikir lebih baik. Selain itu, mengkonsumsi makanan bernutrisi, istirahat cukup, latihan pernapasan, berolahraga secara rutin dan terutur akan memiliki efek yang optimal pada kesehatan mental seseorang.

 

FOKUS

Menjaga kesehatan mental juga dapat dilakukan dengan mencoba fokus pada apa yang dilakukan. WHO menganjurkan agar seseorang membebaskan pikiran dari hal-hal yang menganggu pikiran. Fokus bertujuan untuk menghubungkan kembali diri seseorang dengan situasi yang dilalui.

 

JANGAN MENGASINGKAN DIRI

Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan tidak mengasingkan diri dengan orang lain. Berinteraksi dengan orang lain dapat merangsang otak bekerja lebih baik. Luangkan waktu untuk sharing bersama keluarga, teman, sahabat, ataupun pasangan kalian. Tentu saja membahas hal-hal yang positif.

 

MEMINTA BANTUAN PSIKOLOG

Jika masalah tidak kunjung selesai dan terus menerus menganggu pikiran dan aktivitas, segera mencari bantuan terutama profesional seperti psikolog. Bertemu psikolog dapat menjadi media bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental.

 

 "Saya tidak pernah malu sedikit pun karena depresi. Tidak pernah. Apa yang memalukan? Saya melewati waktu yang sangat sulit dan saya cukup bangga bisa lolos dari itu." - J. K. Rowling

250++ Shortcut Rahasia Excel untuk Kerja Lebih Cepat

250++ Shortcut Rahasia Excel untuk Kerja Lebih Cepat


250++ Shortcut Rahasia Excel untuk Kerja Lebih Cepat - Microsoft Excel merupakan aplikasi pengolah angka yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan dan berbagai bidang pekerjaan. Maka, jika kamu pengguna aktif Microsoft Excel, tentunya harus tahu shortcut yang mempermudah kerjamu agar lebih efektif dan efisien. 


Banyaknya fungsi Excel yang tentu akan lebih mudah dan cepat digunakan jika kamu mengetahui shortcut-nya. Baik, berikut sudah kami kumpulkan 250++ Shortcut Rahasia Excel untuk yang bisa kamu gunakan untuk membuat kerjamu lebih efektif dan efisien.



Perintah Tekan
Menutup buku kerja Ctrl+W
Buka buku kerja Ctrl+O
Masuk ke tab Beranda Alt+H
Menyimpan buku kerja Ctrl+S
Menyalin pilihan Ctrl+C
Menempelkan pilihan Ctrl+V
Membatalkan tindakan terakhir Ctrl+Z
Menghapus konten sel. Hapus/Delete
Pilih warna isian. Alt+H, H
Memotong pilihan. Ctrl+X
Buka tab Sisipkan. Alt+N
Menerapkan pemformatan tebal. Ctrl+B
Tengahkan meratakan konten sel. Alt+H, A, C
Masuk ke tab Tata Letak Halaman Alt+P
Masuk ke tab Data Alt+A
Masuk ke tab Tampilan Alt+W
Membuka menu konteks. Shift+F10 atau Tombol Menu Windows
Menambahkan batas Alt+H, B
Hapus kolom. Alt+H, D, C
Masuk ke tab Rumus Alt+M
Menyembunyikan baris yang dipilih Ctrl+9
Menyembunyikan kolom yang dipilih Ctrl+0
Pindahkan ke bidang Beri tahu saya atau Cari di pita dan ketikkan istilah pencarian untuk bantuan atau konten Bantuan. Alt+Q, lalu masukkan istilah pencarian
Membuka menu File. Alt+F
Buka tab Beranda dan format teks dan angka dan gunakan alat Temukan. Alt+H
Buka tab Sisipkan dan sisipkan PivotTable, bagan, add-in, Grafik mini, gambar, bentuk, header, atau kotak teks Alt+N
Buka tab Tata Letak Halaman dan bekerja dengan tema, penyetelan halaman, skala, dan perataan. Alt+P
Buka tab Rumus dan sisipkan, lacak, serta kustomisasi fungsi dan penghitungan. Alt+M
Buka tab Data dan sambungkan ke, urutkan, filter, analisis, dan bekerja dengan data. Alt+A
Buka tab Tinjau dan periksa ejaan, tambahkan catatan dan komentar beralur, serta proteksi lembar dan buku kerja. Alt+R
Buka tab Tampilan dan pratinjau hentian halaman dan tata letak, perlihatkan dan sembunyikan garis kisi dan judul, atur pembesaran zoom, kelola jendela dan panel, serta tampilkan makro. Alt+W
Pilih tab aktif di pita dan aktifkan tombol akses. Alt atau F10. Gunakan tombol akses atau tombol panah untuk berpindah ke tab lain.
Memindahkan fokus ke perintah di pita. Tombol Tab atau Shift+Tab
Secara berurutan, memindahkan ke bawah, atas, kiri, atau kanan di antara item di pita. Tombol panah
Memperlihatkan tips alat untuk elemen pita yang saat ini berada dalam fokus. Ctrl+Shift+F10
Mengaktifkan tombol yang dipilih. Spacebar atau Enter
Buka daftar untuk perintah yang dipilih. Tombol panah bawah
Membuka menu untuk tombol yang dipilih. Alt+tombol panah Bawah
Berpindah ke perintah berikutnya ketika menu atau submenu terbuka. Tombol panah bawah
Memperluas atau menciutkan pita. Ctrl+F1
Membuka menu konteks. Shift+F10 Atau, pada keyboard Windows, tombol Menu Windows (biasanya di antara tombol Alt Gr dan Ctrl kanan)
Memindahkan ke submenu ketika menu utama terbuka atau dipilih. Tombol panah kiri
Berpindah dari satu grup kontrol ke grup kontrol lainnya. Ctrl+tombol panah Kiri atau Kanan
Pindahkan ke sel sebelumnya dalam lembar kerja atau opsi sebelumnya dalam kotak dialog. Shift+Tab
Pindahkan satu sel ke atas dalam lembar kerja. Tombol panah atas
Pindahkan satu sel ke bawah dalam lembar kerja. Tombol panah bawah
Pindahkan satu sel ke kiri dalam lembar kerja. Tombol panah kiri
Pindahkan satu sel ke kanan dalam lembar kerja. Tombol panah kanan
Pindahkan ke tepi wilayah data saat ini di dalam lembar kerja. Ctrl+tombol Panah
Masukkan mode Akhir , pindahkan ke sel yang tidak kosong berikutnya dalam kolom atau baris yang sama dengan sel aktif, dan nonaktifkan mode Akhir . Jika sel kosong, pindahkan ke sel terakhir dalam baris atau kolom. End, tombol Panah
Memindahkan ke sel terakhir di lembar kerja, ke baris paling bawah di sisi paling kanan kolom yang digunakan. Ctrl+End
Memperluas pemilihan sel hingga ke sel yang terakhir digunakan di lembar kerja (sudut kanan bawah). Ctrl+Shift+End
Berpindah ke sel di sudut kiri atas jendela saat Scroll lock diaktifkan. Home+Scroll lock
Memindahkan ke bagian awal lembar kerja. Ctrl+Home
Pindahkan satu layar ke bawah dalam lembar kerja. Page down
Memindahkan ke lembar berikutnya di buku kerja. Ctrl+Page down
Memindahkan satu layar ke kanan di lembar kerja. Alt+Page down
Memindahkan satu layar ke atas di lembar kerja. Page up
Memindahkan satu layar ke kiri di lembar kerja. Alt+Page up
Memindahkan ke lembar sebelumnya di buku kerja Ctrl+Page up
Memindahkan satu sel ke kanan di lembar kerja. Atau memindahkan antar sel tak terkunci di lembar kerja yang dilindungi. Tombol Tab
Membuka daftar pilihan validasi di sel yang mempunyai opsi validasi data yang diterapkan. Alt+tombol panah Bawah
Menjelajahi bentuk yang terapung, seperti kotak teks atau gambar. Ctrl+Alt+5, lalu tombol Tab berulang kali
Keluar dari navigasi bentuk terapung dan kembali ke navigasi normal. Esc
Gulir secara horizontal. Ctrl+Shift, lalu gulir roda mouse Anda ke atas untuk ke kiri, ke bawah untuk ke kanan
Memperbesar. Ctrl+Alt+Tanda sama dengan ( = )
Memperkecil. Ctrl+Alt+Tanda minus (-)
Membuka kotak dialog Format Sel . Ctrl+1
Format font dalam kotak dialog Format Sel . Ctrl+Shift+F atau Ctrl+Shift+P
Mengedit sel aktif dan meletakkan titik penyisipan di akhir kontennya. Atau memindahkan titik penyisipan ke bilah rumus jika pengeditan dinonaktifkan untuk sel tersebut. Jika mengedit rumus, alihkan mode Titik nonaktif atau aktif sehingga Anda bisa menggunakan tombol panah untuk membuat referensi. F2
Menyisipkan catatan. Shift+F2
Membuka dan mengedit catatan sel. Shift+F2
Menyisipkan komentar beralur. Ctrl+Shift+F2
Membuka dan membalas komentar beralur. Ctrl+Shift+F2
Buka kotak dialog Sisipkan untuk menyisipkan sel kosong. Ctrl+Shift+Tanda Plus (+)
Buka kotak dialog Hapus untuk menghapus sel yang dipilih. Ctrl+Tanda minus (-)
Memasukkan waktu saat ini. Ctrl+Shift+Titik Dua (:)
Memasukkan tanggal saat ini. Ctrl+Titik Koma (;)
Bergantian menampilkan antara nilai sel dan rumus dalam lembar kerja. Ctrl+Aksen Kuburan (')
Salin rumus dari sel di atas sel aktif ke dalam sel atau bilah rumus. Ctrl+Apostrof (')
Pindahkan sel yang dipilih. Ctrl+X
Salin sel yang dipilih. Ctrl+C
Menempelkan konten pada titik penyisipan, mengganti pilihan apa pun. Ctrl+V
Membuka kotak dialog Tempel Spesial. Ctrl+Alt+V
Miringkan teks atau hapus pemformatan miring. Ctrl+I atau Ctrl+3
Tebalkan teks atau hapus pemformatan tebal. Ctrl+B atau Ctrl+2
Garis bawahi teks atau hapus garis bawah. Ctrl+U atau Ctrl+4
Terapkan atau hapus pemformatan coretan. Ctrl+5
Bergantian antara menyembunyikan objek, menampilkan objek, dan menampilkan tempat penampung untuk objek. Ctrl+6
Terapkan batas kerangka ke sel-sel yang dipilih. Ctrl+Shift+Tanda dan (&)
Hapus batas kerangka dari sel-sel pilihan. Ctrl+Shift+Garis Bawah (_)
Tampilkan atau sembunyikan simbol kerangka. Ctrl+8
Gunakan perintah Isi Ke Bawah untuk menyalin konten dan format sel paling atas dari rentang yang dipilih ke dalam sel di bawahnya. Ctrl+D
Menerapkan format angka Umum Ctrl+Shift+Tanda tilde (~)
Menerapkan format Mata Uang dengan dua tempat desimal (angka negatif dalam tanda kurung). Ctrl+Shift+Tanda dolar ($)
Menerapkan format Persentase tanpa tempat desimal. Ctrl+Shift+Tanda persen (%)
Menerapkan format angka Ilmiah dengan dua tempat desimal. Ctrl+Shift+Tanda berkursi (^)
Terapkan format Tanggal dengan hari, bulan, dan tahun. Ctrl+Shift+Tanda angka (#)
Terapkan format Waktu dengan jam dan menit, serta AM atau PM. Ctrl+Shift+Tanda at (@)
Terapkan format Angka dengan dua tempat desimal, pemisah ribuan, dan tanda minus (-) untuk nilai negatif. Ctrl+Shift+Tanda seru (!)
Membuka kotak dialog Sisipkan hyperlink . Ctrl+K
Memeriksa ejaan di lembar kerja aktif atau rentang yang dipilih. F7
Menampilkan opsi Analisis Cepat untuk sel yang dipilih yang berisi data. Ctrl+Q
Menampilkan kotak dialog Buat Tabel Ctrl+L atau Ctrl+T
Membuka kotak dialog Statistik Buku Kerja. Ctrl+Shift+G
Memilih seluruh lembar kerja. Ctrl+A atau Ctrl+Shift+Spacebar
Memilih lembar saat ini dan yang berikutnya di buku kerja. Ctrl+Shift+Page down
Pilih lembar saat ini dan yang sebelumnya dalam buku kerja. Ctrl+Shift+Page up
Perluas pemilihan sel sebanyak satu sel. Shift+tombol Panah
Perluas pemilihan sel hingga ke sel terakhir yang tidak kosong dalam kolom atau baris yang sama dengan sel aktif, atau jika sel berikutnya kosong, ke sel yang tidak kosong berikutnya. Ctrl+Shift+tombol Panah
Aktifkan mode yang diperpanjang lalu gunakan tombol panah untuk memperluas pilihan. Tekan lagi untuk menonaktifkan. F8
Menambahkan sel atau rentang yang tidak berdekatan ke sel yang dipilih menggunakan tombol panah. Shift+F8
Memulai garis baru dalam sel yang sama. Alt+Enter
Mengisi rentang sel yang dipilih dengan entri saat ini. Ctrl+Enter
Melengkapi entri sel dan memilih sel di atas. Shift+Enter
Memilih seluruh kolom di lembar kerja. Ctrl+Spacebar
Memilih seluruh baris di lembar kerja. Shift+Spacebar
Memilih semua objek di lembar kerja ketika suatu objek dipilih. Ctrl+Shift+Spacebar
Memperluas pemilihan sel hingga ke sel di bagian awal lembar kerja. Ctrl+Shift+Home
Memilih kawasan saat ini jika lembar kerja tersebut berisi data. Tekan kedua kalinya untuk memilih kawasan saat ini dan baris ringkasannya. Menekan ketiga kalinya untuk memilih seluruh lembar kerja. Ctrl+A atau Ctrl+Shift+Spacebar
Memilih kawasan saat ini di sekitar sel aktif. Ctrl+Shift+Tanda bintang (*)
Memilih perintah pertama di menu ketika menu atau submenu terlihat. Home
Mengulangi perintah atau tindakan terakhir, jika memungkinkan. Ctrl+Y
Membatalkan tindakan terakhir. Ctrl+Z
Memperluas baris atau kolom yang dikelompokkan. Saat mengarahkan mouse ke atas item yang diciutkan, tekan dan tahan tombol Shift dan gulir ke bawah.
Menciutkan baris atau kolom yang dikelompokkan. Saat mengarahkan mouse ke atas item yang diperluas, tekan dan tahan tombol Shift dan gulir ke atas.
Edit sel aktif dan Letakkan titik penyisipan di akhir kontennya. Atau memindahkan titik penyisipan ke bilah rumus jika pengeditan dinonaktifkan untuk sel tersebut. Jika mengedit rumus, alihkan mode Titik nonaktif atau aktif sehingga Anda bisa menggunakan tombol panah untuk membuat referensi. F2
Memperluas atau menciutkan bilah rumus. Ctrl+Shift+U
Batalkan entri di sel atau bilah rumus. Esc
Melengkapi entri dalam bilah rumus dan memilih sel di bawahnya. Enter
Memindahkan kursor ke akhir teks ketika kursor berada di bilah rumus. Ctrl+End
Memilih semua teks dalam bilah rumus dari posisi kursor sampai akhir. Ctrl+Shift+End
Menghitung semua lembar kerja dalam semua buku kerja yang terbuka. F9
Menghitung lembar kerja yang aktif. Shift+F9
Menghitung semua lembar kerja dalam semua buku kerja yang terbuka, tanpa melihat ada tidaknya perubahan sejak perhitungan terakhir. Ctrl+Alt+F9
Periksa ulang rumus-rumus dependen, lalu hitung semua sel dalam semua buku kerja yang terbuka, termasuk sel-sel yang tidak ditandai sebagai sel yang perlu dihitung. Ctrl+Alt+Shift+F9
Menampilkan menu atau pesan untuk tombol Pemeriksaan Kesalahan. Alt+Shift+F10
Menampilkan kotak dialog Argumen Fungsi saat titik penyisipan berada di sebelah kanan nama fungsi dalam rumus. Ctrl+A
Menyisipkan nama argumen dan tanda kurung ketika titik penyisipan terletak di sebelah kanan nama fungsi dalam sebuah rumus. Ctrl+Shift+A
Menyisipkan rumus Jumlah Otomatis Alt+Tanda sama dengan ( = )
Menggunakan Isi Cepat untuk mengenali pola dalam kolom yang berdekatan dan mengisi kolom saat ini secara otomatis Ctrl+E
Memeriksa semua kombinasi referensi absolut dan relatif dalam sebuah rumus jika suatu referensi atau rentang sel dipilih. F4
Menyisipkan suatu fungsi. Shift+F3
Menyalin nilai dari sel di atas sel aktif ke dalam sel atau bilah rumus. Ctrl+Shift+Tanda kutip lurus (")
Buat bagan data yang disematkan dalam rentang saat ini. Alt+F1
Membuat bagan data dalam rentang saat ini dalam lembar Bagan terpisah. F11
Menentukan nama yang akan digunakan dalam referensi. Alt+M, M, D
Tempelkan nama dari kotak dialog Tempel Nama (jika nama telah ditentukan dalam buku kerja). F3
Memindahkan ke bidang pertama dalam catatan formulir data berikutnya. Enter
Membuat, menjalankan, mengedit, atau menghapus makro. Alt+F8
Buka Microsoft Visual Basic For Applications Editor. Alt+F11
Menghentikan operasi refresh. Esc
Merefresh data di lembar kerja saat ini. Ctrl+F5
Refresh semua data dalam buku kerja. Ctrl+Alt+F5
Membuka menu konteks untuk sel, kolom, atau baris yang dipilih. Shift+F10
Memilih seluruh tabel. Ctrl+A
Menyalin data yang dipilih. Ctrl+C
Menghapus tabel. Ctrl+D
Memindahkan tabel. Ctrl+M
Mengubah nama tabel. Ctrl+R
Menyimpan file. Ctrl+S
Mengulangi tindakan terakhir. Ctrl+Y
Membatalkan tindakan terakhir. Ctrl+Z
Memilih kolom saat ini. Ctrl+Spacebar
Memilih baris saat ini. Shift+Spacebar
Memilih seluruh sel dari lokasi saat ini ke sel terakhir pada kolom. Shift+Page down
Memilih seluruh sel dari lokasi saat ini ke sel pertama pada kolom. Shift+Page up
Memilih seluruh sel dari lokasi saat ini ke sel terakhir pada baris. Shift+End
Memilih seluruh sel dari lokasi saat ini ke sel pertama pada baris. Shift+Home
Beralih ke tabel sebelumnya. Ctrl+Page up
Beralih ke tabel berikutnya. Ctrl+Page down
Berpindah ke sel pertama di sudut kiri atas tabel yang dipilih. Ctrl+Home
Berpindah ke sel terakhir di sudut kanan bawah tabel yang dipilih. Ctrl+End
Berpindah ke sel pertama dari baris yang dipilih. Ctrl+Tombol panah kiri
Berpindah ke sel terakhir dari baris yang dipilih. Ctrl+Tombol panah kanan
Berpindah ke sel pertama kolom yang dipilih. Ctrl+Tombol panah atas
Beralih ke sel terakhir pada kolom yang dipilih. Ctrl+Tombol panah bawah
Menutup kotak dialog atau membatalkan proses, misalnya operasi penempelan. Ctrl+Esc
Membuka kotak dialog Menu FilterOtomatis . Alt+tombol panah Bawah
Buka kotak dialog Masuk Ke . F5
Menghitung ulang semua rumus di jendela Power Pivot. Untuk informasi selengkapnya, lihat Menghitung Ulang Rumus di Power Pivot F9
Menempelkan semua konten dan pemformatan sel. A
Hanya menempelkan rumus saat dimasukkan di dalam bilah rumus. F
Hanya menempelkan nilai (bukan rumus). V
Hanya menempelkan pemformatan yang disalin. T
Hanya menempelkan komentar dan catatan yang dilampirkan ke sel. C
Hanya menempelkan pengaturan validasi data dari sel yang disalin. N
Menempelkan semua konten dan pemformatan sel dari sel yang disalin. H
Menempelkan semua konten sel tanpa batas. X
Hanya menempelkan lebar kolom dari sel yang disalin. W
Hanya menempelkan format rumus dan angka dari sel yang disalin. R
Hanya menempelkan format nilai (bukan rumus) dan angka dari sel yang disalin. U


Itulah berbagai shortcut Microsoft Excel yang dapat kamu gunakan untuk mengunakan beragam fungsinya untuk membantu kerjamu agar lebih cepat.


Ketika sebuah telur dipecahkan dari luar, maka sebuah kehidupan telah berakhir. Tetapi ketika sebuah telur dipecahkan dari dalam, larhirlah kehidupan baru
Contoh CV Lulusan SMK/SMA

Contoh CV Lulusan SMK/SMA


Kalian baru saja lulus SMA/SMK dan ingin mencari pekerjaan? Sebaiknya, kalian menyiapkan Daftar Riwayat Hidup atau Curriculum Vitae (CV) terlebih dahulu. Jangan bingung bagaimana cara membuatnya karena di sini akan dijelaskan tentang bagaimana contoh CV fresh graduate SMA/SMK.


Seorang lulusan baru atau fresh graduate tingkat SMA/SMK kebanyakan tidak memiliki pengalaman kerja maupun magang yang cukup. Sementara CV pada umumnya selalu memuat informasi tersebut. Kemudian bagaimana cara membuatnya, berikut format yang bisa kalian jadikan acuan dalam membuat CV.

Format CV terdiri dari :

  1. Data Individu dan Kontak
  2. Ringkasan
  3. Pencapaian atau Prestasi
  4. Riwayat Organisasi
  5. Riwayat Pendidikan
  6. Kemampuan atau Keterampilan


DATA INDIVIDU DAN KONTAK

Hal yang pertama dalam daftar diwayat hidup adalah detail data pribadi disertai dengan konta yang dapat dihubungi berupa email ataupun no telepon. Detail personal mencakup nama lengkap, tempat tanggal lahir, status perkawinan, lulusan, alamat, dan masih banyak lagi.


RINGKASAN

Ringkasan berisi tentang informasi pendidikan, skill yang dikuasai, pengalaman di perusahaan baik magang ataupun bekerja, dan lain nya yang kalian miliki.


PRESTASI ATAU PENCAPAIAN

Bagian ini berisi prestasi yang diraih dalam bangku sekolah, hal ini menjadi poin tambahan yang menjadi perhatian HRD. Pelamar kerja juga hanya cukup melampirkan prestasi yang relevan saja tidak perlu melampirkan prestasi yang tidak sesuai dengan posisi pekerjaan dilamar.


RIWAYAT ORGANISASI

Riwayat organisasi menjadi poin plus dalam melamar pekerjaan. Perusahaan akan melihat pelamar yang memiliki pengalaman organisasi karena didalam organisasi seseorang belajar kerja sama, sebuah soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.


PENDIDIKAN

Sebagai lulusan baru dari SMA/SMK, di bagian ini tentu harus dicantumkan nama sekolah SMA/SMK dan jurusan yang diambil. Jangan lupa untuk mencantumkan periode pendidikan serta tahun lulus. Sebagian orang juga menuliskan nilai akhir yang didapatkan pada bagian riwayat pendidikan.


KEMAMPUAN ATAU KETERAMPILAN

Belum memiliki pengalaman kerja merupakan hal yang sangat wajar bagi fresh graduate. Contoh kemampuan yang dapat dicantumkan antara lain kecakapan mengoperasikan suatu aplikasi, kemampuan bahasa, dan kemampuan untuk mengoperasikan alat tertentu.



CONTOH CV

BIODATA
Nama                 : ANDI RAHARJO
Tempat, Tanggal Lahir     : Alam Indah, 22 Agustus 2000
No HP                  : 0870000000001
Email                 : andi@mail.com
Alamat Domisili          : Jalan Taman Makam Pahlawan Nomor 75, Alam Indah

RIWAYAT PENDIDIKAN
SMA Negeri 1 Alam Indah 2021 (2018 – 2021)
Nilai Akhir 8,8
10 besar lulusan terbaik SMA Negeri 1 Alam Indah 2021

RIWAYAT ORGANISASI
  • Ketua Dewan Ambalan SMA Negeri 1 Alam Indah 2021| 2019 – 2020
  • Ketua Tim Riset Karya Ilmiah Remaja SMA Negeri 1 Alam Indah 2021 | 2019 – 2020

PRESTASI
  • Juara 1 lomba desain poster se-Kota Alam Indah
  • Kandidat 10 besar dalam sayembara HUT Alam Indah 2018

KEMAMPUAN DAN KETRAMPILAN
  • CorelDraw (level menengah)
  • Adobe Photoshop (level menengah)
  • Adobe Illustrator (level menengah)
  • Adobe InDesign (level pemula)
  • Microsoft Office (Level menengah)

PENGALAMAN KERJA
  • Magang sebagai desain grafis di PT Alam Indah Perkasa 2022
  • Magang sebagai resepsionis di Hotel Alam Indah 2022

 


Contoh Surat Lamaran Kerja Lulusan SMK/SMA/S1

Contoh Surat Lamaran Kerja Lulusan SMK/SMA/S1


Contoh Surat Lamaran Kerja  -
Ketika Anda lulus dari sekolah menengah atas, sekolah kejuruan atau universitas dan sedang mencari pekerjaan untuk pertama kalinya, ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mencari pekerjaan. Salah satu dokumen penting yang harus disiapkan adalah lamaran kerja dan resume atau yang biasa dikenal dengan CV (resume). Jika Anda seorang pencari kerja yang tidak tahu cara menulis surat lamaran yang baik dan benar, maka Anda telah membuka postingan yang tepat.


Pengertian surat lamaran pekerjaan atau yang biasa dikenal dengan cover letter dalam bahasa Inggris adalah surat yang ditulis dalam bentuk rekomendasi yang memungkinkan calon untuk melamar pekerjaan pada suatu instansi atau perusahaan. Formulir aplikasi merupakan dokumen penting yang sangat mempengaruhi kesan pertama HRD pada kandidat pelamar kerja. 


Format surat lamaran kerja adalah:

  1. Kepala Surat
  2. Pembuka
  3. Data Diri
  4. Kualifikasi
  5. Lampiran
  6. Penutup dan tanda Tangan


A. KEPALA SURAT

Seperti surat-surat lainnya, struktur surat lamaran kerja juga diawali dengan tujuan surat. Cara menulis tujuan surat pada surat lamaran kerja adalah menuliskan kepada siapa surat itu ditujukan, beserta dengan alamat penerima surat. 


B. PEMBUKA

Bagian selanjutnya dalam surat lamaran kerja adalah bagian pembuka dan salam pembuka. Cara membuat bagian pembuka pada surat lamaran kerja, tuliskan: salam pembuka; Informasi mengetahui lowongan kerja; nama posisi lowongan dan perusahaan yang dilamar.


C. DATA DIRI PADA SURAT LAMARAN KERJA

Pada data diri, hal yang biasanya ditulis adalah nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, status, pendidikan, dan nomor kontak yang bisa dihubungi bisa dalam bentuk nomor telepon maupun email.


D. KUALIFIKASI

Selanjutnya merupakan bagian yang harus paling ditonjolkan pada surat lamaran kerja. Berisi kemampuan hard skill maupun softskill yang kalian kuasai.


E. LAMPIRAN

Bagian selanjutnya pada surat lamaran kerja, tuliskan dokumen yang diperlukan untuk melamar pekerjaan teserbut. Biasanya dokumen yang diperlukan akan ditulis secara lengkap pada iklan lowongan pekerjaan. Ada beberapa dokumen yang wajib dan harus disertakan saat mendaftar pekerjaan, namun juga ada beberapa dokumen khusus yang diperlukan oleh perusahaan.


F. PENUTUP

Cara menulis bagian penutup dari surat lamaran kerja, jelaskan: harapan untuk panggilan wawancara kerja; kontak informasi yang dapat dihubungi; ungkapan terima kasih; serta salam penutup



Perihal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth, 
HRD (Nama Perusahaan)
(Nama Perusahaan)
(Alamat Perusahaan)

Dengan hormat,
Sehubungan dengan informasi lowongan kerja di (Surat Kabar/Iklan/Informasi), saya mengetahui bahwa PT. (Perusahaan yang Dilamar) sedang membuka lowongan pekerjaan untuk bagian (operator produksi). Untuk itu, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama         
Jenis Kelamin 
Tempat/Tanggal Lahir
Alamat         
Status         : (Menikah/Belum Menikah)
Pendidikan Terakhir 
Universitas/Sekolah
Nomor Handphone 
Email         

Saya merupakan lulusan SMK Jurusan Otomotif memiliki pengalaman magang menjadi seorang waitress selama 3 bulan. Saya memiliki kemampuan yang baik dalam bidang pelayanan konsumen, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Selain itu, saya fasih dalam menggunakan bahasa Inggris.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan sejumlah dokumen pelengkap, berupa:
1. Curriculum Vitae (CV)
2. Foto ukuran 3 x 4
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi Ijazah terakhir
5. Fotokopi SKCK
6. Fotokopi surat pengalaman kerja

Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenar, benarnya. Besar harapan saya untuk dapat menerima panggilan wawancara. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/ Ibu saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,


Nama Pelamar